Bantahan

Kategori: Bantahan
Diterbitkan pada 23 November 2011 Klik: 82563
Print

Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang merupakan cucu dan keturunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, menjadi keturunan orang yang paling mulia yang pernah ada di atas muka bumi.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan kita untuk memperhatikan para Ahlul Bait. Kita sebagai seorang ahlus sunnah, bahkan sebagai seorang muslim harus menghormati keturunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika keturunan Nabi tersebut adalah orang yang bertakwa.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وأهلُ بَيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي

"Dan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti (keluargaku), aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti keluargaku"
(HR Muslim no 2408)

Yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk bertakwa kepada Allah dalam memperhatikan hak-hak Ahlul Bait, dan memerintahkan kita untuk menghormati mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Ahlul Bait memiliki manzilah dalam Islam.


Abu Bakar radhiallahu 'anhu pernah berkata kepada Ali bin Abi Thholib :

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَرَابَةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أحبُّ إليَّ أنْ أَصِلَ من قرابَتِي

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh kerabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih aku sukai untuk aku sambung (silaturahmi) daripada kerabatku sendiri"
(HR Al-Bukhari no 3711)


Sungguh begitu bahagianya tatkala saya bertemu dengan cucu-cucu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Kota Nabi shallallahu yang tegar dan menyerukan sunnah Nabi dan memerangi kesyirikan dan kebid'ahan. Begitu bahagianya saya tatkala sempat kuliah di Unversitas Islam Madinah program jenjang Strata 1 selama 4 tahun (tahun 2002 - 2006) di fakultas Hadits yang pada waktu itu dekan kuliah hadits adalah Doktor Husain Syariif al-'Abdali yang merupakan Ahlul Bait…yang menegakkan sunnah-sunnah leluhurnya dan memberantas bid'ah yang tidak pernah diserukan oleh leluhurnya. Alhamdulillah hingga saat artikel in ditulis beliau masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Hadits

Akan tetapi merupakan perkara yang sangat menyedihkan tatkala saya mendapati sebagian ahlul bait yang menjadi pendukung bid'ah…pendukung aqidah dan amalan yang tidak pernah diserukan oleh Leluhur mereka habibuna Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan betapa banyak orang syi'ah Rofidoh yang mengaku-ngaku sebagai cucu-cucu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan mereka mengkafirkan ahlul bait yang sangat dicintai oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu istri beliau 'Aisyah radhiallahu 'anhaa. Demikian juga mereka mengkafirkan lelaki yang paling dicintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu Abu Bakar radhiallahu 'anhu. Wallahul Musta'aan…


Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaa'ah terhadap Ahlul Bait adalah sikap tengah antara sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dan sikap kurang/keras kepada Ahlul Bait.

Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengenal keutamaan orang yang menggabungkan antara keutamaan takwa dan kemuliaan nasab.

-         Maka barangsiapa diantara Ahlul Bait yang merupakan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka Ahlus Sunnah mencintainya karena tiga perkara, karena sebagai sahabat Nabi, karena ketakwaannya dan karena kekerabatannya dengan Nabi.

-         Barangsiapa diantara Ahlul Bait yang bukan merupakan sahabat akan tetapi bertakwa maka Ahlus Sunnah mencintainya karena dua perkara, karena ketakwaannya dan karena kekerabatannya.

Ahlus Sunnah meyakini bahwa kemuliaan nasab mengikuti kemuliaan takwa dan iman.

Adapun barangsiapa diantara Ahlul Bait yang tidak bertakwa maka kemuliaan nasabnya tidak akan memberi manfaat baginya. Allah telah berfirman :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu (QS Al-Hujuroot : 13).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

"Barang siapa yang amalannya memperlambatnya maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya" (HR Muslim no 2699)

Al-Imam An-Nawawi mengomentari hadits ini :

مَعْنَاهُ مَنْ كَانَ عَمَلُهُ نَاقِصًا لَمْ يُلْحِقْهُ بِمَرْتَبَةِ أَصْحَابِ الأَعْمَالِ فَيَنْبَغِى أَنْ لاَ يَتَّكِلَ عَلَى شَرَفِ النَّسَبِ وَفَضِيْلَةِ الآبَاءِ وَيُقَصِّرُ فِى الْعَمَلِ

"Makna hadits ini yaitu barang siapa yang amalnya kurang maka nasabnya tidak akan membuatnya sampai pada kedudukan orang-orang yang beramal, maka seyogyanya agar ia tidak bersandar kepada kemuliaan nasabnya dan keutamaan leluhurnya lalu kurang dalam beramal" (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 17/22-23)

Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata :

فَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ أَنْ يَبْلُغَ بِهِ الْمَنَازِلَ الْعَالِيَةَ عِنْدَ اللهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ فَيُبَلِّغُهُ تِلْكَ الدَّرَجَاتِ، فَإِنَّ الله تَعَالَى رَتَّبَ الْجَزَاءَ عَلَى الأَعْمَالِ لاَ عَلَى الأَنْسَابِ كَمَا قَالَ تَعَالَى فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّوْرِ فَلاَ أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَتَسَاءَلُوْنَ

"Barangsiapa yang amalnya lambat dalam mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah maka nasabnya tidak akan mempercepat dia untuk mencapai derajat yang tinggi tersebut. Karena Allah memberi ganjaran/balasan atas amalan dan bukan atas nasab sebagaimana firman Allah

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلا يَتَسَاءَلُونَ (١٠١)

"Apabila sangkakala ditiup Maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya" (QS Al-Mukminun : 101)" (Jaami al-'Uluum wa al-Hikam hal 652)

Ibnu Rojab berkata selanjutnya:

"Dan dalam Musnad (*Ahmad) dari Mu'adz bin Jabal bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala mengutus beliau ke negeri Yaman maka Nabi keluar bersama beliau sambil memberi wasiat kepada beliau, lalu Nabi berpaling dan menghadap ke kota Madinah dengan wajahnya dan berkata :

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي الْمُتَّقُوْنَ، مَنْ كَانُوْا حَيْثُ كَانُوْا

"Sesungguhnya orang-orang yang paling dekat dengan aku adalah orang-orang yang bertakwa, siapa saja mereka dan di mana saja mereka" (*HR Ahmad no 22052)

Dan At-Thobroni mengeluarkan hadits ini dengan tambahan :

إِنَّ أَهْلَ بَيْتِي هَؤُلاَءِ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ أَوْلَى النَّاسِ بِي وَلَيْسَ كَذَلِكَ، إِنَّ أَوْلِيَائِي مِنْكُمُ الْمُتَّقُوْنَ مَنْ كَانُوْا وَحَيْثُ كَانُوْا

"Sesungguhnya Ahlul Bait mereka memandang bahwasanya mereka adalah orang yang paling dekat denganku, dan perkaranya tidak demikian, sesungguhnya para wali-waliku dari kalian adalah orang-orang yang bertakwa, siapapun mereka dan di manapun mereka"
(*HR At-Thobroni 20/120 dan Ibnu Hibbaan dalam shahihnya no 647. Al-Haitsaimy dalam Majma' Az-Zawaid (10/400) berkata : Isnadnya jayyid (baik), demikian juga Syu'aib Al-Arnauuth berkata : Isnadnya kuat)

Dan semua ini didukung oleh sebuah hadits yang terdapat di Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari 'Amr bin Al-'Aash bahwasanya beliau mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ آلَ أَبِي فُلاَنٍ لَيْسُوْا لِي بِأَوْلِيَاءِ وَإِنَّمَا وَلِيِّي اللهُ وَصَالِحُو الْمُؤْمِنِيْنَ

"Sesungguhnya keluarga ayahku –yaitu si fulan- bukanlah para waliku, dan hanyalah para waliku adalah Allah, dan orang-orang mukmin yang sholih" (*HR Al-Bukhari no 5990 dan Muslim no 215)

Rasulullah memberi isyarat bahwa walaa' kepada beliau tidak diperoleh dengan nasab meskipun dekat nasabnya, akan tetapi diperoleh dengan keimanan dan amalan sholeh. Maka barangsiapa yang imannya dan amalannya semakin sempurna maka walaa'nya semakin besar kepada Nabi, sama saja apakah ia memiliki nasab yang dekat dengan Nabi ataukah tidak. Dan dalam penjelasan ini seorang (penyair) berkata :

لعمرُك ما الإنسانُ إلَّا بِدِيْنِهِ              فَلاَ تَتْرُكِ التَّقْوَى اتِّكالاً عَلَى النَّسَبِ

لَقَدْ رَفَعَ الإِسْلاَمُ سَلْمَانَ فَارِسٍ            وَقَدْ وَضَعَ الشِّرْكُ النَّسِيبَ أبا لَهَبِ

"Tidaklah seseorang (bernilai) kecuali dengan agamanya

Maka janganlah engkau meninggalkan ketakwaan dan bersandar kepada nasab

Sungguh Islam telah mengangkat Salman Al-Farisi (*yang bukan orang arab)

Dan kesyirikan telah merendahkan orang yang bernasab tinggi si Abu Lahab".


(Demikian perkataan ibnu Rojab, Jaami' al-'Uluum wa al-Hikam, hal 653-654, Syarah hadits ke 36)

Al-Imam An-Nawawi mengomentari hadits di atas:

ومعناه إِنما وليي من كان صالحا وإِن بَعُدَ نَسَبُه مِنِّي وليس وليي من كان غير صالح وان كان نسبه قريبا

"Dan maknanya adalah : Yang menjadi Waliku hanyalah orang yang sholeh meskipun nasabnya jauh dariku, dan tidaklah termasuk waliku orang yang tidak sholih meskipun nasabnya dekat" (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 3/87)



Sungguh sangat menyedihkan ternyata di tanah air Indonesia ada sebagian Ahlul Bait yang menjadi pendukung bid'ah dan aqidah yang menyimpang. Sehingga sebagian masyarakat muslim Indonesia langsung tertarik dengan dakwah yang diserukannya. Bahkan sebagian masyarakat Indonesia menyangka bahwa apa saja yang dibawa dan didakwahkan olehnya itulah kebenaran.

Padahal di sana masih banyak Ahlul Bait (para Habib) yang menyeru kepada sunnah Nabi dan memerangi bid'ah.

Oleh karenanya pada artikel ini saya ingin menjelaskan kepada para pembaca bahwasanya para habib bukan hanya mereka-mereka yang menyeru pada acara bid'ah (habib-habib sufi) atau mereka-mereka yang menyeru kepada kekufuran (seperti habib-habib syi'ah rofidhoh) akan tetapi masih banyak habib-habib yang menyeru kepada tauhid dan sunnah serta memerangi kesyirikan dan bid'ah.



HABIB-HABIB MENOLAK MAULID

Berikut ini nasehat yang datang dari lubuk hati yang paling dalam yang ditulis oleh para habib wahabi kepada para habib yang gemar melaksanakan perayaan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:



"Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, Yang Maha pemberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari para hambaNya kepada jalan yang lurus. Sholawat dan salam tercurahkan kepada manusia tersuci yang telah diutus sebagai rahmat untuk alam dan juga tercurahkan kepada keluarganya  serta seluruh para sahabatnya.

Kemudian daripada itu, di antara Prinsip-prinsip yang agung yang berpadu di atasnya hati-hati para ulama dan kaum Mukminin adalah meyakini (mengimani) bahwa petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling sempurna, dan syari’at yang beliau bawa adalah syari’at yang paling sempurna, Allah Ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. (QS. Al maidah:3)

Dan meyakini (mengimani) bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan agama yang dipanuti oleh seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga aku lebih dia cintai dari ayahnya, anaknya, dan semua manusia. (HR. al-Bukhari & Muslim)

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penutup para nabi, Imam orang-orang yang bertaqwa, Pemimpin anak-cucu Adam, Imam Para Nabi jika mereka dikumpulkan, dan Khatib mereka jika mereka diutus, si Pemilik al-Maqoom al-Mahmuud dan Telaga yang akan dihampiri, Pemilik bendera pujian, pemberi syafa’at manusia pada hari kiamat, Pemilik al-Washiilah dan al-Fadhiilah. Allah telah mengutusnya dengan membawa kitab suci yang terbaik, dan Allah telah memberikan kepadanya syari'at yang terbaik, dan Allah menjadikan umatnya sebagai umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. al-Ahzab: 21)

Dan di antara kecintaan kepada beliau adalah mencintai keluarga beliau (Ahlul Bait), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Aku mengingatkan kalian kepada Allah pada Ahlu Bait (keluarga)ku. (HR. Muslim).

Maka wajib bagi keluarga Rasulullah (Ahlul Bait) untuk menjadi orang yang paling yang mulia dalam mengikuti Sunnah Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam, paling meneladani petunjuknya, dan wajib atas mereka untuk merealisasikan cinta yang sebenarnya (terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, red.), serta menjadi manusia yang paling menjauhi hawa nafsu. Karena Syari’at datang untuk menyelisihi penyeru hawa nafsu, Allah Ta’ala berfirman:

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (٦٥)

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa’: 65)

Kecintaan yang hakiki pastilah akan malazimkan Ittiba’ yang benar. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣١)

Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)

Seseorang bukan hanya sekedar berafiliasi kepada beliau secara nasab sudah cukup untuk menjadikannya sesuai dengan kebenaran dalam segala perkara yang tidak mungkin untuk disalahkan atau berpaling darinya.

