Cukup tersentak hati saya tatkala membaca pernyataan-pernyataan berani yang diungkapkan oleh Prof DR Kiyai Haji Said Aqiel Siradj, MA, sebagaimana yang diberitakan dalam www.voa-islam.com. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah:
Pertama : Pernyataan beliau bahwa syi'ah di Indonesia tidak berbahaya, sebagaimana bisa dilihat di (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16929/aneh-said-agil-siraj-bilang-syiah-di-indonesia-tidak-berbahaya/)
Dan ternyata memang beliau pernah bertemu dan menyambut tokoh syi'ah Hasan Nasrullah, silahkan lihat (http://www.dp-news.com/pages/detail.aspx?articleid=57160). Demikian pula beliau pernah menjadi pembicara tingkat internasional di Teheran (pusatnya Syi'ah Roafidhoh) selama dua kali, pada tahun 1999 dengan materi : Al-Taqriib baina al-Madzaahib, Al-Islam al-din al-tasamuh (Pendekatan antara madzhab-madzhab, Islam adalah agama toleransi), dan pada tahun 2000 dengan materi : Al-Taqriib baina al-Madzaahib, Huquq al-Insan fi al-Islam (Pendekatan antara madzhab-madzhab, Hak-hak manusia dalam Islam). Silahkan lihat (http://nubinong.blogspot.com/2010/03/riwayat-hidup-prof-dr-kh-said-aqiel.html). Selain itu beliau juga memberi kata pengantar dan menganjurkan masyarakat muslim Indonesia untuk membaca sebuah buku yang berisi banyak kedustaan karya Idahram, yang dalam buku tersebut sang penulis (Idahram) berkata : "Dalam Islam sedikitnya ada tujuh madzhab yang pernah dikenal, yaitu madzhab Imam Ja'far As-Shiddiq (madzhab Ahlul Bait), madzhab Imam Abu Hanifah An-Nu'man, madzhab Imam Malik ibnu Anas, madzhab Imam As-Syafii, madzhab Imam Ahmad Ibnu Hanbal, madzhab Syi'ah Imamiah, dan madzhab Dawud Azh-Zhahiri. Sedangkan madzhab salaf tidak pernah ada"
Kedua : Penyamaan beliau antara trinitas ortodoks Kristen dengan tauhid Islam, sebagaimana bisa dilihat di (http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/), lihat juga (http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/11/24/16804/santri-menggugat-kenuan-ketua-umum-pbnu-kh-said-aqiel-siradj)
Ketiga : Pernyataan beliau bahwasanya salafy wahabi penebar terorisme, sebagaimana bisa dilihat di (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/07/16943/ketum-pbnu-said-aqil-siradj-melempar-fitnah-ustadz-membalas-tausiyah/), lihat juga (http://nahimunkar.com/9926/kayak-bocah-bercerita-gendruwo-saja-said-agil-siradj-menuding-yayasan-yayasan-islam/)
Beliau DR Said Aqiel Siroj telah menghabiskan banyak usia beliau untuk mendalami bidang aqidah di karajaan Arab Saudi. Dari S1 hingga S3 beliau menuntut ilmu di Arab Saudi dan di bidang ushuul ad-diin (aqidah).
- S1, beliau tempuh Universitas King Abdul Aziz, Jurusan Ushuluddin dan Dakwah, tamat 1982.
- S2 beliau tempuh Universitas Ummu al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, tamat 1987, dengan tesis yang berjudul رَسَائِلُ الرُّسُلِ وَأَثَرُهَا فِي انْحِرَافِ الْمَسِيْحِيَّةِ (Pengaruh Surat-Surat para rasul dalam Bibel terhadap penyimpangan Agama Kristen).
- S3 Universitas Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam, tamat 1414 H (1994 M), dengan judul disertasi : صِلَةُ اللهِ بِالْكَوْنِ فِي التَّصَوُّفِ الْفَلْسَفِي (Hubungan antara Allah dan alam menurut perspektif tasawwuf falsafi), yang disertasi beliau ini dibimbing oleh dosen beliau yang bernama As-Syaikh DR. Mahmuud Ahmad Khofaaji
Dari sini kita tahu bahwasanya beliau ini adalah seorang yang pakar dalam bidang aqidah, baik dalam memahami kesesatan kaum Kristen maupun kesesatan kaum sufi.
Berikut ini saya terjemahkan muqoddimah dari disertasi doktoral yang ditulis oleh Prof DR Said Aqiel Siraj (Desertasi tersebut bisa di download di http://resalty.waqfeya.com/index.php/category-96/thesis-51).
Muqoddimah ini sangat layak untuk dibaca kembali oleh penulisnya sendiri, yang merupakan nasehat yang sangat indah bagi sang penulis sendiri dan juga kaum muslimin di tanah air, terutama kaum yang dipimpin oleh beliau sekarang. Hal ini mengingat dalam muqoddimah disertasi tersebut beliau (Prof DR Said Aqiel Siradj) telah mentaqrir dan menetapkan landasan-landasan aqidah salaf, karena memang desertasi tersebut beliau tulis untuk membantah kaum sufi. Terlebih lagi dalam desertasi tersebut beliau sering menukil perkataan-perkataan Ibnu Taimiyyah untuk membantah pemikiran sufiah. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin Indonesia.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Islam menolak segala bentuk kesyirikan, dan menolak perantara-perantara antara Allah dan manusia kecuali perantara kenabian dan kerasulan, dengan demikian Islam menetapkan keterpisahan yang sempurna antara Allah dan yang lainNya, antara Pencipta dan Makhluk, bahkan malaikat tidak terhubungkan dengan Allah melalui hubungan apapun selain hubungan yang tegak antara Allah dengan makhluk yang lain baik yang materi maupun ruh, yaitu hubungan antara makhluk dan Penciptanya, yaitu hubungan keterpisahan dan bukan hubungan ketersambungan"
Komentar :
Pernyataan Kiyai Haji Prof DR di atas persis sama dengan penjelasan Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdil Wahhaab rahimahumallah, bahwasanya Allah tidak butuh kepada washitoh (perantara) dalam penyembahan dan dalam meminta manfaat dan menolak mudhorot. Menjadikan washitoh (perantara) kepada Allah merupakan kesyirikan. Yang ada hanyalah perantaraan dalam hal risalah dan kenabian, yaitu para nabi dan para rasul merupakan perantara antara Allah dan manusia dalam menyampaikan risalah/wahyu Allah ta'alaa.
Ibnu Taimiyyah berkata : "Dan hal ini merupakan perkara yang disepakati oleh seluruh pemeluk agama dari kalangan kaum muslimin, yahudi, dan nashrani, mereka menetapkan adanya perantara antara Allah dengan hamba-hambaNya. Perantara-perantara tersebut adalah para Rasul yang mereka menyampaikan dari Allah perintah Allah dan khabar dari Allah…."
