Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii

Friday, 23 September 2011 03:22 administrator
Print PDF
Bookmark and Share

Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.

Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

Habib Munzir berkata :

"Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya". Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)"


Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 30)

Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami' As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah.

Tatkala menjelaskan hadits Nabi shallahu 'alaihi wa sallam

لَعَنَ اللهُ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِدَ وَالسُّرُجَ

"Allah melaknat para wanita penziarah kuburan dan (melaknat) orang-orang yang menjadikan di atas kuburan masjid-masjid dan penerangan"

Al-Munaawi berkata :



(Sabda Nabi) :  وَالْمُتَّخِذِيْنَ عَلَيْهَا الْمَسَاجِد"(Allah melaknat orang-orang yang menjadikan masjid-masjid di atas kuburan) karena padanya ada bentuk berlebih-lebihan dalam ta'dziim (pengagungan). Ibnul Qoyyim berkata, "Dan hadits ini dan hadits-hadits yang semisalnya adalah bentuk penjagaan Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam terhadap tauhid agar tidak diikuti oleh kesyirikan dan agar kesyirikan tidak menutup tauhid, dan untuk memurnikan tauhid dan sebagai bentuk kemarahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena Robnya disamakan dengan selainNya. As-Syafii berkata, "Aku benci diagungkannya seorang makhluk hingga kuburannya akhirnya dijadikan masjid, kawatir fitnah kepadanya dan kepada masyarakat".

Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun mesjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

Zainuddin Al-'Irooqi berkata, "Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun masjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala memberi wakaf) agar dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya". (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 5/274)

Demikianlah teks secara lengkap dari kitab Faidhul Qodiir. Para pembaca yang budiman perhatikanlah teks diatas, ternyata :

Al-Munaawi menukil perkataan Ibnul Qoyyim, yang Ibnul Qoyyim sedang menukil perkataan Imam As-Syafii (perkataan Ibnul Qoyyim ini bisa dilihat di kitab beliau Ighootsah Al-Lahfaan, tahqiq Al-Faqii 1/189), lalu Al-Munawi menyampaikan suatu pendapat lantas kemudian Al-Munawi menukil perkataan Al-'Irooqi yang membantah pendapat tersebut.

Dari sini tampak tipu muslihat Habib Munzir dari beberapa sisi:



Pertama :

Habib Munzir berdusta atas nama Imam As-Syafii dengan menambah perkataan yang bukan perkataan Imam As-Syafii, yaitu perkataan ((dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya)), yang ini jelas adalah bukan perkataan Imam Syafii, akan tetapi sebuah pendapat yang dinukil oleh Al-Munawi.

Perkataan Imam As-Syafii ini sangatlah masyhuur, perkataan ini telah dinukil oleh Abu Ishaaq Asy-Syiirooziy (wafat 476 H) dalam kitabnya Al-Muhadzdzab fi Fiqhi Al-Imaam Asy-Syaafii, beliau rahimahullah berkata :

 


"Dan dibenci dibangunnya masjid di atas kuburan, karena hadits yang diriwayatkan oleh Abu Martsad Al-Gonawi bahwasanya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam melarang sholat kearah kuburan dan berkata, "Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala (sesembahan), karena sesungguhnya bani Israil telah binasa karena mereka menjadi kuburan-kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid". As-Syafii berkata, "Dan aku benci diagungkannya seorang makhluq hingga kuburannya dijadikan masjid, kawatir fitnah atasnya dan atas orang-orang setelahnya" (Al-Muhadzdzab 1/456, dengan tahqiq : DR Muhammad Az-Zuhaili)

Perkataan As-Syiirooziy dan perkatan Imam As-Syaafii ini juga dinukil oleh An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmuu' Syarh Al-Muhadzdzab (5/288, tahqiq Muhammad Najiib Al-Muthi'iy). Kemudian An-Nawawi berkata :


"Dan telah sepakat nash-nash dari As-Syafii dan juga para ashaab (para ulama madzhab syafiiyah) akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau selainnya karena keumuman hadits-hadits (yang melarang-pen). Ay-Syafii dan para ashaab berkata, "Dan dibenci sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak". Al-Haafizh Abu Muusa berkata, "Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za'farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, tidak boleh sholat di sisinya dalam rangka mencari barokah atau dalam rangka mengagungkannya, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A'lam".(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu' syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

Dan perkataan Imam As-Syaafii yang dinukil oleh Asy-Syiiroozi, An-Nawawi dan Al-Munaawi sesuai dengan penjelasan Imam As-Syafii dalam kitab beliau Al-Umm, dimana beliau tidak suka jika kuburan dibangun lebih tinggi dari satu jengkal, beliau berkata :


"Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri" (Al-Umm 2/631, tahqiq DR Rif'at Fauzi Abdul Muththolib, Daar Al-Wafaa')



Kedua :

Habib Munzir tidak amanah dalam penerjemahan, kata qiila (قِيْلَ) yang artinya "dikatakan" tidak diterjemahkan oleh Habib Munzir.