Dan di antara fenomena yang menyakitkan hati seseorang yang diterangi oleh Allah Ta’ala pandangannya dengan cahaya ilmu, dan mengisi hatinya dengan cinta dan kasih sayang kepada keluarga NabiNya (ahlul bait), khususya jika dia termasuk Ahlul Bait, dari keturunan beliau yang mulia : Adalah terlibatnya sebagian anak-cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia (Ahlul Bait/Habaib) dalam berbagai macam penyimpangan syari’at, dan pengagungan mereka terhadap syi’ar-syi’ar yang tidak pernah dibawa oleh al-Habib al-Mushtafa Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan di antara syi’ar-syi’ar yang diagungkan yang tidak berdasarkan petunjuk moyang kami Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut adalah bid’ah peringatan Maulid Nabi dengan dalih cinta. Dan ini merupakan sebuah penyimpangan terhadap prinsip yang agung ini (*yaitu sempurnanya syari'at dan petunjuk Nabi), dan tidak sesuai dengan Maqasidu asy-Syari'at yang suci yang telah menjadikan ittiba’ (mengikuti) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.

Karena kecintaan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengharuskan ittiba’ (mengikuti) beliau Shallalllahu ‘alaihi wasallam secara lahir dan batin. Dan tidak ada pertentangan antara mencintai beliau dengan mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan ittiba’ (mengikuti) beliau merupakan landasan kecintaan kepadanya. Dan orang-orang yang mengikuti beliau secara benar (Ahlul ittiba’) adalah mereka yang meneladani sunnahnya, menapak tilas petunjuknya, membaca sirah (perjalanan hidup)nya, mengharumi majelis-majelis mereka dengan pujian-pujian terhadapnya tanpa membatasi pada hari tertentu, dan tanpa sikap berlebihan dalam menyifatinya serta menentukan tata cara yang tidak berdasar dalam syari’at Islam.

Dan di antara yang membuat perayaan tersebut sangat jauh dari petunjuk Nabi adalah sikap berlebih-lebihan (pengkultusan) kepada beliau dengan perkara-perkara yang beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri tidak mengizinkannya dan tidak meridho dengan hal itu. Sebagian sikap berlebih-lebihan tersebut dibangun di atas Hadits-hadits yang bathil dan aqidah-aqidah yang rusak. Telah valid dari Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam pengingkaran terhadap sikap-sikap yang berlebihan seperti ini, dengan sabdanya:

Janganlah kalian berlebih-lebihan kepadaku seperti orang-orang nasrani yang berlebih-lebihan terhadap putra maryam. (HR. al-Bukhari)

Maka bagaimana dengan faktanya, sebagian majelis dan puji-pujian dipenuhi dengan lafazh-lafazh bid’ah, dan istighatsah-istighatsah syirik.

Dan perayaan Maulid Nabi merupakan amalan/perbuatan yang tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorangpun dari kalangan Ahlul Bait yang mulia, seperti ‘Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Ja’far ash-Shadiq, serta tidak pernah pula diamalkan oleh para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam –Radhiyallahu ‘anhum ajma’in—begitu pula tidak pernah diamalkan oleh seorang pun dari para tabi’in dan para pengikut tabi'in, dan tidak pula Imam Madzhab yang empat, serta tidak seorangpun dari kaum muslimin pada periode-periode pertama yang dimuliakan.

Jika ini tidak dikatakan bid’ah, lalu apa bid’ah itu sebenarnya? Dan Bagaimana pula apabila mereka bersenandung dengan memainkan rebana?, dan terkadang dilakukan di dalam masjid-masjid? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan -tentang acara seperti ini dan yang semisalnya-  suatu perkataan sebagai pemutus yang tidak ada pengecualian di dalamnya: "Semua bid’ah itu sesat". (HR. Muslim).

Wahai Tuan-tuan Yang terhormat! Wahai sebaik-baiknya keturunan di muka bumi, sesungguhnya kemulian Asal usul dan nasab merupakan kemulian yang diikuti dengan taklif (pembebanan), yakni melaksanakan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berusaha untuk menyempurnakan amanahnya setelah sepeninggalnya, dengan menjaga agama, menyebarkan dakwah yang dibawanya.

Dan sikap seseorang yang mengikuti apa yang tidak dibolehkan oleh syari’at tidak mendatangkan kebenaran sedikitpun, dan merupakan amalan yang ditolak oleh Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Waspadalah dan bertakwalah kalian kepada Allah, wahai para Ahlu bait Nabi!, Jangan kalian diperdayakan oleh kesalahan orang yang melakukan kesalahan, dan kesesatan orang yang sesat, sehingga kalian menjadi para pemimpin di luar garis petunjuk! Demi Allah, tidak seorangpun di muka bumi ini lebih kami inginkan untuk mendapatkan hidayah daripada kalian, karena kedekatan kekerabatan kalian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ini merupakan seruan dari hati-hati yang mencintai dan menginginkan kebaikan bagi kalian, dan menyeru kalian untuk selalu mengikuti sunnah leluhur kalian (*Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan meninggalkan bid’ah maulid ini dan seluruh amalan yang tidak diketahui oleh seseorang dengan yakin bahwa itu merupakan sunnah dan agama yang dibawanya, maka bersegeralah dan bersegeralah, Karena : Barang siapa yang lambat dalam amalnya, niscaya nasabnya tidak akan mempercepat amalnya tersebut. (HR. Muslim).

Yang menanda tangani risalah di atas yaitu:

1. Habib Syaikh Abu Bakar bin Haddar al-Haddar (Ketua Yayasan Sosial Adhdhamir al-Khairiyah di Tariim)

2. Habib Syaikh Aiman bin Salim al-'Aththos (Guru Ilmu Syari’ah di SMP dan Khatib di Abu ‘Uraisy)

3. Habib Syaikh Hasan bin Ali al-Bar (Dosen Kebudayaan Islam Fakultas Teknologi di Damam dan Imam serta khatib di Zhahran.

4. Habib Syaikh Husain bin Alawi al-Habsyi (Bendahara Umum ‘Muntada al-Ghail ats-Tsaqafi al-Ijtima’I di Ghail Bawazir)

5. Habib Syaikh Shalih bin Bukhait Maula ad-Duwailah (Pembimbing al-Maktab at-Ta’awuni Li ad-Da’wah wal Irsyad wa Taujih al-Jaliyat, dan Imam serta Khatib di Kharj).

6. Habib Syaikh Abdullah bin Faishal al-Ahdal (Ketua Yayasan ar-Rahmah al-Khairiyah, dan Imam serta Khatib Jami’ ar-Rahmah di Syahr).

7. Habib Syaikh DR. ‘Ishom bin Hasyim al-Jufri (Ustadz Musaa'id Fakultas Syari’ah Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Ummu al-Qurra’, Imam dan Khotib di Mekkah).

8. Habib Syaikh ‘Alawi bin Abdul Qadir as-Segaf (Pembina Umum Mauqi’ ad-Durar )

9. Habib Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Maqdi (Pembina Umum Mauqi’ ash-Shufiyah, Imam dan Khotib di Damam).

10. Habib Syaikh Muhammad bin Muhsi al-Baiti (Ketua Yayasan al-Fajri al-Khoiriyah, Imam dan Khotib Jami’ ar-Rahman di al-Mukala).

11. Habib Syaikh Muhammad Sami bin Abdullah Syihab (Dosen di LIPIA Jakarta)

12. Habib Syaikh DR. Hasyim bin ‘Ali al-Ahdal (Prof di Universitas Ummul Qurra’ di Mekkah al-Mukarramah Pondok Ta’limu al-Lughah al-‘Arabiyah Li Ghairi an-Nathiqin Biha)

Sumber: (http://www.islammemo.cc/akhbar/arab/2009/03/08/78397.html), atau di (http://www.islamfeqh.com/News/NewsItem.aspx?NewsItemID=1002), atau di (http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=164925), atau di



Sepak Terjang Para Habib Memberantas Syirik dan Bid'ah        

Untuk lebih mengenal sepak terjang para Habib wahabi yang getol membela sunnah leluhur mereka dan memerangi bid'ah yang tidak pernah diajarkan oleh leluhur mereka, maka kami sangat berharap kepada para pembaca sekalian untuk mengunjungi website-website berikut ini:

Pertama : www.dorar.net , sebuah website yang dimiliki dan dikelola oleh Habib 'Alawi bin 'Abdil Qoodir As-Saqqoof. Dalam web ini para pembaca bisa melihat sepak terjang beliau dalam berdakwah di atas manhaj salaf dan memberantas bid'ah.

Bahkan dalam website beliau ada penjelasan tentang bahwa nasab As-Syaikh Abdul Qoodir Al-Jailaani dan juga As-Syaikh Ahmad Ar-Rifaa'i bukanlah termasuk Ahlul Bait. Karena dalam rangka melariskan pemahaman yang sesat maka kaum sufi menisbahkan kedua Syaikh ini kepada Ahlul Bait. (silahkan lihat : http://www.dorar.net/enc/firq/2400)

Kedua : www.alsoufia.com, website ini dimiliki dan dikelola Habib Muhammad bin Abdillah Al-Maqdiy. Dalam web ini sangat nampak bagaimana usaha Habib Muhammad Al-Maqdy untuk membantah bid'ah sufi.

Ketiga : alalbayt.com, dalam web ini juga para pembaca yang budiman bisa melihat betapa banyak Ahlul Bait yang berjuang membela sunnah leluhur mereka dan memberantas ajaran baru (bid'ah) yang tidak pernah dilakukan oleh leluhur mereka. Bahkan para pembaca akan dapati bagaimana Ahlul Bait wahabi membantah Ahlul Bait Sufi dan Ahlul Bait Syi'ah



Demikian juga kami sangat berharap para pembaca untuk menelaah kitab-kitab berikut yang ditulis oleh para habib wahabi untuk membantah para habib sufi.

Pertama : kitab  نسيم حاجر في تأكيد قولي عن مذهب المهاجر, karya Mufti Hadromaut Habib Al-'Allaamah Abdurrohman bin Abdillah As-Saqqoof (wafat tahun 1375 H), yang kitab ini sungguh menggoncang para sufi di kita Hadromaut di Yaman. Silahkan mendownloadnya di (http://www.soufia-h.com/soufia-h/book/naseem-hajer.rar). Adapun resensi buku ini bisa dilihat di (http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=171629)

Kedua : Kitab  التصوف بين التمكين والمواجهة, karya Habib Muhammad bin Abdillah Al-Maqdi. Silahkan mendownload kitab tersebut di (http://d1.islamhouse.com/data/ar/ih_books/single3/ar_altasouf_bain_altamkeen.pdf),

Ketiga : Kitab   إلى أين أيها الحبيب الجفري؟, ini adalah kitab karya Habib Doktor Kholduun Makkiy Al-Hasaniy yang disusun untuk membantah Habib Ali Al-Jufri. Kitab ini sangat penting dan memiliki keterkaitan dengan Habib Munzir. Karena Habib Ali Al-Jufri dan Habib Munzir sama-sama berguru kepada guru yang sama yaitu Habib Umar bin Hafiizh, yang Habib Umar bin Hafiiz inilah yang pernah dihadirkan oleh Habib Munzir di Jakarta dan digelari sebagai Al-Musnid.

Habib Umar bin Hafiz inilah yang memberi kata pengantar bagi kitab Muridnya Habib Al-Jufri yang berjudul معالم السلوك للمرأة المسلمة yang telah dibantah oleh Habib Doktor Kholduun Makky Al-Hasaniy.

Habib Doktor Kholduun Makky Al-Hasaniy berkata di pengantar kitabnya tersebut :

"Dan gurunya Habib Umar bin Hafiizh telah memberikan kata pengantar terhadap buku ini, ia telah memuji kitab dan penulisnya (Habib Ali Al-Jufri) dengan pujian yang sangat tinggi. Bahkan sang guru telah menyifati buku tersebut dengan menyatakan bahwa buku tersebut adalah nafas-nafas (tulisan-tulisan) yang penuh keberkahan dan peringatan-peringatan yang mulia… telah dialirkan oleh Allah pada lisan Habib Al-Jufriy. Dan sang guru telah memuji Allah atas dimudahkannya dicetaknya kitab ini.

Jadi kitab ini adalah karya As-Syaikh Habib Al-Jufry dan telah diberkahi dan diberi pengantar oleh gurunya Habib Umar bin Hafiizh. Dengan demikian maka Habib Al-Jufry bertanggung jawab atas perkara-perkara yang ia tuliskan dalam buku ini" (lihat kitab Ila aina Ayyuhal Habiib Al-Jufriy hal 17).

Silahkan mendownload kitab ini di (http://www.4shared.com/document/bw_ToTWs/____.html) 

Habib Al-Jufri ini memiliki kesalahan-kesalahan fatal dalam masalah aqidah, bukan di sini perinciannya. Akan tetapi sekedar untuk wawasan maka silahkan lihat (http://www.youtube.com/watch?v=wPSbtto9wmM&feature=related).

Dan lihat cara ibadahnya (http://www.youtube.com/watch?v=EhO2OfBFZns&feature=related)

Dan Al-Jufriy ini juga suka mencela para ulama wahabi dan merendahkan mereka, sama seperti teman sejawatnya Habib Munzir. Silahkan lihat (http://www.youtube.com/watch?v=WBLWOOCJRrg).