Beliau juga berkata, "Adapun jika yang dimaksudkan dengan perantara adalah bahwasanya harus ada perantara dalam mendatangkan manfaat-manfaat dan menolak kemudorotan, seperti perantara dalam mendatangkan rizki para hamba, dan pertolongan kepada mereka dan hidayah untuk mereka, yang mereka meminta hal-hal tersebut kepada perantara ini dan mengharap kepada perantara ini maka ini merupakan kesyirikan yang paling besar yang karena kesyirikan inilah Allah mengkafirkan kaum musyrikin (Arab), dimana mereka menjadikan selain Allah sebagai penolong-penolong mereka dan para pemberi syafaat kepada mereka" (Majmuu' al-Fataawaa 1/122-123). Adapun perkataan Muhammad bin Abdil Wahhaab yang semakna dengan ini maka bisa dibaca di risalah beliau "Kasyf Asy-Syubhaat"
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan jika kita mengamati Al-Qur'aan Al-Kariim maka kita akan mendapati Al-Quran menekankan keterpisahan yang sempurna ini, maka tidak ada sesuatupun yang berfungsi sebagai suatu perantara antara Allah dan makhlukNya. Sebagaimana Al-Qur'an berkali-kali dan berulang-ulang menafikan sifat uluhiyah dari selain Allah ta'aala dengan penafian secara mutlak, dan menekankan bahwasanya para nabi dan para rasul mereka dari golongan manusia dan dari tabi'at manusia. Inilah yang ditetapkan oleh rukun Islam yang pertama yaitu Syahadah (Persaksian) bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya. Dan ini adalah syahadah penafian dan penetapan (itsbaat), menafikan secara mutlak uluhiah (ketuhanan) dari selain Allah dan tidak ditetapkan kecuali hanya untuk Allah semata, dan menetapkan bahwasanya Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya, dan Muhammad adalah manusia sebagaimana seluruh manusia (*yang lain). Dan seluruh perbedaan antara Muhammad dan mereka adalah beliau diberi wahyu aqidah tauhid"
Komentar :
Dalam paragraf ini DR Said menekankan perkara yang sangat penting yaitu tentang aqidah yang benar terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau adalah manusia biasa sebagaimana seluruh manusia yang lain yang memiliki tabi'at manusia. Yang membedakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan manusia yang lain hanyalah Nabi telah diberi wahyu berupa aqidah tauhid. Hal ini tentunya bertentangan dengan keyakinan sebagian kaum sufi yang terlalu berlebih-lebihan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. (silahkan lihat http://www.firanda.com/index.php/artikel/aqidah/116-berlebih-lebihan-kepada-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-hingga-mengangkat-beliau-pada-derajat-ketuhanan)
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan aqidah tauhid yang dibawa oleh Islam menolak seluruh kesyirikan, sama saja apakah kesyirikan yang tegak di atas pendapat berbilangnya Tuhan atau kesyirikan yang dibangun di atas keimanan kepada adanya perantara-perantara antara Allah dan manusia. Dari situ maka hubungan antara Allah dengan alam –termasuk di dalamnya adalah manusia- adalah hubungan keterpisahan. Allah maha Esa tidak ada syarikat baginya, terpisah dari alam dengan keterpisahan yang sempurna dengan ke-Esa-anNya dalam Dzatnya, sifat-sifatNya, dan perbuatan-perbuatanNya, dan Allah tersucikan dari seluruh bentuk penyamaan dengan makhluk-makhlukNya.
Aqidah ini dialah aqidah yang telah disepakati oleh seluruh kaum muslimin, baik salaf mereka (*golongan terdahulu) maupun kholaf mereka (*golongan belakangan), kecuali sufiah filsafat, sebagaimana akan kita lihat di tengah lembaran-lembaran pembahasan ini"
Komentar :
Dalam paragraph ini kembali DR Said Aqiel menekankan bahwasanya Islam menolak segala bentuk kesyirikan. Dan bentuk-bentuk kesyirikan ada dua:
Pertama : Dengan menjadikan Tuhan berbilang, sebagaimana trinitasnya kaum Nasrani, dan juga dewa-dewa Kaum Hindu.
Kedua : Menjadikan perantara antara Allah dan manusia. Hal ini sebagaimana keysirikan kaum musyrikin Arab (silahkan lihat kembali : http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab)
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :

"Kemudian Islam adalah berpegang teguh dengan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah RasulNya shallallahu 'alaihi wa sallam dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, dan meneladani kehidupan Rasulullah dan mengikuti jalan-jalan dan sunnah-sunnah yang telah ditempuh oleh para sahabatnya –semoga Allah meridhoi mereka-
Allah berfirman : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat" (QS Al-Ahzaab : 21)
Dan Allah ta'aala juga berfirman : "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah" (QS Al-Hasyr : 7)
Allah juga berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)" (QS Al-Anfaal : 20)"
Komentar :
Dalam paragraf ini DR Said Aqiel menekankan untuk mengikuti jalan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan beliau mendoaakan para sahabat agar diridhoi oleh Allah. Dan ini tentunya bertentangan dengan aqidah Syi'ah yang justru berdoa agar Allah melaknat para sahabat dan juga mengkafirkan para sahabat.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
Dan perintah-perintah Allah dan RasulNya –demikian pula larangan-larangan Allah dan RasulNya- terjaga dalam Al-Qur'an Al-Kariim dan Sunnah-sunnah Nabi yang mulia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Aku meninggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan kedua perkara tersebut, yaitu kitabullah dan sunnah NabiNya"
Komentar :
Dalam paragraf ini DR Said Aqiel menegaskan akan pentingnya berlandaskan kepada Al-Qur'an dan Sunnah-Sunnah Nabi, yang keduanya merupakan sumber hukum kaum muslimin. Hal ini tentunya berbeda dengan:
- Keyakinan sebagian kaum sufi yang terkadang berdalil dengan kisah-kisah…yang tidak tahu juntrung keabsahannya. Tidak jarang berupa cerita-cerita karomah yang masih dipertanyakan akan kevalidannya lantas cerita-cerita tersebut dijadikan dalil utama sehingga ditolaklah pendalilan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah
- Sikap sebagian sufi yang taklid buta kepada gurunya, meskipun pemikiran-pemikiran gurunya bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sehingga seakan-akan perkataan gurunya merupakan salah satu sumber hukum
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mentarbiah (membina) para sahabatnya dibawah naungan dan petunjuk kitabullah dan sunnahnya, yaitu dengan tarbiah percontohan agar mereka menjadi teladan bagi orang-orang yang datang setelah mereka hingga hari kiamat. Maka mereka adalah praktek nyata (hidup) dari ajaran-ajaran Allah dan arahan-arahan RasulNya. Mereka berittiba' dan meneladani serta tidak melakukan bid'ah dan mengada-ngadakan. Mereka adalah para wali-wali Allah yang tidak kawatir dan tidak bersedih. Mereka adalah teladan dan tolak ukur untuk mengenal al-haq (kebenaran) dari kebatilan, dan untuk membedakan petunjuk dari kesesatan".
Komentar :
Dalam paragraf ini beliau menekankan kembali akan mulianya para sahabat dari beberapa sisi:
Pertama : Para sahabat telah ditarbiyah/dibina dan dididik langsung oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tentunya guru sangat berpengaruh kepada murid-muridnya
Kedua : Tarbiyah tersebut berdasarkan naungan dan cahaya al-Qur'an dan as-Sunnah
Ketiga : Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mentarbiyah para sahabat dengan tarbiyah khusus yaitu tarbiyah percontohan, dengan maksud agar para sahabat menjadi contoh bagi generasi-generasi setelah mereka
Keempat : Amalan para sahabat adalah praktek hidup/nyata terhadap ajaran Al-Qur'an dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Hal ini tentu sangatlah jelas ditinjau dari beberapa sisi
- Para sahabatlah yang paham tentang maksud Allah dan RasulNya.
- Ayat-ayat al-Qur'an yang pertama kali mempraktekannya adalah para sahabat.