Terjemahan Habib Munzir sbb : "Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya". Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)"

Para pembaca yang budiman perhatikan terjemahan Habib Munzir, seharusnya terjemahan yang benar adalah : "…atau atas orang lain. Dikatakan : dan hal yang tidak…"

Ini jelas sangat merubah makna, karena fungsi dari kalimat qiila (dikatakan) ada dua:

-         Pertama : Menunjukan pemisah antara perkataan Imam Syafii dan perkataan selanjutnya yang bukan merupakan perkataan Imam As-Syafii

-         Kedua : Para penuntut ilmu telah mengerti bahwasanya para ulama tatkala menukil suatu pendapat dan dibuka dengan perkataan "dikatakan" maka ini menunjukkan lemahnya pendapat tersebut.



Ketiga :


Habib Munzir tidak menukil perkataan Al-Munaawi dalam Faidhul Qodiir secara sempurna. Padahal setelah nukilan yang didustakan kepada Imam Syafii tersebut, setelah itu Al-Munawi menukil dari Al-'Irooqi untuk membantah pendapat tersebut. Para pembaca yang budiman perhatikanlah kembali teks perkataan Al-Munawi berikut ini:


Terjemahannya: "Dikatakan bahwasanya yang dicela adalah jika menjadikan mesjid di atas kuburan setelah proses pemakaman, adapun jika ia membangun masjid kemudian menjadikan di sampingnya kuburan untuk dikuburkan di situ pewaqif masjid atau orang yang lain, maka tidak mengapa.

Zainuddin Al-'Irooqi berkata, "Yang dzohir bahwasanya tidak ada perbedaan antara jika dia membangun mesjid dengan niat untuk dikuburkan di sebagian masjid maka termasuk dalam laknat. Bahkan hukumnya haram jika dikubur di masjid. Jika ia mempersyaratkan (tatkala member wakaf) untuk dikubur di masjid maka persyaratan tersebut tidak sah karena bertentangan dengan kosekuensi wakaf masjidnya". (Faidul Qodiir Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 5/274)

Maka sungguh saya bertanya kepada Habib Munzir yang mulia…"Kenapa anda begitu tega dan begitu berani memanipulasi perkataan para ulama…??"

Apakah anda tidak takut dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di hari akhirat kelak…???!!! Wallahul must'aaan (Bersambung…)

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 24-10-1432 H / 22 September 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com




Newer news items:
Older news items:

Comments  

 
# Arendy65 2011-09-23 04:24
Ulasan yang mantap. Semoga kebenaran selalu menaungi orang2 yang memperjuangkan kebenaran..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# bams al-batawy 2011-09-23 13:29
Subhanalloh, sangat ilmiyah sekali
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wawan 2011-09-23 14:09
Lanjutkan terus pembahasan ini Ustadz Firanda. Semoga Allah Ta'ala selalu memberkahi antum dan membalas usaha antum dengan kebaikan yang banyak.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Faeyza 2011-09-23 15:40
Semoga Allah memberikan Hidayah kepada orang2 menyelisihi Sunnah, dan memberkahi orang 2 yang mengikutinya dengan baik.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ridho fitra 2011-09-23 17:17
Quoting Abu Faeyza:
Semoga Allah memberikan Hidayah kepada orang2 menyelisihi Sunnah, dan memberkahi orang 2 yang mengikutinya dengan baik.

Amin ya Allah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Maaya 2011-09-23 16:06
Ustadz, bagaimana dengan klaimnya yang mengatakan guru2nya musnid (hafal 100.000 hadits dan sanadnya), sedangkan ulama "wahabi" gurunya adalah buku dan sanadnya terputus. Dan bagaimana juga klaim murid2nya banyak yang mengaku mimpi bertemu Nabi berkat habib Munzir.