Penutup : Mendoakan para habib :

Harapan besar senantiasa kita gantungkan kepada Allah agar para habib syi'ah atau sufi mau menerima nasehat yang disampaikan oleh para habib Wahabi. Sungguh betapa bahagia tatkala kita mendapati para habib mendakwahkan warisan leluhur mereka yaitu sunnah-sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan meninggalkan peribadatan bid'ah yang tidak pernah dikerjakan oleh leluhur mereka…

Dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifat-Nya yang ‘Ulya, semoga Allah mewafatkan kita dan seluruh kaum Muslim di dalam agama Islam yang di bawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita dan kaum muslim serta  terkhusus kepada para Habib sehingga menjadi panutan yang menuntun umat kepada jalan Allah yang lurus dan bukan menuntun kepada jalan kesesatan dan kekafiran. Allahumma aamiin…

Sungguh indah untaian do'a Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala beliau membuka sholat malam beliau

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

"Yaa Allah, Robny malaikat Jibri', Mikail, dan Isroofiil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui yang gaib maupun yang nampak…sesungguhnya Engkau yang menjadi Hakim diantara hamba-hambaMu pada perkara yang mereka perselisihkan…berilah aku petunjuk dengan idzinMu kepada kebenaran dari apa yang diperselisihkan…Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk bagi siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus"

 

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 27-12-1432 H / 23 November2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

Comments   

 
# faisal 2011-11-24 00:28
Assalamu'alaiku m ustadz Firanda, Waduh ustadz kenapa tidak dari dulu ini dikasi tau, saya juga heran kenapa tidak pernah kedengaran ada habib terutama di Arab Saudi dan negara-negar arab lainnya , padahal di sana itu asli keturunan Arab, dan saya juga heran kenapa habib-habib semuanya kebanyakan terdampar di Indonesia sampai tekhnisi lampu ditempatku habib juga dipanggil, makanya di Indonesia ini sudah sesak kebanyakan habib mungkin, apalagi kalau mau ngaji kayak 17 Agustusan dulu pake umbul-umbul segala, besok-besok saya pake nama habib aja deh di depan nama saya terus pake sorban biar banyak yang memuja-muja saya, orang sekarang gak mungkin nge check asal usulnya yang penting image dulu....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Informan 2011-11-25 12:15
Kalo ngaku-aku Habib agak susah, kalo ada jamaah yg kritis bisa dilaporin ke Maktab Daimi Rabitah Alawiyah atau ke Naqabatul Asyraf Al Kubra (lembaga di Indonesia yang mencatat keluarga Habaib, istilahnya kantor catatan sipilnya Habaib)untuk dicek bener kagak orang itu habib/syarifah. Cuma masyarakat kita kebanyakan kagak kritis, pokoknya asal liat orang Arab/mirip Arab dateng ke majelis pake jubah, sorban ama riddah langsung deh pade hormat.Ada orang di suatu forum diskusi cerita: dia punya teman mirip arab, suatu hari temennya iseng dateng ke suatu majelis seorang habib pake pakaian arab (jubah), begitu liat tuh orang langsung jamaah pada rebutan nyium tangan tuh orang, padahal kata dia temennya itu baru pertama kali datang ke ntu majelis hehe
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Keluargaku habaib 2011-11-24 00:41
Mantab sekali pembahasannya Ustadz.. Dengan mengetahui adanya habaib habaib yang mengikuti sunnah semoga bisa membuka mata pikiran dan telinga habaib habaib yang bid'ah karena sangat sulit menashihati para habaib yang sudah merasa diatas angin ini; omongan orang selain dari mereka tidak akan dianggap...

Allahumma inna Nas alukal hudaa wattuqoo wal afafa wal ghinaa
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2011-11-24 00:48
perlukah pada jaman sekarang ini memulyakan yang namanya habib atau keturunan nabi ini. sebab pada jaman sekarang ini kebanyakan habib sesat dari pada habib yang lurus connto seperti negara iran dan yaman ini negara habaib coba lihat ajarannya banyak yang menyembah-nyemb ah kuburan bahkan menganjurkan pada ummatnya. bagi saya apa bila ada orang membawakan suatu hujjah yang sesuai dengan alqur'an dan assunnah maka itu yang aku ambil meskipun yang menyampaikan seorang budak hitm.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# @nur 2011-11-24 01:07
afwan ustadz,yang ngasih istilah "habib wahabi" itu dari mana?saya lebih seneng dengar istilah "habib sunni/salafi"
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Mujahid Amiruddi 2011-11-24 01:10
Mas Faisal, saya jadi tertawa membca postingan antum he he
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hidup adalah pilihan 2011-11-24 13:46
pak ustad firanda ini kayaknya habib juga lho...hehehe
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mbah Gimun 2011-11-24 14:42
Quoting hidup adalah pilihan:
pak ustad firanda ini kayaknya habib juga lho...hehehe

kok tahu kalau beliau habib?
Karena dirimu telah menghabibkanku wkwkwkwk
Mnegigau nie ye
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Antanan 2011-11-24 13:49
Habib-Habib yang berserakan di INdonesia banyak yang Majhul
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu jufri 2011-11-24 14:05
Ucapan seorang habib yang dhoif musti diluruskan dengan ucapan Habib yang shohih..
musti di beri penjelasan begini ustad karena mereka2 yang di Indonesia tidaklah mengenal habib melainkan dari habib yang sufi dan syiah.. mereka menamakan habib yang faham salaf memberantas bid'ah disebut habib wahabi yang...
Satu lagi mendapat pencerahan dari tulisan antum... Barakallahufikm
JAzakallah khair..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Saleh 2011-11-24 14:39
alhamdulillah.. ...semakin terkuak kebenaran.
Barakallohu fiikum
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Asep supriyadi 2011-11-24 16:56
tumben nih komentar dari HABIBIER'S belom nongol....
pada kebakaran sorban kaleee yach
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdiee 2011-11-24 17:55
sungguh banyak ilmu yg saya dapat dr blok ustadz, yg paling saya sukai adalah saya bisa tahu kalau syaikh al sudais adalah imam msjd harom, dan bisa mendengar suara bacaan beliau yg benar2 indah menggetarkan hati,wlau tidak secara langsung... semoga Allah memberi kesempatan untuk sy, keluarga dan seluruh kaum muslimin untuk bisa brangkat ke sana, sungguh indah alunan suaranya beliau, jazakallah khairan ustdz.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdurrahmansaleh 2011-11-24 18:43
melihat isi site ini yg cukup 'HOT',
sekedar saran untuk admin firanda.com, untuk sering2 melakukan full backup terhadap site ini, karena rentan diserang hacker ynag dengki terhadap dakwah sunnah...
wallahu'alam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu saad as salafy 2011-11-24 19:01
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah..kebenaar an pasti akan muncul dan kebatilan pasti akan musnah..ini sudah sunnatullah..an berterima kasih kepada Allah Ta'ala kemudian kepada antum ustadz, atas bantahan ini. semoga Allah Tabaaraka wa Ta'aala memberkahi ilmu, waktu, harta, n keluarga antum.
mereka ingin mematikan cahaya sunnah, akan tetapi Allah enggan melainkan menampakkan cahaya sunnah tersebut di muka bumi. mereka ibarat orang yang ingin menutup matahari dengan tangan mereka, mungkinkah?? jawabannya tidak mungkin...semog a Allah Ta'ala memberikan taufiq-Nya kepada antum n kita semua untuk tetap di islam dan sunnah dan mewafatkan kita di atas islam dan sunnah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Hisyam Albrebesy 2011-11-24 23:08
JAzakumullohu khoer ats tausiahnya, ana izin shared. semoga Alloh Subhanahu wa TA'ala menjaga antum & keluarga, amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ali jufri 2011-11-24 23:48
Assalamualaikum ustadz firanda..

Ustadz kami mohon sudi kiranya artikel bantahan yang sarat dengan ilmu ini di bukukan mengingat propaganda dusta dari orang yang mengaku habib ini sudah keterlaluan, kasihan kaum muslimin dan pemuda yang jahil tertipu dengan orang ini dengan doktrin "sanad ilmu dan sanad nasab" (tanpa bukti) dan caci makinya terhadap ulama ahlussunnah wal jamaah..mengapa harus dibukukan? karena maslahatnya sangat besar ustadz tidak sedikit bahkan banyak orang bertobat dari kesesatan dan kebathilan lantaran membaca buku yang sarat dengan ilmu disamping itu juga bisa dijangkau oleh masyarakat kaum muslimin secara luas.. Mohon dipertimbangkan ustadz..

Berbahagialah kaum muslimin yang tidak tertipu oleh pengaku2 "habib" dengan doktrin "sanad ilmu", "sanad keturunan", "hafal sekian ribu hadits berikut matan bla..bla" tapi tidak terbukti
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hamidy 2011-11-25 07:02
Jazakallahu khair wa barakallahu fiik yaa ustadz..
sungguh ini sebuah artikel yang bermanfaat buat kami.
ana setuju dengan pendapat sebagian ikhwan, semoga Al ustadz firanda bersedia dan mempunyai kelapangan untuk membukukan bantahan terhadap penyimpangan-pe nyimpangan ahlul bida' yang dimaksud.
semoga Allah memberikan rahmatNya kepada sisa umur kita untuk 'ittiba kepada assunnah dan mematikan kita di atas assunnah..allah umma aamiin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hamba-Mu 2011-11-25 12:44
tak ada org yg smpurna, kesempurnaan hanya milik ALLah swt, semua pendapat ... ya... pendapat ... akal manusia
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Faeyza 2011-11-25 13:00
afwan ustadz ... adakah kitab2 yang ustadz maksud di akhir artikel ini, di Indonesia dengan terjemahan bahasa Indonesia. Maklum ana belum bisa bahasa Arab ... ustadz.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abdurrohim 2011-11-25 13:40
Assalaamu'alaykum..
Barokalloh fiikum...
sepertinya tanda tanda artikel terakhir ini, yang membahas kekeliruan habib munzir. Mudah mudahan di baca oleh para penggemarnya. sehingga bisa membuka mata mereka. menyadarkan mereka, terutama habibnya untuk kembali kepada ajaran kakek moyang nya, Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم. amin.....
Artikel ini sarat dengan ilmu. Sehingga manambah wawasan juga untuk kami.
mudah mudahan Allah senantiasa menjaga Ustadz Firanda dan adminnya firanda.com
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Faeyza 2011-11-25 14:07
jadi ingin liat Habib Munzir atau para pengikutnya membantah tulisan ini ... :)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hokaido 2011-11-25 20:58
"inna akromakum indaAllahi atqokum" walaisa binasabikum.kit a tak perlu mendewakan yg namanya nasab.semuanya adalah sama yg membedakan hanyalah TAQWA itu saja.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu nazyla abna huma 2011-11-25 21:49
Assalaamualaiku m Ustadz,
waah, berarti Ustadz masih di Madinah nih yah? Ane gelombang 2 dan tgl 27 Nov 2011 baru akan meluncur ke Madinah.

Bagaimana cara menghubungi Ustadz setiba saya di Madinah? Ustadz bikin kajian2kah di Madinah?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fairuz alhabsyi 2011-11-25 23:08
Alhamdulillah.. masyAllah tabarakallah..
ini yang di tunggu tunggu.. jazakallah khairan wa barakallah fi ilmik ustdz..
jadi lebih optimis dpt jdoh yg semanhaj n senasab hihihi....

semoga bisa segera di bukukan, klo ada kata pengantar dr habaib salafinya bisa lbh mantap..
smoga di mudahkan aminn...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fairuz alhabsyi 2011-11-25 23:12
sangat bermanfaat.. masyaallah..
smoga bisa sgera di bukukan.. amiinnn
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Majalah Masjid Kita 2011-11-26 00:22
subhanalloh
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Dadang 2011-11-26 11:32
Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, Salam kenal untuk semua saudara2... Saya hanyalah seorang Bani Adam. mampir disini untuk menambah ilmu...

Semoga Allah Subhanahuwa ta'ala mengampuni segala kesalahan kita dan menolong kita, serta menetapkan kita semua berada di Jalan-Nya yang Lurus. Amin

wassalam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu luqman al madiun 2011-11-26 16:36
setuju untuk di buku kan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu hudzaifah 2011-11-26 16:53
barokallahu fiik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu khadijah 2011-11-26 20:39
Assalamu'alaiku m ustadz, ana berfikir akan sangat bermanfaat bagi kaum muslimin di indonesia jika artikel ustadz yang ada di web ini yang berisikan bantahan thd sang habib di bukukan, dan akan sangat baik jika di cantumkan sambutan / kata pengantar dari para ahlu bayt yang ahlussunnah yang berada dimadinnah sebagai penguat materi kitab nya sehingga org indonesia yang kebanyakan lebih suka melihat figur keturunan rasululah akn terbuka mata hatinya dalam menimbang persoalan ini, semoga Allah memberikan hidayah bagi kaum muslimin indonesia agar dapat membedakan akidah dan ahlul bayt yang mana yang harus di ikuti, dan sang habib yang berada di indonesia ini bisa langsung lihat dan baca buku antum secara nyata, kalau perlu hadiahkan beberapa buku ke sekretariat majlis sang habib : )
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-11-27 20:16
Abu Khodijah

ana sangat setuju dengan usul antum. lalu diadakan juga acara bedah buku seperti yang sudah dilakukan asatidz salafiyun yang lain agar ada dialog dan interaksi langsung.

namun tanpa mengurangi rasa antusiame ana, kalo bisa ada ebook-nya juga dan bisa didonlot secara gratis, he5...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# bejo 2011-11-27 00:27
Alhamdulillah, jazakallahu khoir atas artikel yg bermanfaat. Semoga Allah memberkahi ilmu dan menjaga antum sekeluarga ustadz.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# febriy 2011-11-27 18:02
barakallahu fiik,
Ana senang sekali bantahan2 antum kpd habib mundzir ini, sudah lama ana tunggu koreksi terhadap kelompok ini, alhamdulillah Allah memudahkannya buat antum. Karen subhat nya cukup besar buat orang2 awam ust, jazakallahu khoiron

ana juga menunggu bantahan antum kpd ust Yusuf Manshur, tentang dakwahnya dia yang bertema sedekah melulu, krn ada saudara teman kantor ana yg dia mengeluarkan semua harta, gaji nya untuk fakir miskin dg harapan dapat balasan yg lebih,sampai menelantarkan anak nya, dan di dapati smua buku2 di kamar nya adalah tulisan ust(?)Yusuf manshur!! ana tunggu ust....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Khalil 2011-11-28 01:36
Biar bagaimanapun para habaib yang sholeh tetap di muliakan.Jangan kita mengolok-olok habaib.Hormati ilmunya,selagi mereka bertaqwa kepada Alloh dan memuliakan Rasulullah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ghuroba 2011-11-29 14:19
Quoting Abu Khalil:
Biar bagaimanapun para habaib yang sholeh tetap di muliakan.Jangan kita mengolok-olok habaib.Hormati ilmunya,selagi mereka bertaqwa kepada Alloh dan memuliakan Rasulullah.