- Tatkala para sahabat menerapkan ayat-ayat Allah mereka dibimbing langsung oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga jika mereka salah praktek, atau salah paham tentang Al-Qur'an maka akan ditegur langsung oleh Allah atau melalui Rasulullah yang merupakan guru dan pengawas mereka
Kelima : Para sahabat tidak melakukan bid'ah dan tidak mengadakan perkara-perkara baru dalam agama, akan tetapi mereka meneladani guru mereka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Keenam : Para sahabat adalah wali-wali Allah…maka yang memusuhi dan membenci mereka…apalagi mengkafirkan mereka tentunya wali-wali syaitan
Ketujuh : (Dan ini merupakan poin yang terpenting) yaitu DR Said Aqiel menjelaskan bahwa para sahabat adalah tolak ukur kebenaran, sehingga terbedakan hak dari kebatilan, dan terbedakan petunjuk dari kesesatan.
Sungguh ini adalah manhaj yang selalu dan senantiasa diserukan dan dipropagandakan oleh kaum wahabi (salafy) yaitu agar kembali kepada pemahaman dan manhaj para sahabat yang jauh dari bid'ah dan perkara-perkara baru dalam agama.
Dan inilah juga yang selalu diserukan oleh kaum yang disebut-disebut oleh orang yang memusuhinya “Salafy wahabi” agar senantiasa mencintai para sahabat dan memusuhi orang-orang yang membenci (bahkan mengkafirkan) para sahabat seperti kaum syi'ah. Jika para sahabat yang sedemikian mulianya (sebagaimana penjabaran DR Said Aqiel diatas) itu saja dikafirkan maka bagaimana lagi dengan para pengikut mereka yang jauh dari kemuliaan para sahabat Nabi radhiallahu 'anhum.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan dibawah cahaya al-kitab dan as-sunnah dan siroh Rasulullah serta amalan para sahabatnya ditimbang amalan-amalan kaum muslimin dan perkataan mereka. Maka apa yang ada sandarannya dan dalil maka dihukumi dengan amalan/perkataan yang sah dan benar. "Dan apa yang menyelisihi al-kitab dan as-sunnah dan tidak ada atsarnya dalam kehidupan para sahabat maka dihukumi dengan fasad (rusak) dan batil. Dan semua yang keluar dari manhaj ini maka sungguh telah sesat dan menyesatkan".
Komentar :
Dalam paragraf ini kembali DR Said Aqiel menekankan akan pentingnya manhaj salaf yaitu manhaj yang berlandaskan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat. Beliau juga kembali menegaskan bahwa seluruh perkataan/pendapat dan amal perbuatan manusia harus ditimbang di atas manhaj salaf ini. Jika ada suatu pemikiran atau amal perbuatan yang tidak diriwayatkan ada di masa kehidupan para sahabat maka pemikiran dan amal perbuatan tersebut batil. Ini merupakan seruan yang tegas dari beliau kepada kaum muslimin –terutama di Indonesia- untuk kembali menimbang amalan-amalan yang sering mereka lakukan. Apakah amalan-amalan tersebut pernah dilakukan dan diamalkan oleh para sahabat??, jika tidak pernah maka hal itu adalah batil dan sesat, bahkan pelakunya sesat dan menyesatkan.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan tatkala saya adalah salah seorang mahasiswa di jurusan Aqidah saya melihat bahwasanya merupakan kewajiban atas saya untuk mencari-cari/mengikuti dan menyelidiki manhaj-manhaj yang sesat dan jauh dari al-kitab dan as-sunnah. Dan telah beberapa lama saya menyelidiki manhaj-manhaj tersebut untuk saya jelaskan penyimpangan dan kesesatannya dan jauhnya manhaj tersebut dari Islam. Termasuk merupakan perkara yang menyusahkan dan menggelisahkan aku adalah apa yang aku dapati dari manhaj-manhaj para sufi ahli filsafat yang mereka telah jauh dari Islam, yaitu tentang pemahaman mereka tentang hubungan alam dengan penciptanya, dengan pemikiran-pemikiran mereka yang sesat berupa hulul dan ittihad dan wihdatul wujud (yiatu hulul/menempatinya Allah ke alam, dan ittihad/menyatunya alam dengan Allah, dan wihdah/kesatuan alam bersama Allah), yang hal itu melalui metode filsafat al-fanaa' dan fanaa al-fanaa, dan seluruhnya merupakan pemikiran-pemikiran yang aneh dan muhdatsah (diada-adakan) serta menyusup di tengah-tengah masyarakat islami"
Komentar :
Dalam paragraf ini DR Said Aqiel memaparkan bagaimana semangat beliau untuk bernahi mungkar. Beliau terpanggil bahkan beliau merasa wajib untuk mengikuti dan menyelidiki manhaj-manhaj yang sesat. Bahkan sangat menggelisahkan beliau kesesatan yang terdapat dalam manhaj kaum sufi philosofi, yang kesesatan ini merupakan perkara muhdats (bid'ah) yang telah menyusup dalam masyarakat islam.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan permulaan munculnya pemikiran filsafat sesat tersebut di akhir-akhir abad kedua hijriah. Lalu berkembang dengan pesat di tengah abad ketiga hijriah. Dimulai dari Jabir bin Hayyan dan Abu Hasyim dan Abduk hingga Ibnu 'Arobi sang fhilosofi besar, Al-Ghunushy Al-Khothiir, dan melewati Dzu An-Nuun Al-Mishriy, Abi Yaziid Al-Busthoomy, Al-Hallaaj, Al-Junaid, An-Nafary, Al-Gozhaaly, lalu As-Sahrowardi yang terbunuh".
Komentar :
Dalam paragaf ini beliau menjelaskan tentang tokoh-tokoh sufi filsafat yang memiliki pemahaman sesat wihdatul wujud. Yang diantara tokoh-tokoh tersebut ada yang digandrungi oleh kaum sufi di Indonesia. Diantaranya adalah Ibnu 'Arobi dan Al-Ghozali.
Adapun Ibnu 'Arobi maka DR Said Aqiel telah menjelaskan kesesatannya dalam disertasinya tersebut pada hal 446 hingga hal 450. Beliau menjelaskan tentang pemikiran Ibnu Arobi dalam dua kitabnya yang berisikan tentang pemikiran wihdatul wujud (bersatunya Allah dengan alam). Kitab yang pertama adalah kitab Al-Futuhaat Al-Makkiyah, yang dimana Ibnu Arobi mengaku bahwa apa yang dituliskannya dalam kitab tersebut adalah wahyu dan didikte oleh Allah. Adapun kitab yang kedua adalah Fushus Al-Hikam maka Ibnu Arobi mengaku bahwa kitab tersebut datangnya dari Rasulullah. Dalam kitab Fushus Al-Hikam inilah Ibnu Arobi mengatakan bahwa Fir'aun adalah orang beriman dan masuk surga !!, hal ini karena tatkala Fir'aun mengatakan :"Aku adalah Tuham kalian yang maha tinggi" menunjukan bahwa Fir'aun paham bahwasanya Allah telah bersatu dengan alam, telah bersatu dengan dirinya. Jadi perkataan Fir'aun tersebut adalah perkataan yang hak dan benar
Adapun Abu Hamid Al-Ghozaali, maka kesesatannya tentang pemahaman wahdatul Wujud telah dijelaskan oleh DR Said Aqiel Siraj dalam disertasinya pada hal 168 hingga hal 172. Pemikiran wihdatul wujud Al-Ghozaali sangat nampak dalam kitabnya Ihyaa Uluumiddiin (yang kitab ini sangat digandrungi oleh kaum sufi di Indonesia) dan kitabnya Misykaat al-Anwaar. Adapun bantahan terhadap pemikiran Al-Ghozali ini maka telah ditulis dengan panjang lebar oleh DR Said Aqiel dalam disertasinya dari hal 199 hingga hal 221.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan merupakan perkara yang diketahui bahwasanya kaum muslimin di Indonesia menghadapi problematika-problematika besar baik problematika politik, ekonomi, sosial dan problematika aqidah. Di hadapan mereka musuh-musuh mereka yang menanti-nanti (*keburukan bagi) kaum muslimin berupa gerakan kristenisasi, sekuler, bathiniyah, dan sekte-sekte sesat –Syi'ah, Ahmadiyah, dan Bahaaiyah, lalu Sufiyah"
Komentar :
Pada paragraf ini DR Said Aqiel menegaskan bahwasanya diantara musuh-musuh kaum muslimin Indonesia adalah gerakan kristenisasi dan sekuler. Selain itu juga sekte-sekte yang sesat seperti Syi'ah dan Ahmadiyah qodyaniah. Dan musuh kaum muslimin Indonesia yang terakhir beliau sebutkan adalah kaum sufi.