Saya setuju pak, habib harus dihormati, tetapi juga tidak dikultuskan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamba Alloh 2011-11-28 13:02
Klo aku yg awam hanya bingung ngeliat kemewahan hidup habib2 di skitarku pdhl tetangganya pada miskin. Tp bnyk bgt yg begitu mengidolakan,, weew,, heran bgt. Dilihat dari gaya hidup aja udh gk bener apalagi ajarannya! Niy keturunan Manusia Mulia, apa mw cari dunia pake nasab? Menjijikkan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibn Hasan 2011-11-28 14:07
Alhamdulillah, memang keberadaan Habib di Indonesia memberi kontribusi kepada Pembodohan Ummat dan Mengajarkan Bid'ah dan Kesyirikan. Semoga dalam waktu ke depan Habib-habib Yang Sunnah datang ke Indonesia, untuk berdiskusi dengan Habib-Habib di Indonesia untuk meluruskan dan memberikan penerngan kepada ummat mengenai ajaran Syariat Islam Yang Murni.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Aa_April 2011-11-28 16:58
Ane sepakat dgn Ibn Hasan...Sekali- kali kita juga ngadain tabligh akbar yang ceramah adalah para Habaib yang ASLI....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abdurrohim 2011-11-28 17:20
Assalaamu'alaykum...
Kami mengharapkan agar Ustadz Firanda Hafidzahullah mau mendatangkan salah satu habib sunnah untuk ceramah di Indonesia.
Mudah mudahan ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu khadijah 2011-11-28 19:47
menanggapi posting abu hasan, kayaknya bagus juga tuh kalau ada habaib ahlussunnah dari madinah , di undang tabligh akbar di msejid istiqlal jakart, dipublikasikan agar kaum muslimin bisa mengenal habaib ahlussunnah dan bisa menimbang habaib2 yang ada disini, semoga dengan cara ini dapat membuka hati kaum muslimin indonesia, kira2 siapa yang mau menyelenggaraka n ya ? : )
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abunaufal 2011-11-29 13:27
Jazakallah khoir, Barakallahu fikum, semoga Allah memuliakan antum dengan ilmu antum, menjaga antum dan keluarga antum, semoga usaha antum benar-benar bisa merubah kondisi islam tanah air, terutama dikalangan anak muda yang makin memprehatinkan yang jauh dari sunnah, mereka lebih mengutamkan datang ke majelis2 "Dzikir & sholawatan" dari pada menghadiri seruan-seruan azan atau majelis majelis ilmu. Mereka sering me'label'i wahabi padahal tidak mengenal apa wahabi itu. Shubhannallah semoga usaha antum direspon masyarakat muslim indonesia yang merindukan surga. Amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aba hanif 2011-11-29 13:32
afwan ustad, apa tdk lebih hikmah jika istillah habib wahabi adalah habib ahlusunnah... saya kwatir jadi fitnah bagi para awam...yg akhirnya menjauhi dakwah ini, karena mendengar ada nama wahabi...jika dakwah hikmah bisa didahulukan,knp tidak... semoga jd masukan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2011-11-29 15:28
biar ada perbedaan mana yang habib ahli sunnah dan mana habib yang ahli bid'ah. karena semua pasti ngaku-ngaku ahli sunnah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# orang biasa 2011-11-29 23:41
saya pernah diajak utk mendengar ceramah habib di kwitang jakarta sktr th 2000. Ketika itu pikiran saya langsung BERANGGAPAN bhw jika demikian PASTI dia (habib) itu sangat dekat dengan Nabi tidak hanya NASAB tapi juga ILMU serta ANGGAPAN bahwa pasti yg disampaikan BENAR SEMUA.
Begitulah anggapan saya ketika itu karena ke-AWAM-an saya. Saya sangat antusias & khusuk bahkan mencatat point2 isi ceramahnya dan saya 100% BERKHUSNUZHON terhadap sang habib bhw dia adl manusia yg paling dekat dengan Allah.
sy termsuk org yg berprestasi disekolah sejak SD, SMP, & Perguruan tinggi bahkan selama SMA & PT sy peroleh dari beasiswa, tetapi AKAL saya tidak bisa bekerja dg baik ketika berhadapan dgn sang habib ini sampai2 sy mengkultuskan dia, & akhirnya pengkultusan tsb sirna setelah sy mengenal dakwah yg haq ini...alhamdulillah.
berdasarkan hal tsb, sy sangat berharap bila usulan para ikhwan diatas bisa direalisasikan segera, yakni MENDATANGKAN HABIB SUNNAH utk dauroh di Jakarta, agar tidak ada anggapan bhw habib itu hanyalah spt habib2 semisal habib munzir, atau habib2 indonesia lainnya yg berpemahaman sama sampai2 terjadi pengkultusan.
saya mengusulkan agar ada diantara ust yg menterjemahkan buku bantahan Habib Doktor Kholduun Makky Al-Hasaniy. syukron...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Maaya 2011-12-04 07:22
Saya kumpulkan artikel2 bantahan untuk Habib Munzir menjadi satu file dalam format pdf & ePub (untuk iPad/iPhone), silahkan download di sini:

http://islam.ibooks.tk/index.php?dir=/%21iPad%20iBooks
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# tendi 2011-12-08 02:06
Assalamualaikum ustad,

ana izin share artikel artikelnya

terima kasih
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rando 2011-12-11 08:55
hasil donlod artikel di atas (dan juga artikel lainnya) tidak mencantumkan tulisan arabnya. apakah ada ikhwan yang tahu bagaimana sebaiknya mendonlod supaya sekalian dengan tulisan arabnya ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rando 2011-12-11 08:56
maaf, maksudnya versi pdf-nya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# irham 2011-12-12 01:04
syukran ,barakallah stadz ,

izin share ..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu zainab 2011-12-12 08:35
PANDANGAN SUKARNO TENTANG PARA HABIB, Dalam suratnya yang ditujukan kepada A.Hasan, Sukarno berkata :
Endeh, 1 Desember 1934

Assalamu’alaikum,

Jikalau saudara memperkenankan, saya minta saudara mengasih hadiah kepada saya buku-buku yang tersebut berikut ini: Pengajaran Sholat, Utusan Wahabi, Al-Muctar, Debat Talqien. Al-Burhan Complete, Al-Jawahir.

Kemudian, jika saudara bersedia, saya minta sebuah risalah yang membicarakan soal “sajid” (kalangan sayyid atau habaib, red). Ini buat saya bandingkan dengan alasan-alasan saya sendiri tentang hal ini. Walaupun Islam zaman sekarang menghadapi soal yang beribu-ribu kali lebih besar dan lebih rumit dari pada soal “sajid” itu, tetapi toch menurut keyakinan saya, salah satu kejelasan Islam Zaman sekarang ini, ialah pengeramatan manusia yang menghampiri kemusrikan itu. Alasaan-alasan kaum “sajid” misalnya, mereka punya “brosur kebenaran”, saya sudah baca, tetapi tidak bisa menyakinkan saya. Tersesatlah orang yang mengira, bahwa Islam mengenal satu “Aristokrasi Islam”. Tiada satu agama yang menghendaki kesamarataan lebih daripada Islam. Pengeramatan manusia itu adalah salah satu sebab yang mematahkan jiwa suatu agama dan umat, oleh karena pengeramatan manusia itu melanggar tauhid. Kalau tauhid rapuh, datanglah kebathilan!

Sebelum dan sesudahnya terima itu buku-buku yang saya tunggu-tunggu benar, saya mengucapkan terimakasih.

Wassalam,
Sumber http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2011/12/01/16866/suratsurat-soekarno-kepada-a-hassan-kekaguman-pada-wahabi/

Soekarno
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# budi santoso 2011-12-15 17:38
Klo menurut ustad2 disini ajaran asysyahadatain yg di pimpin oleh habih umar bin ismail bin yahya itu gemana yaaaa,,,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# budi santoso 2011-12-15 17:49
https://www.facebook.com/pages/Nadzom-Asy-syahadatain-Habib-Umar-bin-ismail-bin-yahya/124781073110
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# paijo 2011-12-17 21:14
alhamdulillah semakin terkuak tentang kebenaran ajaran agama islam...

dan saya dapat menemukan nya temasuk di sini
izin share ustad.... :)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Yandi 2011-12-17 23:53
Masukan tadz :

Sebagaimana Habib Doktor Kholduun Makky Al-Hasaniy menulis bantahan terhadap karya tulisan Habib Al Jufri,sebaiknya ada juga Habib Ahlussunnah yang membantah beberapa tulisan yg sdh diterbitkan Habib Mundzir,tadz (tentunya tulisan berbahasa Indonesia)..krn jumlah jama'ahnya yg makin membesar,dan dikhawatirkan krn mereka terdiri dari pemuda2 yg ghirahnya tinggi,malah bisa menjadi racun yg merusak sunnah yg asli.

jazakalloh.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ayomee aghnia 2011-12-19 18:44
syukron ustadz...
barokallohu fiikum!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nokia 2011-12-23 14:05
Orang-orang kaum Khawarij di Indonesia ada ya?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu quhafah ziyad 2011-12-26 15:33
alhamdulillah, melalui site ini ana tahu kalau ada habib-habib sunni pembela sunnah nabi shollalloohu 'alaihi wasallam.
ana pernah diajak masuk thoriqoh alawiyah oleh sdr ipar ana, tp ana tak mau krn sudah tahu sunnah walau sdikit. ana tak berani debat krn dia pandai sekali merngkai kata2. ana do'akan smg dia & taman2nya sekaligus habaibnya mendapat petunjuk dari Alloh 'azza wajalla. Jazakallohu khoir, ustadz Firanda.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu jihad 2011-12-30 17:50
ana izin share nya ustsad
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Nurul Hidayat 2012-01-03 16:00
Habib juga manusia, bisa benar bisa salah. Tapi kalau salah wajib diluruskan, siapa yg meluruskan kesalahan habib? orang yg berkopmpetensi di bidangnya. Persoalannya mau tidak? kalo kealahannya diluruskan atau mengakui kesalahannya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# andi 2012-01-06 22:20
Ustad Mohon do"anya agar saya dan keluarga dan umumnya kaum muslimin di berikan kekuata dan keistiqomahan dalam beramal di atas sunnah Rosulullah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu nufaisah 2012-01-11 01:57
assalamu'alaiku m, sungguh artikel yg bermanfaat -walhamdulillah -, namun alangkah baiknya kalau judulnya tidak menggunakan "habib wahabi", tp diganti dg yg lebih sesuai syar'i, sehingga benar2 ilmiah dan tidak terkesan kurang baik, barakallahu fiik.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# tuhtam 2012-01-20 05:04
mana ada mas habib wahabi
bo'ong nya gede amat sih.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2012-01-20 19:59
@Tuhtam

udah? segitu doang mas bantahannya? kalo begitu ana cukup segini doang menanggapi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# anoiy 2012-01-20 17:40
@tuhtam,

emang menyakitkan kalo tahu kebenaran..
akhirnya seperti ajnda ini, gak terima kalo ternyata di arab sono banyak keturunan rasulullah (habib) yg pembela sunnah dan membenci bid'ah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# najm 2012-01-20 21:57
apa maksudnya boongnya gede amat??

yang ngaku2 habib aja gak ada yang mendustakan, apa anda lebih tinggi dari habib??
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# roi 2012-01-23 14:53
saudara2 ku ... si tuhtam itu ga tau pengertian habib, jelas skali kalo si tuhtam itu org bego kaya kebo,dungu punya sungu, jadi hanya nyruduk aje...heheheee
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fatihf 2012-01-30 03:49
semoga ALLAH terus memberikan kekuatan buat ustadz firanda untuk terus memberantas semua kemungkaran di dunia ini. saya akan terus berusaha mendukung dan membantu jalan yang hak ini. tetap istiqomah ustadz
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# tes 2012-02-14 19:04
Ya Allah..
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rafa 2012-02-15 02:21
tumben dsni habibers ga muncul...hehe
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu najmutsakieb 2012-02-15 19:49
syukron ustadz atas artikel yang sangat bermanfaat ini...semoga allah menjaga ustadz dan keluarga. ana juga berdoa semoga allah ta'ala memberikan hidayah pada habib2 yg telah menyimpang dari al qur'an dan sunah rosulullah..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tony 2012-02-25 02:37
Habib-habib yang di Indonesia kebanyakan penyebar kebid'ahan dan sesat. Kasihan oran muslim Indonesia banyak yang tertipu, bahkan habib ada yang jadi dukun ... Kami yakin banyak habib Indonesia yang kelak menjadi penghuni neraka kekal abadi selamanya... Na'udzubilah himindalik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rozi 2012-11-08 08:03
Akhi Toni, ana curiga komentar antum seolah-olah membela salafi tapi ucapan antum tidak sesuai dengan salafi. antum katakan "Kami yakin banyak habib Indonesia yang kelak menjadi penghuni neraka kekal abadi selamanya... Na'udzubilah himindalik"

tolong antum tarik ucapan antum kalau antum memang salafi. ini bukan perkataan seorang salafi. mengkafirkan saudaranya. orang seperti inilah yang menjatuhkan salafi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tony 2012-02-25 02:45
Kebanyakan habib yang nongol di TV di Indonesia itu penyebar kebodohan belaka. Mereka penyebar bid'ah, penyeru kesesatan. Berhati hatilah dengan orang yang mengaku-ngaku habib. Banyak yang menyesatkan kaum muslim di Indonesia.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abusalaf 2012-07-31 13:41
Fatwa dan kesaksian Prof. Dr. Hamka tentang Gelar Sayyid (Keturunan Al Hasan RA dan Al Husein RA) dibawah ini kami kutip dari Majalah “PANJI MASYARAKAT” No. 169 tahun ke-XVII tanggal 15 Pebruari 1975 (4 Shafar 1395 H), halaman 37-38. Makalah tersebut ditulis oleh almarhum Prof. Dr. HAMKA dengan judul: “PENJELASAN ATAS MASALAH GELAR SAYID ” .Beliau adalah Ketua Umum Muhamadiyah dan Ketua Umum MUI. Semoga dapat menambah wawasan pembaca
Selain dipanggilkan Tuan Sayid, mereka dipanggilkan juga HABIB, di Jakarta dipanggilkan WAN. Di Serawak dan Sabah disebut TUANKU. Di Pariaman (Sumatra Barat) disebut SIDI.
Mereka telah tersebar di seluruh dunia. Di negeri-negeri besar seperti Mesir, Baghdad (Iraq), Syam (Syria) dan lain-lain mereka adakan NAQIB, yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan keturunan-ketur unan itu. Di saat sekarang umumnya telah mencapai 36-37-38 silsilahnya sampai kepada Sayyidina Ali dan Fathimah.
Maka baik Habib Tanggul ( Sholeh Alhamid ) di Jawa Timur dan almarhum Habib Ali ( Alhabsyi ) di Kwitang Jakarta, memanglah mereka keturunan dari Ahmad bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah ke Hadramaut itu, dan Ahmad bin Isa Al-Muhajir tersebut adalah cucu ke 6 (7) dari cucu Rosululloh, Husain bin Ali bin Abi Thalib. Kepada keturunan-ketur unan itu semuanya kita berlaku hormat dan cinta.
Kepada mereka Rosululloh Saw berpesan: “Janganlah sampai orang lain datang kepadaku dengan amalnya, sedang kamu datang kepadaku dengan membawa Nasab dan keturunan kamu”.
Rosululloh Saw juga bersabda; “Andaikata Fathimah putri Muhammad mencuri, niscaya kupotong tangannya”.
Sebab itu kita ulangilah seruan dari seorang ulama besar Alawy yang telah wafat di Jakarta ini, yaitu Sayid Muhamad bin Abdurrahman bin Syahab, agar generasi generasi yang datang kemudian dari turunan Alawy memegang teguh agama Islam, menjaga pusaka nenek moyang, jangan sampai tenggelam kedalam peradaban Barat. Seruan beliau itupun akan tetap memelihara kecintaan dan hormat Ummat Muhammad kepada mereka.
http://www.sarkub.com/2012/fatwa-dan-kesaksian-buya-hamka-tentang-gelar-sayyid/
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Haki 2012-08-02 04:48
- Sholat pake celana, sarung---->bid' ah kah?
- pergi haji naek pesawat bikinan orang2 non muslim------? bid'ah kah?
- Hajatan nikah pake sound system temuan orang non-muslim----- -> bid'ah kah?
- Nulis artikel di komputer bikinan orang non-muslim ----->bid'ah kah?
- Sholat dengan tikar bikinan non-muslim----> bid'ah kah?
- Ngaji dengan penerangan lampu buatan perusahaan non-muslim ----bid'ah kah?

So, kalo semua contoh di atas & msih banyak lagi, adalah bid'ah, apa saja yg tidak tergolong bid'ah?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-01-27 15:29
Saya gak ngerti Anda memang bodoh (bukan goblog apalagi idiot) atau benar-benar bodoh?

Pertanyaan macam apa yang seperti ini:

Sholat pake celana, sarung---->bid' ah kah?
- pergi haji naek pesawat bikinan orang2 non muslim------? bid'ah kah?
- Hajatan nikah pake sound system temuan orang non-muslim----- -> bid'ah kah?
- Nulis artikel di komputer bikinan orang non-muslim ----->bid'ah kah?
- Sholat dengan tikar bikinan non-muslim----> bid'ah kah?
- Ngaji dengan penerangan lampu buatan perusahaan non-muslim ----bid'ah kah?

So, kalo semua contoh di atas & msih banyak lagi, adalah bid'ah, apa saja yg tidak tergolong bid'ah?

Bid'ah itu tentang sistem, bukan alatnya. Walaupun penjelasan detailnya harus belajar lagi. tapi sederhananya begini...

Pergi haji dulu naik unta, sekarang naik pesawat... bukan bid'ah tapi perbaikan sistem

Hajatan nikah dulu hanya terbatas keramaian, sekarang pake sound system jika tidak mengganggu aqidah dan mengganggu ketertiban umum, monggo... perbaikan sistem

nulis artikel dulu pake tinta dan pena, sekarang pake komputer... perbaikan sistem

Sholat diatas tanah asalkan suci dari hadast besar dan kecil tetap sah... pake tiker tidak menambah kesahan sholat... jadi perbaikan sistem... kecuali tikernya bernajis

Ngaji dulu pake suluh, sekarang pake lampu... perbaikan sistem...


Yang ga boleh itu...

Nabi gak pernah ngerayain ulang tahunnya dan ulang tahun keluarganya... Kalo kita ngerayain itu bid'ah

Nabi gak pernah pacaran... Kita sampe pacaran, itu bid'ah

Nabi gak pernah melakukan riba'... kita sampe iutan riba', bid'ah...

Nabi tidak merusak diri sendiri... misalkan dengan merokok... Kita ngerokok, itu bid'ah.

Jadi yang segala hal dalam sistem hidup yang tidak dicontohkan Rasul itu bid'ah (sederhananya begitu)

Lagian juga bid'ah itu menurut saya, diciptakan untuk kepentingan ekonomi yang menggiatkannya. Coba berapa banyak para habaib disini itu merasakan keuntungan ekonomi karena Maulid nabi dan pengajian-penga jian gak jelas itu? Dapet kavling financial freedom dari mbah moyangnya dari jaman kuda gigit besi sampe ente gigit jari :))
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Mualaf Indonesia 2013-03-06 18:05
contoh bid'ah :
Maulid/merayakan Ultah Nabi Ibrahim
Ada dalilnya beliau lahir tanggal 10 Muharam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# SES 2012-08-19 20:11
ass...wr...wb...
saya mungkin orang yang paling awam dengan ahlul bait nabi muhammad SAW,dan saya juga binging setelah saya baca artikel ini dan beberapa komentar dari rekan2,karena saya juga pernah mengikuti salah satu majelis taklim "syamsi Shumush" di Jaksel yang di Pimpin Oleh Al Habib Mustofa alaydrus,baik majelis taklim rutin dan Maulid Nabi SAW,sepengetahu an awam saya, "kayaknya tidak/belum saya temukan hal2 yang menyimpang dari ajaran/sunnah rasullah SAW,karena dalam acara tsb kebetulan yang saya tahu membahas tentang ajaran Nabi Besar Muhammad SAW,serta ajakan ke hadirin yang hadir untuk selalu mencintai Allah & Rasul_Nya serta menjadikan suri tauladan dalam menjalankan syariat Islam,.....Kala u ini Bid'ah di mana Bid'ahnya,padah al saya orang awam yang kepingin menjadi orang islam yang benar supaya bisa mendapatkan syafaat dari Pemimpin umat/ Kanjeng Nabi Muhammad SAW,mohon maaf jika ada kesalahan dan mohon penjelasan serta koreksinya,semo ga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik kepada siapapun yang telah memberikan penjelasan dan pencerahan dengan atas Nama Allah & Rasul_Nya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nuryusuf 2012-08-21 08:05
Assalamualaikum
hai saudaraku haki,ternyata anda masih blm mengerti apa itu bid'ah?
padahal orang awam saja tahu apa itu bid'ah,bid'ah adalah perkara yang baru yang di ada-adakan dalam urusan agama.
bukan dalam urusan media'a,mengert i tidak?
jika masih blm mengerti mari kita sama2 belajar,aku juga sama seperti anda.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhibbin 2012-09-09 04:19
nuryusuf

maksud anda urusan media itu apa?semuanya berkaitan dengan agama
seperti mix.dan speaker gunanya untuk Azan
berarti urusan agama
sebelum ada mix adanya bedug untuk menandakan waktu shalat dan sebagian dari kita mengatakan ini bid,ah,sedangka n bedug adalah media untuk urusan agama
Naik pesawat pergi haji adalah media untuk urusan agama

jadi semua yang di gunakan dalam urusan agama baik itu dari teknologi maupun tradisonal serta maulid,zikir berjamaah yasinan tahlilan adalah bidah yang baik itu semua adalah media agar sampai kepada Allah

bidah dalalah adalah media yang membuat kemungkaran di dunia ini yang tidak ada manfaat sama sekali seperti nonton bola,mempropoka tor,dan memecahkan umat
seperti website ini yang dikelola firanda.com inilah bidah yang sesat
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdILLAH 2013-05-06 17:53
ana setuju dengan antum,,rang2 seperti inilah yang memulai memprofokasi dan memecah belah umat dengan kedok menegakkan sunnah..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# zakaria 2012-08-31 15:03
assalamualaikum .yaa ustadz ana berharap antum memanggil habib syaikh alawi bin abdul qadir as-seggaf atau habib ahlusunnah yg mrk dijalan lurus yg mempunyai title akademik atau bergelar tuk dauroh atau safari dakwah di indonesia..supa ya para habib2 yg kesasar pada mendengar
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Haki 2012-09-09 11:37
@nuryusuf

Wow, seperti segitukah anda memahami tulisan ane di atas? sungguh sayang sekali...

Admin firanda.com juga tidak menampilkan tulisan2 ane yg lain. sayang sekali....

@Muhibbin

Memang betul sekali. Dan agama itu tidak bisa hanya dipahami secara akal saja. Yg paling sangat penting adalah penghayatan (di Qolbu, bukan sekedar di akal (Otak).

Bid'ah adalah membuat2 sesuatu yg baru dalam urusan rukun Islam yg 6. Contoh : Sholat dzuhur 4 rakaat (bukan diqosor) dirubah jadi 3 rakaat, inilah bid'ah!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Fadhilah 2012-10-07 13:48
Quoting Haki:
@nuryusuf

Wow, seperti segitukah anda memahami tulisan ane di atas? sungguh sayang sekali...

Admin firanda.com juga tidak menampilkan tulisan2 ane yg lain. sayang sekali....

@Muhibbin

Memang betul sekali. Dan agama itu tidak bisa hanya dipahami secara akal saja. Yg paling sangat penting adalah penghayatan (di Qolbu, bukan sekedar di akal (Otak).

Bid'ah adalah membuat2 sesuatu yg baru dalam urusan rukun Islam yg 6. Contoh : Sholat dzuhur 4 rakaat (bukan diqosor) dirubah jadi 3 rakaat, inilah bid'ah!


Belum tau apa itu bid'ah, download lalu dengarkan pelan2 http://radiorodja.com/941/download-ilmu-ushul-bida/
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-01-27 16:04
Wah kalo ngubah sholat dan waktu sholat itu jelas bukan bid'ah tapi sudah sesat dan menyesatkan. Ngerti sistem ga sih mas? Bodo koq gak minggir-minggir ? Bodo itu harusnya ga nambah-mbah :))
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ss 2013-08-30 06:23
pacaran jjuga jelas haram mas, bukan bid'ah...riba' juga bukan bidah mas,tapi udah jelas haramnya,,,jama n nabi riba' ada kok...mas kali yg perlu belajar lagi,supaya g bodoh2 amat
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Yuha Nhara 2012-09-20 07:23
Ustadz ijin share,Jazakallo hu khoiron
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Yuha Nhara 2012-09-20 07:25
Ijin share Ustadz Jazakallohu khoiron
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdirobbi 2012-11-10 15:49
Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta 'Alam, Sholawat dan salam tercurah kepada Baginda Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam.