Ini merupakan nasehat yang sangat penting dari beliau akan bahayanya kaum Syi'ah dan kaum Sufi, karena mereka adalah musuh-musuh yang senantiasa menanti-nanti keburukan kaum muslimin Indonesia.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan sufiyah di Indonesia sungguh telah sukses besar dalam menyebarkan ajaran-ajaran mereka yang sesat -meskipun kebanyakan mereka tidak beriman dengan aqidah hulul dan ittihad serta wihdatul wujud-. Dan ajaran sufiah ini senantiasa masih termasuk ajaran yang paling berbahaya yang tersebar di negeri Indonesia, hal ini disebabkan kejahilan kaum muslimin di Indonesia terhadap aqidah yang benar"
Komentar :
Pada paraghraf ini, beliau menyatakan bahwa kaum sufi telah sukses besar dalam menyebarkan pemahaman dan ajaran-ajaran mereka di Indonesia. Namun timbul pertanyaan di benak saya, "Siapakah kaum sufi dimaksud oleh beliau??, yang telah berhasil menyebarkan ajaran mereka ke penjuru Indoesia??", Apakah maksud beliau gerakan Muhammadiah?, ataukah Persis?, ataukah NU (Nahdatul Ulama) yang sedang beliau pimpin sekarang ini?, ataukah yang lainnya?. Semoga beliau bisa menjelaskan hal ini, dan semoga para pembaca juga mungkin bisa membantu menjelaskan maksud beliau. Terlebih lagi ada tariqah mu'tabar yang berada di bawah naungan NU, lihat (http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/34341/Warta/Habib_Luthfy__Pengurus_Thoriqoh_jangan_Seperti_Krupuk___.html) dan (http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/, dan http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%E2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%E2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/, serta lihat komentar DR Said Aqiel tentang tasawwuf di http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34786/Buku/Urgensi_Tasawuf_di_Era_Globalisasi.html)
Dan saya sangat setuju dengan pendapat beliau bahwa ajaran-ajaran sesat seperti ini tersebar disebabkan karena kejahilan kaum muslim di Indonesia terhadap akidah yang benar sehingga mudah mereka terjangkiti ajaran-ajaran sufiah.
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dikarenakan hal ini seluruhnya dan setelah aku menulis tesisku untuk meraih gelar Master di bidang aqidah tentang bantahan kepada Kristen maka aku memilih pembahasan desertasiku untuk meraih gelar Doktor tentang bantahan kepada sufiah, terukhususkan sufiah filsafat, dengan judul :
"Hubungan Allah dengan alam menurut sufi filsafat, penelitian dan kritikan"
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :
"Dan telah ditulis banyak pembahasan dan telah tersebar banyak risalah-risalah ilmiah seputar perkara ini, akan tetapi saya melihat perkaranya masih butuh untuk ditinjau kembali, dengan tinjauan islami dengan timbangan/tolak ukurnya yang benar dan analogi yang benar, yaitu kitabullah dan sunnah Rasulullah, dan ditambah dengan manhaj para ulama salafus sholeh"
Komentar :
Pada paragraf ini beliau menegaskan kembali bahwasanya tolak ukur yang benar untuk digunakan dalam mengukur kebenaran yaitu Al-Qur'an, As-Sunnah dengan manhaj Salaf.
Setelah itu DR Sa'id Aqiel Siraj menyebutkan khuttoh bahas disertasinya lalu beliau berkata :
"Adapun sisi kritikan maka saya memperhatikan manhaj/metode pengkritikan yang ilmiyah yang benar, maka saya mengkritik pendapat-pendapat mereka (kaum sufi) dan saya menjelaskan kebatilan pemikiran-pemikiran mereka dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, dan dengan dalil akal yang shahih, dan dengan perkataan para ulama yang sholihin. Dan dalam hal ini saya berusaha untuk menjauh dari fanatisme/ta'asshub dan sikap tidak inshoof (tidak adil)"
Komentar:
Pada paragraf ini DR Said Aqiel Siroj menjelaskan bahwa beliau menjauhi sikap fanatik dan sikap tidak inshoof (adil) dalam menulis disertasinya. Karenanya saya sangat berharap para pembaca membaca disertasi yang ditulis beliau ini yang sarat dengan faedah dan jauh dari sikap fanatik buta tanpa dalil. Bahkan dalam paragraf ini beliau (DR Said Aqiel) menegaskan bahwa beliau menjelaskan kebatilan pemikiran sufi falsafi dengan berdasarkan perkataan ulama yang sholihin. Siapakah yang dimaksud oleh beliau dengan Ulama yang sholihin ini??. Jika para pembaca menelaah disertasi karya DR Said Aqiel Siroj ini maka para pembaca akan menemukan bahwasanya perkataan alim ulama yang paling dijadikan landasan oleh DR Said Aqiel dalam membatilkan pemikiran sufi falsafi adalah perkataan Ibnu Taimiyyah rahimahullah yang dituduh sebagai dedengkotnya salafy. Jadi sangat jelas bahwasanya DR Said Aqiel menganggap Ibnu Taimiyyah adalah sosok alim ulama yang sholih, karenanya DR Said Aqiel menjadikan perkataan-perkataannya untuk membantah tokoh-tokoh sufi seperti Ibnu Arobi dan Al-Ghozali.
DR Said Aqiel Siradj berkata :
"Dan tujuanku dalam disertasiku ini adalah menampilkan dirosah/penelitian yang sungguh-sungguh dan teliti/detail dengan harapan untuk menampakan dan menjelaskan hakikat/kebenaran, yang selanjutnya adalah untuk membela kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah yang tinggi. Maka aku meminta kepada Allah Azza wa Jalla untuk merealisasikan harapan tujuan desertasi ini dan agar memberi faedah kepada para pembacanya dan menjadikannya ikhlash karena mengharapkan wajahNya, dan aku beristighfar kepada Allah atas seluruh kesalahanku yang ada dalam disertasiku ini, dan aku bersyukur kepadaNya atas kebenaran yang Allah hidayahkan kepadaku, dan segala puji bagi Allah di permulaan dan di akhir, dan Dialah cukup bagiku, dan sebaik-baik tempat bertawakal, dan semoga shalawat dan shalam tercurahkan bagi sayyidinaa Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya"
Komentar :
Semoga artikel yang saya paparkan ini membantu mewujudkan terkabulnya harapan DR Said Aqiel Siroj, sehingga risalah disertasi yang bagus ini bisa dipetik faedahnya oleh para pembaca sekalian, khususnya kaum muslimin di Indonesia.