Saya Al-faqir mau baca topik khusus mengenai pembahasan tentang Iblis Laknatulloh, tentang bagaimana cara2 tipu muslihat iblis yang begitu licin dan halus dalam menggoda/berbis ik dihati para manusia? tentunya berdasarkan Al-Qur'an dan Al-hadist, sebab kita bicara/membahas dengan saling bertinggi2an tentang ilmu agama, tetapi kita lupa berfikir apa dan siapa dalang dibalik ini semua sehingga terjadi gejolak perpecahan dan kerusakan ditengah2 kita umat Islam dengan sebegitu hebatnya dari zaman dulu sampai sekarang. Bukankah ini ulah dari perbuatan Iblis Laknatulloh yang memang sudah berjanji dihadapan Alloh Subhanallohu Wata'ala untuk menyesatkan semua hamba2Nya kejalan kesesatan dan kemunkaran, agar dapat bersama2 masuk kedalam neraka jahannam?, kecuali hamba2 Alloh Ta'ala yang ikhlas (mukhlisin)saja yang selamat dari pengaruh ajakan dan bisikan jahat Iblis laknatulloh.

syukron, ma'af saya yang bodoh dalam menjalankan perintah2 ajaran agama Islam, tetapi saya memohon kepada Alloh Ta'ala agar janganlah dibodohkan dalam beragama, mudah2an kita tetap diberikan taufik dan hidayah dari Alloh Subhanallohu Wata'ala, aamiin.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdulloh 2013-01-07 11:39
hati-hati dalam bicara, setiap ucapan kalian disaksikan malaikat dan akan diminta pertanggung jawaban.
apakah guru-guru kalian mengajarkan untuk menghujat kaum muslim dan mengajarkan kalau ajarannya lah yg paling benar, sedangkan yg lain salah.
dari kata2 pengagum salafi wahabi ini sudah menunjukan kwalitas ketakwaan mereka.
taubatlah kalian para Wahabisme
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Han 2013-02-21 14:01
Izin copas ustad..
Syukron
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pencinta Maulid 2013-02-25 10:37
Saya Pencinta Maulid Nabi,coba jelaskan dimana letak bid'ahnya??? didalam maulid nabi itu di isi dengan membaca ayat suci alquran, lalu ada ceramah agama yg isinya meneladani Rasulullah. apa salah kalo membaca sejarah rasulullah???
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-02-26 15:43
bid'ahnya sangat jelas, karena acara maulid Nabi itu baru ada setelah abad ke-3 hijriyah. pemrakarsanya adalah sultan dari dinasti ubaidiyun (Syi'ah Fathimiyyah).
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pencinta Maulid 2013-02-27 08:15
Ibnu, mohon disimak pertanyaan saya, yang saya tanyakan dimana letak bid'ahnya dari Maulid Nabi??? mohon jgn menukil hadist dulu, mohon penjelasan secara ilmiah, Acara maulid nabi itu isinya ceramah agama dan pembacaan ayat suci al-quran, apakah antum sudah pernah datang ke acara maulid nabi?? lala bagaimana dengan org yg merayakan hari ulang tahunnya, kenapa tidak ada yang bilang itu bid'ah??? kenapa hanya maulid yg dibilang bid'ah??? jangan menjudge dulu apa2 dengan bid'ah??? antum tau apa yg ada di diri antum itu bid'ah semuanya??? afwan, antum pake dompet, pake laptop, pake kendaraan (roda dua, roda empat dll.) syukron
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-02-27 15:19
jawaban ana masih sama. maulid nabi itu diprakarsai oleh sultan dinasti ubaidiyun (syi'ah fathimiyyah). apapun kontennya dalam peringatan maulid nabi, tidak merubah peringatan itu dari bid'ah menjadi sunnah, karena memang peringatan maulid nabi tidak dikenal di jaman nabi dan para sahabat.

kalo antum masih mempermasalahka n bid'ahnya laptop, kendaraan dll, sebaiknya antum pelajari kembali definisi bid'ah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamba Alloh 2013-02-27 16:45
Assalamu'alaiku m Pecinta Maulid, klo boleh saya menyampaikan, Knp Maulid Nabi menjadi Bid'ah ya karena "perayaan" itu sendiri tdk pernah dilakukan oleh Rasul, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin. Apa2 yg tdk ada tuntunannya dr Rasul maka hal tersebut Bid'ah. Klo mengenai ibadah2 di dlmnya, bs saja sesuai tuntunan rasul ( atw malah tidak, wallahuallam), tp yg ditekankan disni knp bid'ah, ya krn perayaan itu tdk pernah dilakukan oleh 3 generasi yg paling mulia dan yg sudah terbukti cintanya terhadap rasul SAW. Apakah anda yakin cinta anda terhadap rasul melebihi cinta Abu bakar, Usman, Ali (Pbut) thdp Rasul SAW? Mereka yang cintanya sudah terbukti saja tdk melakukan hal tsb. Mereka membuktikannya dgn menjalankan dan menjaga Sunnah Rasul SAW. Mengenai ibadah2 yg anda sebutkan tsb, seharusnya bisa dan wajib dilakukan umat muslim kapan saja, sepanjang waktu, tanpa hrs mengkhususkan pd hari tertentu.

wallahu alam bisawab
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Zulyantara 2013-02-28 07:31
Quoting Pencinta Maulid:
Saya Pencinta Maulid Nabi,coba jelaskan dimana letak bid'ahnya??? didalam maulid nabi itu di isi dengan membaca ayat suci alquran, lalu ada ceramah agama yg isinya meneladani Rasulullah. apa salah kalo membaca sejarah rasulullah???

Saya mau tanya kepada Pencinta Maulid, klo saya mengerjakan sholat sunnah setelah sholat ashar apakah boleh, atau saya ingin mengerjakan sholat sunnah semalam suntuk, atau saya ingin mengerjakan puasa setahun penuh apakah dibolehkan?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-02-28 19:54
btw, sholat sunnah setelah asar itu ada dalilnya kok. tapi itu bukan sholat rowatib yang mengiringi sholat asar. emang tidak banyak orang yang tahu akan hal ini. coba antum cek :

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/02/shalat-sunnah-setelah-ashar.html
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-02-27 13:10
Mas Pecinta maulid, yang merasa paling mencintai Rasulullah SAW, sampe orang lain rasanya tidak berhak mencintai Beliau hanya karena kami atau saya tidak merayakan ultahnya, yang beliau sendiri gak pernah dalam satu hadist pun menceritakan/me riwayatkan atau mencontohkan bahwa beliau pernah mengingat apalagi merayakan ulang tahunnya sendiri. Setahu saya beliau hanya mengingatkan untuk selalu mengingat mati sebagai pelenyap semua kenikmatan di dunia ini, sabagai satu hal yang selalu patut dingat oleh seorang muslim.

Kalau beliau saja tidak mencontohkan sebuah sistem ibadah ataupun sistem nilai hidup seorang muslim, lalu Anda mencontoh lagi pada siapa? Bukankah Beliau sebaik-baiknya contoh, sebaik-baiknya panutan?

Sekali lagi pake dompet, laptop, pake kendaraan, pake dompet, bahkan pake teknologinya Amerika ini hanya perbaikan sistem, dan hukumnya boleh. Memangnya Rasulullah tidak pernah pake menyimpan hartanya, tidak menulis atau tidak naik kendaraan? Kalo sistemnya ada, Anda boleh membuat atau memperbaikinya jadi lebih baik.

Rasullullah SAW dulu harus mengirim surat karena keterbatasan teknologi, kalau Anda sekarang pake HP, itu silakan saja , karena lebih cepat dan lebih baik secara sistem.

Rasulullah tak pernah merayakan ulang tahun beliau, istrinya ataupun anaknya bahkan cucunya. Lalu mengapa kita harus membuat-buat yang tidak pernah ada?

Lagian seperti yang pernah saya bilang, bid'ah itu menurut saya, diciptakan untuk kepentingan ekonomi yang menggiatkannya. Coba berapa banyak para habaib disini itu merasakan keuntungan ekonomi karena Maulid nabi dan majelis pengajian-penga jian gak jelas yang sering melanggar udzurnya orang lain? Dapet kavling financial freedom dari mbah moyangnya, mulai dari jaman kuda gigit besi sampe ente gigit jari :))
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pencinta Maulid 2013-02-28 03:48
Sayyidina Abu Bakar A-Shiddiq R.a. berkata : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi maka aku sahabatnya di hari kiamat".
Sayidina Umar Bin Khattab R.a. berkata : “Barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w sesungguhnya orang itu menghidupkan agama Islam".
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-02-28 19:51
kok gak dikasih sanadnya sekalian akh? diriwayatkan oleh siapa?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamba Alloh 2013-03-01 05:57
pewarinya sapa? sanadnya bagaimana? hati2 kalau membaca atau mendapat informasi, kita harus kritis..

sedangkan sejarah maulid muncul pada Bani Ubaidiyah, 400 tahun sepeninggal Rasulullah...

in syaa Allah, saya dan mungkin sodara2 yg lain dsini tdk bermaksud utk memojokkan, namun mengingatkan dlm kebaikan ikhlas krn Allah.. Jd, mnrt saya kalo mw menerima kebenaran kita harus menghilangkan kesombongan dan keegoisan, dan mintalah petunjuk dari Allah Azza Wa Jalla.. in syaa Allah..

klo kita tdk perduli, pasti kita tdk mw repot2 memberikan pernyataan ini itu, namun dalam Islam kita wajib mengingatkan dlm kebaikan, maka in syaa Allah niat sodara2 dsini baik..

mintalah petunjuk kepada Allah Azza Wa Jalla, setiap hari kita solat 5 waktu kita membaca Al-Fatiha, plus blum lagi pada solat2 sunnah kita.. ada baiknya kita benar2 khusyu dlm membacanya (terlebih dlm keseluruhan solat), krn itu adalah doa dimana kita memohon petunjuk jalan yg lurus, jalan yg diridhoi Allah Azza Wa Jalla.. in syaa Allah..

In syaa Allah, Allah akan selalu memberikan petunjuk dan hidayah kepada kita semua umat Islam.. Aamiin Ya Rabb..

wallahu alam bisawab
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abdussalam 2013-03-01 10:58
# Pecinta Maulid :

Hati-hati lho mas...
Nabi pernah bersabda (yang artinya) :

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 107, dan Muslim no. 3)

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 1209, dan Muslim no. 4)

"Barangsiapa yang berkata atas namaku suatu perkataan yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka.” (HR. Ibnu Majah, no.35)

---Lalu bagaimana jika bukan anda yang MALSU hadits tersebut?---
# Jawaban: Anda akan tetap terkena dosa berdasarkan hadits dibawah ini :

“Cukup bagi seseorang dianggap berdusta, apabila dia menceritakan semua yang pernah ia dengar.” (HR Muslim, Abu Dawud, Al Hakim, dll).

---Lalu bagaimana jika anda tak tahu?---
# Jawaban: Anda tetap berdosa, karena anda berkata bab agama TANPA ILMU.

”...mengada-ada terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui.” (Al-A’raf:33)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-03-01 11:44
Mas PM pasti ngambil dasar maulid dari sini...

...Dan lahirlah insan pemuji dan terpuji_tunduk khusyu' di hadapan Alloh,dengan segala penghormatan tulus dan sembah sujud. demikianlah syair yang ditujukan atas peristiwa di detik-detik kelahiran Nabi Saw yang di gubah oleh Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Imam Nawawy Al-Banteny Al-Jawy didalam kitabnya yang berjudul “Madaarij” menyatakan : “ bahwa orang yang mementingkan aktif didalam peringatan maulid Nabi Muhammad S.a.w. itu adalah dari pada sebesar-besarny a ibadah dengan diisi pembacaan Al-Qur’an, bersedekah, dan menerangkan sejarah kelahiran Nabi S.a.w. Sabda Nabi S.a.w. :
“Barang siapa yang membesarkan mauledku akan aku tolong baginya di hari kiamat dan barang siapa yang membelanjakan satu dirham buat peringatan mauledku seolah-olah membelanjakan satu gunung emas untuk sabilillah”. Sayyidina Abu Bakar A-Shiddiq R.a. berkata : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi maka aku sahabatnya di hari kiamat". Sayidina Umar Bin Khattab R.a. berkata : “Barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w sesungguhnya orang itu menghidupkan agama Islam". Sayidina Ustman Bin Affan R.a. : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi S.a.w. maka sesungguhnya orang tersebut seperti hadir di perang Badar dan Hunain”.
Sayidina Ali bin Abi Tholib K.w.h. : ” barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w maka apabila mati masuk sorga”...

Atas dasar tulisan seorang ulama dan tanpa riwayat yang jelas sudah berani membuat dasar sebuah (ibadah?). Saya cukup geleng-geleng kepala buat hal ini.

Padahal seorang Muslim selain pandai mendengar, dia juga harus pandai membaca, memilah, memilih, meng-cross check suatu berita/tulisan/ ajaran dan bukan melulu nafsu yang didahulukan.

Jangan-jangan setelah ini Mas PM nulis lagi dasar maulid yang lain lagi, yang lebih nyeleneh, semisal mengatakan Ibnu Taymiyah Rah. juga mendukung maulid.

Na'udzubillah...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-02-28 17:06
Mas pecinta maulid, kenapa gak sekalian Anda tulis, seperti yang ditulis oleh seseorang dalam suatu blog, tulisnya... Yang pertama merayakan Maulid Nabi SAW adalah shahibul Maulid sendiri, yaitu Nabi SAW, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim bahwa, ketika ditanya mengapa berpuasa di hari Senin, beliau menjawab, “Itu adalah hari kelahiranku.”.. . Dan atas dasar itu, si penulis bilang bahwa itulah dasar perayaan maulid. Astaghfirullahal'adziim.

Saya gak tahu gimana logika berpikir si penulis, bisa2nya dia memfitnah Rasulullah SAW. Jelas2 dalam hadits itu ditulis tentang sunnah melakukan puasa hari senin, dan bukan merayakan maulid. Jikapun benar itu perayaan maulid maka dilakukan pada hari Senin dan berpuasa, dan dilakukan setiap minggu, 52 minggu dalam setahun. Dan bukan dirayakan tiap tahun. Apa begitu logikanya?

Lalu yang Anda tulis itu cuma tulisan/gubahan seorang ulama, yang juga manusia biasa yang penuh kedhoifan, dan hanya Rasululkah SAW yang ma'shum.