Demikianlah muqoddimah yang ditulis oleh DR Said Aqiel Siraj di muqoddimah disertasi beliau dan sedikit komentar dari saya. Sungguh muqoddimah yang sarat dengan penjelasan pokok-pokok usul aqidah Ahlus Sunnah yang dibangun di atas manhaj salaf.
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 14-01-1433 H / 09 Desember 2011 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
| Next > |
|---|
Comments
hawa nafsu dan syahwat juga syaithon yang membujuknya wallahualam
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam
“Orang yang pertama sekali dinyalakan api neraka dengan mereka ada tiga: salah satu diantara mereka adalah seorang yang menuntut ilmu dan membaca Al Quran, maka ia dipanggil dan diperkenalkan kepadanya tentang nikmat Allah, maka iapun mengakuinya, lalu Allah bertanya kepadanya: apa yang ia lakukan terhadap nikmat tersebut?, ia menjawab: aku pergunakan untuk menuntut ilmu dan mengajarkannya serta untuk membaca Al Quran pada Mu, Allah menimpali jawaabnya: kamu telah berdusta, tetapi engkau menuntut ilmu supaya mendapat (sanjungan) supaya dikatakan sebagai seorang alim, dan engkau membaca Al Quran supaya dikatakan orang sebagai seorang Qari’, sungguh telah terbukti demikian, kemudian ia diusung diatas mukanya sampai ia dilemparkan kedalam neraka.” (HR. Muslim no: 1905).
Ibnu Baththal berkata, “Barangsiapa yang mempelajari hadits demi memalingkan wajah-wajah manusia kepada dirinya maka kelak di akherat Allah akan memalingkan wajahnya menuju neraka.” (Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal, 1/136)
atau jabatan, atau nggak mau ditinggalkan masa...
Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepadanya dan kepada kita semua.
Kayaknya enggak akh, coba antum cek lagi:
Ini profil KH. SAS
http://majelisfathulhidayah.wordpress.com/2010/04/13/profil-profil-said-agil-siradj-ketua-umum-pengurus-besar-nahdlatul-ulama-pbnu-2010-2015/
Ini profil SAM
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/2243-kerukunan-modal-keberhasilan
Persamaannya, sama-sama Alumni Ummul Quro
SAS, S3 nya Aqidah/Filsafat...sedangkan SAM S3 nya Hukum Islam
yaa muqolibal quluub tsabit qolbi ala dinik.
tanya kenapa ..??
:(
diantara hikmah yang bisa kita ambil adalah:
1. Hidayah Sunnah itu mahal, dan hendaknyalah kita berusaha menjaganya dengan terus mempelajari Sunnah nabi dan Mengamalkannya..
2. Pentingnya bergaul dan mencari teman dari kalangan orang sholih dan lurus aqidahnya serta masuk dalam komunitas mereka..
3. Hati itu mudah berbolak-balik, hendaknya kita selalu berdoa memohon kepada Allah untuk tetap berada dijalan yang lurus yaitu diatas sunnah Nabi dan Sunnah para Sahabat Nabi...
Nabi kita Muhammad shalawatuLLahi wa Salamuhu 'alaih saja senantiasa berdoa kepada Allah memohon ketetapan hati, padahal beliau ma'sum dan dijamin Surga..
4. Jangan Ujub bahwasanya sekarang kita sekarang diatas Sunnah, Faham dan bisa mengamalkan Sunnah.. itu semua rahmat dari Allah..
Kita tidak tau apakah kita termasuk penduduk surga atau penduduk neraka..
"Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS. AlImran : 8)
punya ilmu tapi lisannya kaya orang dungu..
Apalagi di Indonesia, berat bagi seorang da'i untuk tetap teguh kepada apa yang telah dipelajarinya, yaitu ilmu Allah dan Rasul-Nya. Kalau imannya ga kuat yah seperti da'i-da'i yang saat ini ane lihat dengan mata kepala ane sendiri (di negeri Indonesia dimana ane tinggal), masing-masing diri mereka mulai pelan-pelan mengiyakan bisikan-bisikan syetan yang menuju ke arah lain untuk menyibukkan mereka selain dengan ilmu Allah dan Rasul-Nya sehingga lama kelamaan setelah nyemplung ke bisikan itu mereka tidak bisa kembali lagi dilantaran malu, terkecuali bagi mereka yang bertobat. Atau bahkan ketika ada yang melaporkan komentar ane, ane mungkin bisa jadi dijauhi atau ditahdzir oleh para da'i itu. Tapi ane hanyalah orang awam yang belajar ilmu dari mereka, apalah arti ilmu ane ini dibandingkan ilmu-ilmu mereka karena mereka bisa membantahnya dengan dalil lain yang tidak ane ketahui dan karena mereka juga telah belajar untuk membantah segala syubhat, hehehehe.
Semoga Allah memberikan hidayah untuk diriku dan terjauhkan dari hal-hal yang bisa mengarahkan untuk lalai dalam menuntut ilmu Allah dan Rasul-Nya.
Salah satu tujuan manusia diciptakan adalah untuk saling nasehat menasehati, semoga hal ini bisa menjadi nasihat bagi diriku.
hanya saja, saya curiga, dia senagaja masuk ke universitas umul Qura untuk menyelidiki "wahabiyyah" lebih jauh dgn berpura2 seolah2 sefaham dgn ulama' di saudi...
Said Siradj yg disinyalir beraqidah Syiah ini, tidak segan2 melakukan taqiyyah untuk menyebarkan faham sesatnya...
karena itulah yang banyak menyeret manusia ke neraka.
do'akanlah untuk beliau hidayah, itu jauh lebih baik...
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjuki sang kiyai kepada shirat al-mustaqim.
Dan semoga kita semua istiqamah di atas sunnah, amiin..
Untuk ikhwah semua, saran ana; sebaiknya kita do'akan beliau (DR. Said Aqil), semoga Allah 'azza wa jalla memberikan kepada beliau akhir yang baik dan dapat merujuk semua ucapan dan tulisan-tulisan beliau agar kembali kepada dasar/landasan dalam beribadah, yaitu Al-Qur'an & Sunnah sesuai dengan pemahaman para Salaf As-Salih.
ana sebutkan sumbernya..ze
Tak ada bedanya dgn para pembela orang yg bilang Al Qur'an adalah kitab paling porno sambil ketawa2, diedit pula.
Berubah menjadi lebih baik, kenapa tidak?
Wajib bagi kita kembali menggali ilmu sebanyak-banyaknya agar dapat bedakan a dan b.
beliau (kyai said agil), semoga Allah menunjukinya jalan yg haq.. Dan jazakallahu khair ustadz Firanda, nasehat beliau sangat bagus untuk beliau (kyai said agil) dan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.
dengan kelembutan dan ilmu, akan datang petunjuk bagi yang diberi petunjuk..
InsyaAllah Ta`ala..
*tetap terus sharing Ustadz Firanda..
dialog langsung sama orangnya lebih afdhol kali ya...untuk klarifikasi???
berani ga ya???
Kemarin seorang ikhwah dari radio Muslim AM bertanya kepada Dr. Ali Musri, MA apakah siap berdialog dengan Said Aqil Sirajd, jawabnya sangat siap. Coba saja dari antum bisa memfasilitasi, mungkin dialog tertutup saja.
semoga dy lekas tobat . . . . sblum d hinakan Allah ta'ala fii dunya wal akhirat
maaf bang, hendaknya kita do`akan beliau.. semoga Allah Ta`ala beri kita semua hidayah...
-Fakultas Dakwah & Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi, 1983
Judul Skripsi “ Mauqif Al-Yahud Min Islam Al Anshar”
- Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah, 1987
Judul Skripsi “ Al Bathiniyyaun Fi Indonesia,”Ardh wa Dirosah”
- Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, Jurusan Aqidah, 1992
Judul Diskripsi “Nawayidh lir Rawafidh Lil Barzanji, Tahqiq wa Dirosah”
sumber:http://adakabarapa.wordpress.com/2006/10/04/biografi-dr-hm-hidayat-nur-wahid-ma/
seniornya ust.firanda nih^_^?...tapi pulang ke Indonesia apa yang kita liat,,dakwah kpada TAUHID dan SUNNAH atau dakwah kpada PARTAI..??
oh ya, itu yang nulis biografi di blog itu kok aneh yaa...harusnya kedua dan ketiganya kan thesis dan disertasi kenapa jadi skripsi dan diskripsi...
yaa allah.. Jadi mesti gimana.. Serba salah.. Menjadi org bodoh salah.. Menjadi org b'ilmu juga salah..
Benar2 hidup seseorang tdk ada yg menduga..
Alhamdulillah banyak ibroh dari artikel ini dan komentar2nya..
Moga Allah memudahkn hati kita tuk tetap istiqomah di jalanNYA hingga akhir hayat..
Maaf aja ye, kan emang Ketua PBNU beda kelas ama yg punya web ini ^_^
Maka tepatlah apa yang disampaikan akh abu halimah diatas yang dinulil dari Ibnu Baththal berkata, “Barangsiapa yang mempelajari hadits demi memalingkan wajah-wajah manusia kepada dirinya maka kelak di akherat Allah akan memalingkan wajahnya menuju neraka.” (Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal, 1/136)
Semoga temuan karya ilmiyah ini yang mungkin berusaha ditutupi oleh si empunya , dapat terbaca dan sampai kembali kepada empunya kitab, dan dengannya dia memperoleh hidayah Allah untuk kembali kepada manhaj sahabat .
nasihat yang sangat santun dari ustad firanda mengutip dari tulisan Said Agil Siraj sendiri.
semoga dia ingat disertasinya dan kembali ke jalan yg lurus.
semoga ada yg menterjemahkan tesis/disertasi beliau
Amatan saya, masih terdapat konsistensi antara pikiran dan praktek terutama dalam hal ALLAH TIDAK BUTUH APAPUN termasuk WASITHAH atau WASILAH. RISALAH dan NUBUWWAH adalah bagian dari cetak biru ("blue print") model "Lauh Mahfudzh". Yang salah justru ketika KITA MEMAHAMKAN bahwa KITA MAKHLUQ JUGA TIDAK BUTUH WASITHAH atau WASILAH. Padahal, jelas-jelas kita sangat-sangat membutuhkan perantara untuk sampai kepada Baginda Muhammad.
semoga Allah memberikan hidayah pada anda pak kyai..
Mudah2an jangan deh ... dan semoga pak kyai yg terhormat bisa segera inshof
Malu ah... tulisan sama perbuatan kok malah bertolak belakang......
FATWA CABUL ULAMA KAUM SYIAH,.,.,.
Ajudan ayatullah al-’amili membacakan surat tertulis :
Pertanyaan : saya seorang gadis mukim disini ,
hati saya selalu berbisik untuk melakukan nikah mut’ah
akan tetapi saya malu untuk melontarkan hal ini kepada pemuda,
lalu apa yang harus aku lakukan ??
Jawab : ayatullah al-’amili : tidak boleh malu dalam urusan agama,
saya memberika solusi buat anda, secara pribadi ,
malam ini saya membutuhkan seorang perempuan mu’minah
yang mau bermut’ah denganku, saya telah mnjadi musafir
dan jauh dari ibu anak-anak, telah di riwayatkan dari para imam alaihissalam,
bahwa barangsiapa yang bermut’ah 1x maka ia mencapai derajat husein,
jika bermut’ah 2x maka ia mncapai derajat hasan,
bermut’ah 3x maka ia mencapai derajat amirul mu’minin (Ali krw),
brmut’ah 4x maka ia mencapai derajat Nabi SAW. bukankah itu lebih baik ??
ini adalah kesempatan kamu agar supaya mencapai derajat husein RA,
apa yang mencegah kamu stelah muhadarah ini untuk menjumpaiku dan
melangsungkan akad nikah mut’ah, setelah itu saya bersama kamu insya’allah
dalam masa 1 minggu. siapa saja perempuan mu’minah yang memenuhi
keinginanku dan ingin memperoleh pahala yang besar maka segera
hubungi aku di hotel holiday dan akan di bayar insya’allah,.,.,
ITULAH DIANTARA KESESATAN DAN KEBEJATAN SYI'AH KENAPA
KEPALA SUKU NU SAID AQIL SIRAJ MENGATAKAN SYI'AH TIDAK
MEMBAHAYAKAN INDONESIA,.,.Sungguh KYAI AQIL SUDAH TIDAK
BERAKAL,KIBLATE WIS MENCENG KE TEHERAN-IRAN,.,
nasihat yang sangat santun dari ustad firanda mengutip dari tulisan Said Agil Siraj sendiri.
semoga dia ingat disertasinya dan kembali ke jalan yg lurus.
semoga ada yg menterjemahkan tesis/disertasi beliau, sehingga dapat dibaca dipahami di sadari dan diamalkan oleh umat secara umum terutama warga NU
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ
"tidaklah bahaya yang ditimbulkan oleh dua serigala yang lapar yang dilepas kpd seekor domba, melebihi bahaya yang yg diakibattkan oleh cinta harta dan kedudukan terhadap agamanya..."
(HR tirmidzi-shahih)
semoga Allah menetapkan hati-hati kita di atas din Nya.....
“Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan Rendah hati dan Suara yang Lembut, sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas“ (QS : Al-A'Raf 7:55)
“Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan Rendah hati dan Rasa takut dan dengan Tidak MENGERASKAN SUARA, pada waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah“ (QS : Al-A'Raf 7:205)
“Katakanlah (Muhammad) “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'al-Husna) dan janganlah engkau Mengeraskan suaramu dalam shalat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah diantara kedua itu“ (QS : Al-Kahf 18:110)
Dari Abu Musa al-Asy'ari, dia berkata, “Orang-orang MENGERASKAN suaranya dalam berdo'a, maka Rasulullah SAW bersabda : “Wahai manusia, rendahkanlah hatimu, sesugguhnya kamu tidak berdo'a kepada Zat yang tuli dan gaib, sesungguhnya Zat yang kalian minta adalah Maha Mendengar lagi Maha Dekat“ (HR-Bukhari dan Muslim)
Catatan :
Ini ada kaitannya apabila ada yang berdo'a atau bertasbih atau bertahlil atau bertahmid, mempergunakan PENGERAS SUARA dengan suara yang keras dan nyaring (sehingga sangat mengganggu tempat sekitarnya) dan sementara di sebelahnya masih ada orang yang sedang sholat (mashbuk) atau sholat sunnat lainnya ;
apa yang punya wb ini, atau penulis tulisan ini sudah klarifikasi ke beliau, kyai Said Aqiel Siraj mengenai pernyataan2nya?
atau hanya mengambil kesimpulan dari reportase wartawan?
sebelum ada berita buruk dan fitnah yang berlebihan, penulis tulisan ini bertanggungjawa b untuk mengklarifikasi apa yang ditulisnya dengan penjelasan pak Yai..
semoga kita tidak termasuk orang2 yang diancam oleh Allah, karena gemar menyebarkan berita bohong/rancu mengenai saudara kita.. (QS Taubah, tentang hadits ifki) terlebih Pak Yai Said Aqiel adalah termasuk salah satu panutan kita..
wallahu a'lamu.