Dan tanpa sadar Anda menyebar fitnah pada para sahabat-sahabat Rasul, dengan mengatakan begini dan begitu tanpa dasar. Semoga Anda diampuni Allah atas kebodohan Anda Mas PM.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdulloh nur hamid 2013-03-01 11:52
Bismillahii masya Allah la yaa syukru ilalloh,
Assalamualaikum,
afwan ane mau ikut sedikit cerita"
Tidaklah ada yg paling menggembirakan dan membahagiakan di permukaan buminya Alloh SWT ini kecuali dimana hari lahirnya junjungan alam Syaidil Wujud Habibuna Muhammad Rasululloh SAW, Coba kita perhatikan dan renungkan serta pelajari kembali kisah dari riwayat kelahiran beliau yg menggambarkan jelas bahwa seluruh alam semesta riang gembira dengan kelahiran beliau,dan hal ini akan terus di abadikan oleh Alloh hingga alam ini berakhir diujung kiamatnya nanti.coba renungkan kawan....kita terlalu di sibukan oleh perkara-perkara kusut saling hujat menghujat tanpa ilmu yg ikhlas yg mana apakah kita pernah merenungkan ilmu yg tercurahkan kpd kita masuk ke hati kita atau hawa nafsu kita,coba renungkan .....sebenarnya pembahasan maulid Nabi sudah di ulas oleh Imam-Imam besar terdahulu dan yg sekarang dan sudah di jawab dari berbagai sumber-sumber dalil dan tinggal kita bisa tdk mengikhaskan niat kita masuk kepada tatanan pemahaman mana yg mau kita ambil,bagi kami yg memang menjadi takdir Alloh yg Alloh gerakan untuk menjadi bagian alam ini yg gembira selalu mempringati kelahiran Nabi Muhammad SAW,kami tidak pernah menghujat atau menyalahkan saudara-saudara kami yg tdk ikut serta di dalamnya dan tidak juga menghukumi apapun atau menyesatkan.dan cukup kiranya jikalau Rasululloh banyak berbangga kepada pecintanya yg mengabadikan dalam hidupnya mengenang kelahiran Beliau,Beliau haturkan senyum indah tanda bahwa Beliau tidak melarang atau membenci,tanda cinta yg Alloh hantarkan dlm alam ruh Nabawi bagi kekasihnya yg didekatkan kepada Nabinya.dan sudah banyak bukti bagi orang-orang tua kami serta Ulama-Ulama kami serta saudara-saudara kami yg telah wafat dalam nikmah khusnul khotimah yg semasa hidupnya sering juga hadir dalam acara maulid dan permasalan permasalahan lainya yg sering di percekcokan orang-orang yg ruwet dalam memahami iman agama islam,cukuplah Alloh dan Rasulnya yg pantas menilai.sudahka h kita di pertemukan di dunia ini kepada junjungan kita Rasululloh Muhammad SAW,sungguh indah dan nikmat kawan...renungk an..renungkan.. Wa
Allohu alam.alafu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-03-01 19:48
ana kira, seberapa besarpun antum mencintai Rosululloh sholalloohu 'alaihi wassalam, tidak akan bisa melampaui kebesaran cinta para sahabat rodhialloohu 'anhum kepada beliau.

namun mereka rodhialloohu 'anhum tidak pernah mengekspresikan cinta mereka dengan memperingati maulid nabi sholalloohu 'alaihi wassalam.

kurang apa mereka sebagai contoh kita setelah nabi sholalloohu 'alaihi wassalam sendiri?
apa mereka kurang pandai?
apa mereka kurang semangat?
apa mereka kurang taat?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pencari tau 2013-03-02 06:08
saya sedang belajar, maka saya byk bertanya, mohon bantuannya..

sebenarnya kynya nih ya, antara yg maulidan dan yg tdk, dua2nya mereka melakukan itu atas dasar kecintaan thdp Rasul SAW (insya Allah) bukan begitu?
yang tidak maulidan krn mencintai rasul maka mereka berpegang teguh kpd sunnah, yg notabene Rasul tdk pernah memperingati hr lahirnya? trus yg maulidan juga krn cinta sm rasul hingga menspesialkan hari lahir Baginda SAW, bukan begitu yah?

bukankah perayaan (hari besar) di dalam Islam itu hanya ada dua yah? Idul Fitri dan Idul Adha?

trus kalo mengenai peringatan hari kelahiran itu bukannya budaya Yahudi/nasrani yah? dan bukannya kalo kita menyerupai suatu kaum brarti kita termasuk kaum tersebut? :\

dan bukannya para ulama sampai skg msh berbeda pendapat mengenai tanggal kelahiran Rasul, 12 rabiul awal atau tidak? tapi mereka semua setuju kalo Rasul wafat pada tersebut?

dan memang Hak prerogatifnya Allah utk menentukan seseorang khusnul khotimah atau tdk / masuk surga atau neraka. Karena keimanan letaknya di hati, ikhlas atau tdknya seseorang dlm menjalankan ibadah ada di dlm hati, begitupun juga niatnya, tapi bukankah niat dan ikhlas saja tdk cukup untuk diterimanya sebuah amal? melainkan hrs sesuai dgn tuntunan?

bukannya begitu yah atau bagaimana? jadi sebenernya lebih banyak kebaikannya yang mana?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-03-02 10:50
Saya cuma bisa senyum2 sendiri kalo begini. Minta bukti, dikasih bukti akhirnya tetap ngeyel. Wis sak karepmu mas :))

Ternyata ngeyel itu bukan hanya dominasi bangsa Yahudi. Tapi juga sebagian ummat ini yang manhajnya teracuni tanpa sadar teracuni.

Menjadi Muslim adalah nikmat terbesar dalam hidup saya. Islam itu selain hanif tetapi juga cerdas dan lugas. Dalam Islam kita meninggalkan mitos, takhayul dan khurafat. Tiap orang berilmu yang kembali pada Islam karena ada kesesuaian ilmu pengetahuan dan Islam.

Saya masih saja terheran-heran jika melihat mereka yang telah merengkuh Islam tapi hidup dalam mitos, takhayul dan khurafat. :p

Tapi pada akhirnya, tiap orang punya haknya masing-masing untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Cukuplah bagi saya nikmat beriman, berikhsan dan berislam dengan terlebih banyak membaca, mendengar, memilah, merenung dan memberitakannya dengan lebih baik lagi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-03-02 13:17
Ada ditulis dalam Al=Qur'an...

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.” (Al-An’am: 116)

Hanya karena kedangkalan ilmu maka manusia banyak tertipu oleh kelompok mayoritas, padahal jika manusia mengetahui tabiat manusia yang jelek pasti mereka menyesal mengikuti mereka.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Kamu jangan merasa rendah diri karena menempuh jalan yang benar walaupun sedikit orang yang menempuhnya, dan kamu jangan tertipu dengan yang bathil walaupun banyak orang yang mengamalkannya. ” [Minhajul Taksis wat Taqdis fi Kasfi Syubuhat, Dawud bin Jarjis: 1/84]

Imam Baidhowi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud dengan umumnya manusia adalah orang-orang kafir atau orang-orang bodoh tentang agama atau pengikut hawa nafsu.” [Tafsir al-Baidhowi: 2/199]

Syaikh Abdurrohman as-Sa’di rahimahullah berkata: “Ayat ini menjelaskan bahwa kebenaran itu bukan karena banyak pendukungnya, dan kebathilan itu bukan karena orang yang mengerjakannya sedikit. Kenyataannya yang mengikuti kebenaran hanya sedikit, sedangkan yang mengikuti kemungkaran banyak sekali. Kewajiban bagi umat Islam adalah mengetahui yang benar dan bathil, lihatlah jalan yang ditempuh.” [Tafsir al-Karimur Rohman: 1/270]]
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdulloh nur hamid 2013-03-02 11:31
antum benar saudaraku abi irfan kehebatan para sahabat radiallohuanhum tdk bisa dibandingkan dng siapapun juga, terlebih diri ana yg bukan siapa2 yg mungkin hanya sebuah kerikil kecil yg berada di bawah sandal kaki sahabaturasul tetapi mudah mudahan kerikil ini beliau bawa terus hingga terbawa kpd panji naungan rasululloh kelak,ana kagum dengan pernyataan antum yg begitu hebat yg begitu tau dgn keadaan para sahabaturasul sehingga seakan akan antum yg tau persis tentang kecintaan para sahabat rasul dgn mengatakan bahwa beliau radiallohuanhu tdk mengetahui dan tdk memperingati maulidurasul,se dangkan pernyataan antum bukanlah sebuah dalil apa lagi menjadi sohih dgn menyatakan perkataan seperti tersebut.fahami lah kembali dari makna rahmatan lilalamin.sehin gga kita bisa menjabarkan kalimat tersebut dgn keimanan yg murni.dan klo boleh ana saran jika memang antum masih membenci kami yg mempringati maulid nabi beranikah anda berdoa di makam rasululloh mengatakan tentang kepahaman yg anda miliki bahwa maulidmu dan orang orang yg mempringatinya adalah bidah yg sesat....dan satu lagi antun kumpulkanlah seluruh pendapat ulama seluruh dunia tentang pernyatan mengenai maulid nabi lebih bnyk mana apakh bnyk yg mendukung atau mengingkari...s ungguh nabi pernah bersabda mayoritas umatnya tdk akan pernah bersatu dalam kesesatan.masuk mayoritas mana kita ini dan sudahkah kita dimimpikan oleh rasul....sunguh hadirnya rasul dalam mimpi menyatakan beliau menerima kita sebagai bagian yg di cintai.dan bersabarlah pada saat sakaratul maut nanti pembuktian apakah kita ermasuk dalam bagian umat beliau atau tidak....itulah yg terbaik ketimbang saling caci atau memaki..yg di liputi hawa nafsu masing masing.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamba Allah 2013-03-03 05:36
Afwan akhi abdulloh nur hamid, bagaimana dengan dgn ini:

“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs:al An’aam:116)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-03-03 05:07
tidak butuh dalil untuk menyatakan bahwa para sahabat rodhialloohu 'anhum tidak pernah memperingati maulid nabi.

justru yang butuh dalil adalah pernyataan bahwa mereka rodhialloohu 'anhum pernah memperingati maulid nabi.

lha wong namanya saja bid'ah, sesuatu yang baru yang tidak pernah ada di zaman nabi sholalloohu 'alaihi wassalam dan para sahabat rodhialloohu 'anhum. kalo antum meminta dalil bahwa para sahabat roshialloohu 'anhum tidak pernah memperingati maulid nabi, dalil seperti apa yang antum minta? ana sampai tidak habis pikir bagaimana mungkin ada dalil seperti itu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pencinta Maulid 2013-03-04 03:48
pertanyaan ana dimana letak bid'ahnya maulid ga ada yg bisa jwab secara objectif, silahkan survey dulu dimana ada acara maulid silhkan cek apa aja acara maulid itu kalo mmg menurut kalian (yg bilang bid'ah) mengandung unsur bid'ah baru kalian ke MUI bilang bahwa maulid bid'ah disertai bukti2nya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2013-03-06 03:02
atsar Abu Bakar dan Umar tentang fadhilah maulid nabi yang kemarin hari antum sampaikan itu ada sanadnya tidak? kalo ada, cek dulu shohih atau tidak?

kalo tidak, maka disitulah letak bid'ah maulid nabi, yaitu tidak ada seorangpun sahabat rodhialloohu 'anhum yang mengamalkannya.

mereka membaca Al Qur'an, mengucap sholawat, membaca tahlil, tahmid, tasbih dan sebagainya. tapi mereka tidak pernah meniatkan itu semua untuk memperingati maulid nabi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# anonim abdullah 2013-03-21 09:37
Quoting Pencinta Maulid:
pertanyaan ana dimana letak bid'ahnya maulid ga ada yg bisa jwab secara objectif, silahkan survey dulu dimana ada acara maulid silhkan cek apa aja acara maulid itu kalo mmg menurut kalian (yg bilang bid'ah) mengandung unsur bid'ah baru kalian ke MUI bilang bahwa maulid bid'ah disertai bukti2nya


bismillaahirrohmaanirrohiim...

"semoga Allah selalu memberikan hidayahNya kepada kita semua"

sekedar menambahkan tanggapan untuk saudara PM:
1. Letak bid'ahnya adalah tidak ada hadits shahih yang mengajarkan maulid nabi.

2. Maulid nabi adalah ibadah,karena di dalamnya banyak terdapat dzikir kepada Allah.

3. ibadah itu harus ada dalilnya, karena hukum asal ibadah adalah "semuanya dilarang, kecuali diperintahkan". sedangkan selain ibadah, hukum asalnya: "semuanya dibolehkan, kecuali yang dilarang."

4. syarat ibadah adalah harus sesuai sunnah dlm hal: sifat, jenis, bentuk, waktu, tempat dan jumlah. jika salah satu tidak sesuai, maka itu adalah bid'ah.

NB:
1. ini semua saya dapat dari ustadz saya. semua yang benar hanya dari Allah dan semua yang salah adalah dari saya.

2. niat saya adalah agar kita semua terhindar dari perbuatan dosa dan bisa dimasukkan kedalam surgaNya Allah yang seluas langit dan bumi.

3. mari menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, saling menasehati dalam kebaikan dan taqwa serta mencegah kerjasama dalam kejelekan dan maksiat.

4. saya mohon maaf kalau ada salah kata dan semoga ini bisa membantu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ridho 2013-03-04 06:02
Diantara Ciri-ciri Ahlul Bid'ah

1. Kalo dibilang amalannya bid'ah, maka minta "Dalil Pelarangan".
2. Kalo dibilang amalannya berdasarkan hadits dhoif, maka bilang banyak yang ngerjain.
3. Kalo sholat jama'ah nggak mau rapat (ada celah antar jam'ah) padahal imam selalu mengingatkan sebelum sholat.
4. Full perayaan (maulid, muharam, isra mi'raj, nisfu sya'ban) dananya dari hasil ngemis minta kesono kemari bahkan ditengah jalan. Kasihan Nabi, beliau melarang ngemis, umatnya ngemis-ngemis buat perayaan ulang tahun atau hari kematian beliau.
5. Kalo kepepet dibilang amalannya bid'ah, maka berargumen bahwa Sholat Tarawih, pembukuan Al-Qur'an, tanda bacaan Al-Qur'an dll juga bid'ah.