#mohon perhatiannya,.. sangat2.
Bismillah,
Tampaknya saudara neilhoja tidak membaca dengan teliti tulisan Ust Firanda. Beliau yg saat tinggal di Madinah bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan Disertasinya pak Yai di Ummul Quro, bahkan begitu gampang bisa ditemukan di website resminya. Justru Pak yai lah yang harus mengklarifikasi desertasinya.
Semoga antum lebih mengenal lagi siapa itu Ust Firanda dan siapa itu Dr Said Aqil beserta misinya di Indonesia. Artikel ttg siapa sebenarnya Pak yai sangat banyak di VOA-Islam yang malah mengadu domba kaum muslimin, silahkan baca dan pikirkan. sebelum antum terlampau jauh menjadikan pak Yai sebagai panutan antum.
bagi yang pingin tau catatan sang kyai silahkan klik di : http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/12/14/17021/kh-said-aqil-siradj-sampeyan-muslim/
bisa jadi dia tulis disertasi itu untuk ber-taqiyyah..
atau supaya Lulus Doktoral dari Saudi...
jadi dia tulis disertasi yg isinya tidak sesuai keyakinan dia...
beritanya sambung menyambung tentang KH tersebut, dan akhirnya sampai di web ustadz Firanda
semoga Allah memberinya hidayah dan semoga kita istiqomah di atas manhaj salaf yg haq
Ustadz, kalau antum ada waktu luang atau kalau ada thullabul ilmi lain yang bersedia untuk menterjemahkan desertasi DR Said Aqil Sirraj,MA, alangkah baiknya.
semoga kaum muslimin di Indonesia ini bisa mengambil faidah dari Tulisan Tokoh mereka.sebagaimana telah ma`ruf nashihat dari para Ulama supaya thullab yang mutamakkin untuk berdakwah kepada manusia dengan membawakan perkataan tokoh yang mereka kenal dan yang mereka tsiqah kepadanya.
Semoga Alloh ta`ala menetapkan aqidah kita, kaum muslimin Indonesia, memberikan petunjuknya kepada DR Said Aqil Sirraj,MA.
Amin.
IST
Gerakan NU berdiri untuk menghadang gerakan pemuurnian islam.
Kalau kita lihat para tokohnya nggak jauh-jauh beda dengan pak kyai ini , baik dari cara berfikir maupun berpolitiknya.
Ormas ini paling gerah kalau diajak bicara tentang tauhid yang murni , bersih dari kesyirikan dan bid'ah , namun dibalik itu dia paling merasa sebagai wadahnya ahlus sunnah di indonesia , khususnya di p jawa.
Ormas ini lebih senang kalau diajak bicara , bagaimana keinginnan kaum kufar itu di adopsi dengan sedikit bumbu islam dapat diterima oleh masyarakat.
Banyak sekali keanehan-anehan yang ada di ormas ini , mulai dari cerita2 ghaib sampai yang berbau mistik , subur berkembang di organisasi ini.
Ada pemahaman yang sangat bodoh , dan mungkin tujuannya seperti pendirinya ( belanda ) tidak menginginkan jamaahnya paham islam yang murni , karena kalau banyak yang paham tentang islam yang sebenarnya bisa lari semua jemaahnya.
ustadz saya usul agar di bahas juga tentang penyimpangannya Abdurrahman Wahid / Gus Dur, bukankah permusuhannya terhadap salafiyun sangat keras sekali. Apalagi ada rumor bahwa makamnya akan dijadikan sebagi tempat pariwisata,,
jazaakallahu khaira atas responnya
toh kalo umat jika ditengkan yg hak pasti bisa menilai mana yg hak dan mana yg bathil.
saya salut dg ust. firanda -hafidhohullah-
namun inkar mungkar fi ba'dhil ahyan qod yusabbibu mafsadah a'dhom. barokallhu fikum
Dengan adanya kisah ini hendaknya
1. menjadikan kita semakin waspada, bahwa diri kita pun tidaklah aman dari musibah semacam ini, Lihatlah kedua orang tersebut yang satu alumnus Ummu 'l-Qura Makkah sementara yang lain adalah anak ulama besar Ibnul Jauzy, setelah mengetahui yang al-haq mereka justru malah berpaling dari kebenaran
2. sehingga memotivasi diri utk melazimkan berdoa dengan sungguh2 agar Allah meneguhkan hati kita dalam ketaatan dan melindungi kita dari kesesatan.
3. hendaknya semakin mendorong kita mensyukuri nikmat terbesar dalam hidup kita yaitu berjalan di atas manhaj Salaf ash-Shalih ini.
4. menumbuhkan perasaan kasihan kepada saudara-saudara kita yang belum mengenal dakwah ini, sehingga rasa kasihan itu mendorong kita untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri kita untuk mendakwahi mereka ke jalan ini, karena kita menginginkan nikmat yang telah kita rasakan dari dakwah ini ikut dinikmati juga oleh saudara-saudara kita tersebut
5. perasaan kasihan ini juga seharusnya semakin mendorong kita untuk bersabar ketika berhadapan dengan gangguan mereka, tetap menunjukkan akhlak terbaik kita (termasuk dengan lisan dan tulisan kita di forum ini ketika berhadapan dengan mereka yang benci dengan dakwah ini)
6. perasaan kasihan ini juga hendaknya mendorong kita agar memohonkan ampunan dan hidayah untuk mereka.
Barakallahu Fiik, Ustadz Firanda. Artikel antum sangat-sangat inspiratif dan sarat dengan hikmah.
“Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabi’uts tsani 1345H/21 Oktober 1926M mencantumkan pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami dan menyatakan bahwa selamatan setelah kematian (yakni Tahlilan dan Yasinan-ed) adalah Bid’ah yang hina/tercela, namun tidak sampai mengharamkannya . (Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, keputusan Muktamar, Munas Kombes Nahdhatul Ulama (1926M) (LTN NU Jawa Timur Bekerja sama dengan Penerbit Khalista, Surabaya-2004. Cetakan ketiga, Februari 2007 Halaman 15 s/d 17).” (KH. Makhrus Ali dalam buku “Mantan Kyai NU menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah para Wali” hal.19)
Kalau Tesis/desertasi hanya sebagian yang tahu, tapi kalau muktamar semua peserta muktamar tahu.
- Mendukung nasakomnya suharto dalam menghadapi masyumi .
- Menggembosi partai islam ( PPP )
- Mendeklarasikan azaz tunggal Pancasila , dan ini sangat aneh karena kelompok ini menyatakan sebagai ahlus sunnah namun menyanjung tinggi hukum ciptaan manusia dan mengesampingkan hukum Allah.
- Alergi dengan usaha menjadikan Indonesia berdasarkan syariat islam , padahal dia sendiri menyatakan dirinya orang islam ,aneh kan .....
-pernah menyerukan fatwa bughat , padahal dia alergi dengan syariat islam dan lebih suka kepada bidah dan nyembah2 kuburan , sedangkan bughat hanya bisa diterapkan di negara yang menggunakan syariat islam dalam pemerintahannya .
Awal berdirinya saja , kelompok ini sudah tidak diakui oleh kongres al islam yang diadakan oleh pemerintah saudi saat itu , sehingga kelompok ini membalasnya dengan mengeluarkan larangan ulama wahabi untuk datang ke Indonesia , dan bahkan menghasut orang muslim untuk tidak beribadah haji karena mekah telah menjadi negara wahabi .......
Semoga Allah menguatkan para penyeru kebenaran untuk tabah dalam cobaanNya , dan untuk anggota ( jamaah ) kelompok ini , aku berdoa semoga mendapat hidayah Allah kepada pemahaman islam yang benar yaitu paham salaf shalih .
http://id.berita.yahoo.com/mui-ada-kesalahan-memahami-syiah-215800645.html
tolong tunjukkan buktinya jika memang ustad firanda berdusta... ana tunggu bukti yg konkret bukan hanya berbicara tanpa bukti.....
http://www.globalmuslim.web.id/2012/01/kiyai-nu-membantah-hujatan-keji-said.html#comment-form
aneh,,yng dmksd kalian salafus sholih itu sypa.?
yang dimaksud saudara2 disini kmbali kpda alqur'an dan hadits mnrut penafsiran sypa..?aneh sya,,,,
jg bilang,klo anehnya saudara2 mrasa benar?karena dajjal juga memang aneh,
hahaha...
qta orang indonesia,ga ngerti bhsa arab,sejrah alqur'an dan hadits saja kbnyakan qta hnya bljar dr kitab2 dan buku2 yng juga krngan orang,dan qta tdk tahu orng yng mengarang kitabnya orng yng bgmn,,/?
lalu,saudara2 kmbali kpda alqur'an dan hadits/sunnah mnrut ilmunya sypa?
ah,,anda tlah bermmpi kmbali kpda asli,,tulisan alqur'an saja sdah tidak asal..bgmn,,,??trlalu singkat anda semua berfikir..
terimakasih
ana rasa sudah sangat sering ustadz2 Salafi/Wahabi menjelaskan siapa itu SALAFUSH SHOLIH. agak keterlaluan malasnya antum kalau hal segeneral ini saja antum tidak mengetahuinya.
pertanyaan ana, jika kita tidak kembali kepada SALAFUSH SHOLIH dalam memahami Al Quran dan As Sunnah, lalu kepada siapa?
Punten juga ...
#1. "aneh,,yng dmksd kalian salafus sholih itu sypa..?"
Wah, Mas Iqbal masih seorang muslim..? Salafush Shalih telah sangat lazim dikenal sebagai para pendahulu kita yang shalih yaitu: para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam, murid-murid mereka (Tabi'in) dan para murid-murid Tabi'in tadi (Atba'ut Tabi'in). Definisi ini telah lazim dikenal kalangan Aswaja, jadi aneh kalo Anda tidak mengenalnya.
#2. "yang dimaksud saudara2 disini kmbali kpda alqur'an dan hadits mnrut penafsiran sypa..?" Ya, tentu saja selaras dengan pemahaman para Salafush Shalih tadi.
#3. "klo anehnya saudara2 mrasa benar?karena dajjal juga memang aneh,
hahaha..." Justru bagi orang yang telah terang bahwa ilmu yang diambilnya telah selaras dengan al-Quran dan as-Sunnah dan mengikuti pemahaman para Salafush Shalih wajib bagi mereka untuk meyakininya sebagai kebenaran bukan hanya merasa benar. Sementara itu keyakinan yang benar, juga harus ditopang dengan ilmu dan akhlaq yang benar dalam menghadapi persoalan mana yang murni khilafiah dan persoalan mana yang bersifat diametral sunnah dan bid'ah. Justru saya merasa aneh, Anda menyamakan Dajjal dengan orang-orang yang mengikuti jalan Salafush Shalih apa dasarnya. Apa Mas Iqbal benar-benar mengerti tentang Dajjal menurut Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam atau hanya kata sia anu anu dst..?
#4. "qta orang indonesia,ga ngerti bhsa arab,sejrah alqur'an dan hadits saja kbnyakan qta hnya bljar dr kitab2 dan buku2 yng juga krngan orang,dan qta tdk tahu orng yng mengarang kitabnya orng yng bgmn,,/?" Aduh, Mas Iqbal. Jangan bawa-bawa kita dong. Kondisi pribadi yang tidak mau mempelajari al-Quran dan al_Hadits beserta ilmu pendukungnya jangan kemudian diproyeksikan /disamaratakan dengan seluruh orang Indonesia. Gak fair namanya. Masih banyak orang Indonesia selain Mas Iqbal yang hari ini belajar al-Quran dan al-Hadis beserta ilmu alatnya yang tentunya juga mengerti bahasa Arab. Yang tidak mengerti bahasa Arab, kendalanya cuma dua koq: gak mau atawa belum sempat.
Ya, bagaimana bisa tau kualitas personal penulis kitab, wong membacanya aja gak mau, belum2 dah gak punya minat duluan.
#6. Tolong bantu diri Anda dan teman-teman Anda yang sepaham untuk mulai menulis dengan kalimat-kalimat yang terstruktur dan jelas, kalau belum bisa memberikan argumen yang baik. Karena tulisan akan memberikan refleksi tentang pribadi dan cara berpikir Anda.
Terima Kasih juga
aku rasa lebih mending membaca kitab ulama yang sudah dikenal oleh umat islam seluruh dunia dari jaman dulu sampai akhir , daripada kitabnya ulama kediri yang sukanya ngumpet dan berbuat bidah .
Katanya ilmu harus mangkul tanpa
putus sampai ke Nabi. Jadi sanad dari akh Iqbal adalah sebagai berikut :
Iqbal --> Guru1 --> Guru2 --> ... --> Hasan Ubadilah --> .......... --> Nabi.
Persoalannya rentang waktu antara Hasan Ubadilah sampai ke Nabi berjarak sekitar 14 abad. Jadi mulai dari Hasan Ubadilah mangkulnya kemana ya ?
Jadi mangkulnya LDII putus sampai Hasan Ubadilah.
Klaim mangkul sepantasnya dan hanya sepantasnya ditujukan kepada anak-anak dan orang jahil dari kebanyakan umat ini, namun apa mau dikata yang awalnya igauan orang, bisa berubah jadi hujjah.
Punten Akh Iqbal jangan mengikuti "orang mengigau".
Wassalam.
penulis web ini bermazhab apa ya....
Konon bermadzhab Salaf yakni, Rosul Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam, Shahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in dan Ulama Salaf yang wafat sebelum 300 H
Contoh amalan Madzhab ini adalah Tidak Maulidan, Tidak Selametan orang Meninggal, Tidak bikin dzikir atau sholawat khusus sampai ribuan kali, Tidak mau sujud/ruku' pada Kuburan dll
Lebih lengkap coba baca kitab Kisah Hidup Para Shahabat aja deh, disitu ada amalan dari para pengikut Nabi yang sudah di ridhoi nya.
Insya Allah bermanfaat.
tanpa bermaksud untuk mempromosikan, ana sudah baca buku BERSIKAP ADIL KEPADA WAHABI yang disusun oleh AM. Waskito, yang isinya BANTAHAN atas Trilogi buku Idahram, yang memojokkan/menghasut/memfitnah Dakwah Salafi dan Kerajaan Saudi. Buku ini di(peng)antar oleh Dr Said Aqil Siradj dan Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah). Ana benar-benar terang benderang setelah membaca ini. Alhamdulillah.
Intinya, sebarkanlah ideologi kita masing-masing tanpa bermusuhan. toh pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilai dan memilih mana manhaj yang akan mereka anut....
(sedih)
Wassalam.
kami Lajnah Nusrotul Aa'li wal Ashab. STDI JEMBER.
RSS feed for comments to this post