Wassalam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar 2013-03-05 18:38
Mas Abu Ridho. Kayaknya gak usah capek2 sampe sedetail itu memberitahukan ciri-cirinya pada orang bodoh, karena orang bodoh ini akan terus bertanya dimana letak kebodohannya :p. Sudah cukup. Doakan saja mudah2an dia diberi pengetahuan yang lebih atau dicabut kebodohannya sehingga cahaya ilmu masuk dalam hati dan pikirannya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# orang aceh 2013-03-17 01:10
ummat indonesia gampang ditipu, ane orang aceh ada seorang teman ane orang aceh (mungkin dia ada garis keturunan india dilihat dari wajahnya) dia cerita kalau dia punya paman yang dulunya di kampung nya sebgai orang biasa, tapi ketika dia merantau ke malang mendadak dia menjadi habib -entah siapa yang mengangkat nya-
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# paijo 2013-03-17 06:14
ngaku HABIB Harus Punya Nasab Samapai Ke rosululloh SAW Melalui fatimah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# I Love Bidah 2013-03-20 15:23
Saya suka dengan bid'ah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# i love sunnah 2013-05-07 19:28
saya cinta sunnah karena diperintahkan mengikutinya dan benci bid'ah karena dilarang melakukannya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wwwTANGGALMUDAcom 2013-05-08 10:43
Rumusnya adalah:
1. Semua ibadah adalah haram, kecuali yang disyariatkan.
2. Semua urusan dunia adalah halal, kecuali yang diharamkan.
3. Urusan ibadah tanyakanlah dalil perintahnya.
4. Urusan dunia tanyakanlah dalil larangannya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hikari 2013-05-10 09:45
Al Ilmu Qobla Qouli wal Amal, ilmu itu sebelum perkataan dan perbuatan...
Jadi singkatnya, sebelum ada amalan macem2 tahlilan yasinan mulutan sak konco2'e, harus ada dasar hukumnya dulu, jangan main comot itu kebaikan ini kebaikan, baik menurut orang tidak berilmu belum tentu baik menurut Alloh dan Rosulnya...
Agama islam ini kita diperintahkan untuk ittiba' bukan ibtida', bukankah sudah jelas, Qul in kuntum tukhibbunalloh fattabi'uni, jika kamu sekalian mencintai Alloh maka ikutilah aku (Rosululloh)
Katanya "cinta" Rosululloh, sampe2 pake mulutan segala, tapi mana buktinya, malah akhirnya menyeleweng dari kecintaan kepada Rosululloh
Kalo ada dalilnya tahlilan mulutan sak konco kancane, sini tunjukkan, tunjukkan kalo Rosululloh itu pernah mencontohkan, ojo angger njeplak ae, ini berkah itu berkah, berkah dari siapa?
Ingat salah satu hadits, "Man rogiba an sunnati fa laisa minni, barangsiapa tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan golonganku", itu asbabul wurudnya kan para sahabat yang iri dengan semangat ibadah Rosululloh jadi ingin "menambah porsi ibadah" mereka, namun mereka malah ditegur Rosululloh...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajr 2013-05-10 13:11
Beramal tapi tidak berilmu maka amalnya akan seperti debu yang berterbangan

"Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al Furqan:23).

Lebih menyedihkan lagi, bukan saja amalannya tidak dianggap sebagai amalan yang diterima, bahkan amalannya itu menyebabkan ia masuk ke dalam api neraka. Allah SWT berfirman,

"Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka)." (Al Ghasyiah: 1- 4).

Ibnu Abbas berkata,”Khusyu `, akan tetapi tidak bermanfaat amalannya,” diterangkan oleh Ibnu Katsir tentang ayat ini, yaitu mereka yang telah beramal banyak dan berletih-letih, akan tetapi yang diperolehnya hanya neraka yang apinya sangat panas.

Oleh sebab itu, Imam Bukhari membuat bab di dalam kitab Shahih Beliau, Bab: Berilmu sebelum berucap dan beramal.

Agama ini (Islam) menekankan begitu pentingnya ilmu sebelum beramal, karena ilmu memegang peranan penting dalam setiap aktivitas amal yang dilakukan oleh setiap insan. Dalam naungan Islam, jadilah orang yang berilmu dan jangan jadi orang yang bodoh.

Beramal dengan ilmu, itu jalannya orang-orang yang diridhoi Allah
Berilmu namun tak ingin mengamalkan, itu jalannya orang-orang yang dimurkai Allah
Beramal namun tanpa ilmu... adalah jalan orang-orang yang sesat (bodoh).

Tak ada yang lebih berbahaya dalam Agama, selain amalannya orang-orang yang sesat (bodoh). Karena jika ia mengajak keluar dari kesesatan/kebod ohan/kesalahan maka itu hanya berpindah pada kesesatan/kesal ahan/kebodohan lainnya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# #dedi 2013-05-12 09:33
eh ustadz firanda..klo mao da'wah,da'wah aja..gak usah da'wah yang nimbulin perdebatan antar umat..gua tau ilmulu tinggi,setinggi langit walaupun gua gak tau lu berguru sama guru atau buku2 yang mana???tapi gua sama sekali gak pandang lu punya ilmu stinggi langit,melainka n akhlak lu...mending lu didik kelurgalu,sdr2l u,tetangga2lu.. jangan di blok gini dah,BANYAK mudhoratnya daripd manfaatnya...ja ngan lu kira lu tu hebat...lu tu belum apa2 dibanding luasnya ilmu Allah.CAMKAN ITU.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajr 2013-05-12 12:39
Quoting #dedi:
eh ustadz firanda..klo mao da'wah,da'wah aja..gak usah da'wah yang nimbulin perdebatan antar umat..gua tau ilmulu tinggi,setinggi langit walaupun gua gak tau lu berguru sama guru atau buku2 yang mana???tapi gua sama sekali gak pandang lu punya ilmu stinggi langit,melainkan akhlak lu...mending lu didik kelurgalu,sdr2lu,tetangga2lu..jangan di blok gini dah,BANYAK mudhoratnya daripd manfaatnya...jangan lu kira lu tu hebat...lu tu belum apa2 dibanding luasnya ilmu Allah.CAMKAN ITU.


Waduh Dedi... Ngomongin atau negor akhlaq orang boleh tapi akhlaq sendiri gak diperhatiin ya, bagaimana sih Anda?

Membandingkan ilmunya ustadz Firanda sama ilmu Allah? Astaghfirullaha l'adzhiim. Anda jahil!

Bagaimana bisa atau boleh membandingkan ilmu makhluk dengan ilmu Khaliq? Belajar ngaji dimana Anda?

Lagian siapa yang mau debat? ini informasi. Yang suka debat itukan baru belajar sedikit sudah merasa tahunya banyak, sampai bisa menilai blog ini banyak mudharat daripada manfaatnya. Atas dasar apa?

Yang suka debat itu,jarang baca, maunya cuma denger doang, langsung njeplak, nuduh orang.

Rasulullah memperingatkan kita agar menjahui debat, jika tak dilakukan dengan lebih baik, sebagaimana sabda-nya: “ Tidaklah suatu kaum tersesat setelah meraih hidayah kecuali karena mereka suka berdebat“.

Imam Malik rahimahullah berkata, “ Berdebat tentang ilmu membuat hati menjadi besar menjadi besar dan memancing caci-maki“.

Jadi siapa yang suka menimbulkan perdebatan?

Santai aja kaleee...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pranu 2013-06-03 09:10
Quoting #dedi:
eh ustadz firanda..klo mao da'wah,da'wah aja..gak usah da'wah yang nimbulin perdebatan antar umat..gua tau ilmulu tinggi,setinggi langit walaupun gua gak tau lu berguru sama guru atau buku2 yang mana???tapi gua sama sekali gak pandang lu punya ilmu stinggi langit,melainkan akhlak lu...mending lu didik kelurgalu,sdr2lu,tetangga2lu..jangan di blok gini dah,BANYAK mudhoratnya daripd manfaatnya...jangan lu kira lu tu hebat...lu tu belum apa2 dibanding luasnya ilmu Allah.CAMKAN ITU.

Asalamualaikum bang dedi, Kenapa sih kamu kalo masuk blog seperti ini menjadi kebingungan, nabrak sana nabrak sini, lagunya spt orang yg berilmu tinggi tapi bahasanya ... aduh... jauh dari halus..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# avianto 2013-05-14 03:48
Alhamdulillah dari tulisan dan ceramah2 ustadz bisa belajar terus ilmu agama. Semoga Allah memberikan jalan penerang buat kehidupan dunia dan akhirat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# alexander 2013-05-27 17:09
ah dasar postingan pelawak....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mulyadi merbau 2013-06-06 10:29
Alhamdulillah dari blog ini saya bisa belajar banyak ..dan mohon ijin copy ya ustadz..jazakul loohi khoir
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# heri 2013-08-09 19:16
Mas Firanda, sekali2 undang dong Habaib Wahhabi tsb untuk memberikan tausiyah di Indonesia, biar Muslim Indonesia tahu akan kebenaran !
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sayyid alfaqir1 2013-08-27 21:45
segala puji dan syukur ke hadirat allah swt,dengan telah ditampakannya secara terang benderang kebenaran atas dilaknatnya para pengikut/pecint a ibnu taimiyah,muhama d abdul wahab,hasan albana,and the ganks ,mari kita buka mata dan lihatlah azab allah swt telah datang buat mereka para ikhwan dimesir para penganut aliran sesat wahaby,semoga allah segera membersihkan para penganut manzab syetan dimanapun mereka bercokol dimesir,arab saudi,syiria,ju ga di indonesia (sdh sewajarnya allah swt menurunkan siksa/azab dgn segera kpd mereka ini yg dikehidupannya slalu dipenuh dgn kekejian dan perwujudan sdh parah/rusaknya ahlak mereka yg slalu terbiasa mengisi hari2nya dgn sikap dan prilaku barbar penuh iri dengki dan permusuhan kpd saudaranya sesama muslim)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sayyid alfaqir1 2013-08-27 21:57
semoga allah swt segera menurunkan azab kpd para wahabyyin dimanapun mereka berada,syukur alhamdulillah perusak kerukunan sesama muslim ini sdh mulai dibersihkan dari dunia fana ini (diawali dimesir dan syiria),semoga pada saatnya akan ada pembersihan masal kpd kaum tafkirin yg satu ini (genosida ala hilter,dipilih yg berfaham wahaby sj)doaku setiap hari berharap allah swt menjaga agama islam dari kaum penghancur persatuan umat seperti mereka (wahabyyin),ya allah semoga engkau segera musnakan /azab para pemecah belah umat ini
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Alexander Stephen 2013-08-29 08:18
Sesama umat dilarang saling memusuhi. Agana adalah keyakinan. Prinsipnya, keyakinan tidak bisa ditanya2, dilogikakan, atau dipertanyakan. Kalo yakin silahkan ikut, kalo gak yakin jangan ikut. Tidak ad paksaan. Agama atau suatu aliran agama itdak usah dibanding2kan, gak ada gunanya. Semua benar di mata masing2 orang yg meyakininya. Kalo gak, ya ribut terus jadinya. Tul gak, bos??.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu rizqi 2013-08-29 11:51
Alhamdulillah, sudah 2 tahun ini saya sering mengikuti kajian - kajian Sunnah. ada banyak tahu dan terasa beda dng yg sebelumnya dalam hal beribadah, bermuamalah, sikap ke orang tua, ke tetangga dan lainnya.
1. Beribadah terasa lebih khusyu.
2. ke teman, ke saudara atau yg ke non muslim pun begitu menghargai dan menghormati
3. ke orang tua, hmmm merasa berdosa jika ada kata kurang baik yg kluar dri mulut ini.
4. saling mendo'akan sesama muslim terasa sekali dibutuhkan, krna sesama muslim itu bersaudara.
5. dan lainnya, saya masih harus banyak belajar. mumpung masih diberi waktu.
Syukron...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# trimo 2013-10-02 21:07
sampah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Thohiri 2013-10-03 02:49
Isi tulisan ini sangat bagus. Mungkin judulnya jang yang perlu di perhalus dan tidak menyebutkan hal2 seperti Wahabi, Syiah, Sunny, Habib dll. Karena sebutan2 tersebut justru akan menjadi hijab kebenaran itu sendiri. Kenapa? Kalau orang Syiah baca tulisan ini dia langsung menolak kebenaran2 yang ada karena sudah tersinggung.
Saya sering ke Iran dan bertemu dgn sahabat sahabat yang sangat santun dan menghormati tamu. Mereka adalah mainstream Syiah yg ada saat ini. Dan jauh dari karakter Syiah Rafidoh. Yang di Iran sangat minoritas jumlahnya. Perubahan ini berkat Imam Khomeini yang teelah merombak pemahaman tentang Islam yang terkotak2an. Saya membaca buku tentang 40 Hadits, salah satunya tentang Syirk dan Riya. Saya belum pernah membaca kajian yg begitu mendalam, menyentuh dan sangat komprehensip seperti tulisan Imam Khomeini ini. Dalam buku tersebut tidak ada kecenderungan Shiah atau anti Suny. Bahkan, menurut sahabat2 saya di Iran, Imam Khomeini selalu memberi nasihat kepada jamaah haji Iran utk selalu berjamaah di masjidil harom tanpa mempermasalahka n Imamnya adalah Suny.
Waktu saya ke Iran saya pernah didaulat utk jadi Imam oleh sahabat. Alhamdulillah sholat berjamaah berjalan lancar.
Yang saya perhatikan mereka lebih menyiapakan diri melawan Zeonisme Israil dan embargo Amerika dan sekutu2nya. Mari kita bantu mereka melawan musuh2 yang sesungguhnya. Semoga Islam semakin jaya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu ihsan nurdin 2013-10-17 04:54
panjang juga,,baca dulu ah,..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# topicsom 2013-11-13 17:32
Cecunguk cecunguk wahabiy ngomong2 masalah bid'ah ga pantes lw ngomong2 bid'ah lw kaitkanan dengan rasulullah dan keluarganye begitu juga sahabatnye,, mane adab n akhlak lw sama mereka,,,, faham lw cecunguk2 whabiy
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Faris aljamalullail 2013-12-06 10:44
Alhmadullilah ane sekarang jadi suka denger radio rodja berkat temen ane. Ane sebenernya salah satu keturunan ahlu bayt. Tapi ane pikir walaupun kita merupakan ahlu bayt tapi tindakan hanya bidah bidah saja maka tidak ada gunanya. Jazakallahu khayran
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Langganan Artikel

Masukkan email anda -> klik Daftar

Facebook & Twitter