Mohon tanggapannya, jazakallahu khairan katsiiran.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# tuwailaib 2011-09-23 17:07
Parah ya... mengaku keturunan nabi (habib) tapi malah menyesatkan ummat nabi.. berani beraninya membelokkan perkataan ulama.. Allah yahdihu
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# jakartetulen 2011-09-23 17:47
memang perlu dibongkar ustadz syubhat sang habib karena sering kali beliau memelintirkan hadits2....ketika tampil di media televisi : sperti beliau telah pelintirkan hadits tentang hadits kullu bid'atin dholaalah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhadi - Albethawie 2011-09-23 17:57
Yang namanya kebatialn akan senantiasa Allah bongkar
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ade Malsasa Akbar 2012-02-25 17:40
Benar! Semoga Anda dirahmati Allah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Aden Kejawen 2011-09-23 18:49
Yang mbaca pada PICEK yang nulis PENDUSTA

LU GOBLOG APE DONGO??? Mane yang didustakan woi???
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu yussuf 2011-09-23 19:34
@ Aden Kejawen

Assalamu'alaykum..

coba di baca lagi akhi,...
pelan - pelan saja..

sekalian sama arabic dari buku aseli-nya

barakallahu
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu yussuf 2011-09-23 19:37
Quote :
"Yang mbaca pada PICEK yang nulis PENDUSTA"

-------------------------------------------

fanatisme yang mematikan hati....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Ahmad 2011-09-23 20:13
Quoting Aden Kejawen:
Yang mbaca pada PICEK yang nulis PENDUSTA

LU GOBLOG APE DONGO??? Mane yang didustakan woi???

=> Seperti inilah buah akhlaq dari fanatikus habib.... yang duduk di majlisnya (habib m****r) ... ( fanatik BUTA ). Allahul musta'aan... Mudah mudahan Allah memberi hudayah kepada cara beragama yang benar.Akhlaq yang baik.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Si doel 2011-09-25 12:11
Gini nih akhlak yg diajarkan oleh Majelis Rasulullah? Catatan penting buat Habib Munzir, semoga Allah memberi hidayah pada beliau.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Haniyah 2011-10-21 19:35
Saya liat di forum majelisrasulull ah, coba disearch kata "wahabi" coba liat apa yang keluar...semua kejelekan ada dsana, pokoknya yang namanya "wahaby" sesat dan harus diberantas, diperangi selayaknya syiah dan lain-lain..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# akromuzzaman 2011-09-23 19:01
mumtaaz ustadz, ana punya kitabnya itu, syaikh Imam abu ishhaq fairuuz Abadi asysyrozi, buku jadul warisan bapak, dan syarahnya al muhadzdzab karya imam nawawi, mohon ustadz juga meneliti buku habib yang lain yang judulnya kenalilah aqidahmu, 2 buku itu tidak mencerminkan si habib itu keturunan Rasulullah, benar2 bertolak belakang. syukran ustadz atas ilmunya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# putu 2011-09-23 20:30
Alhamdulillah...semakin terang dan jelas. Semoga Allah Ta'ala selalu memberkahi Ustadz. amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Alifah 2011-09-23 20:36
Baarakallhu fiik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# anda irwin 2011-09-23 22:07
Barakallahufiik ya Ustadz. izin share.
Syukran jazakallah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abi Ibrahem Bashry 2011-09-23 22:31
Jazallahu al-ustadz al-fadhil khoiron, wanafa'a bihi al-islama walmuslimin.
Untuk para haba-ib kita, kita harapkan mengkaji dengan penuh kesungguhan dan amanah, barakallahu fihim.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# azmi 2011-09-23 23:54
sya sangat tidak percaya apakah aden kejawen itu ada, krn saya yakin dia hanya fiktif, komentar yang dibuat oleh mereka yang membuat tulisan dan komentar2 diatas, smoga kalian yang mencerca para ulama dan habaib yang bersih dan lembut hatinya mendapatkan hidayah, dan sekirannya kemurkaan Alloh SWT lebih tepat kpd mereka, maka sepantasnyalah adzab yang mereka terima
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu ghonam 2011-09-24 01:55
#azmi, apakah anda berhak menetukan azab?
azab yang dahsyat adalh dimatikan hatinya akibat fanatik buta, sekiranya membaca dari awal sampai akhir atau anda mengetahui barang sedikit ilmu tentang hal terkait 9membangun kuburan di atas kuburan) atau faham dan tau ttg kitab terkait, maka itu lebih baik bagi anda dan lebih berguna...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ibnu gazali 2011-09-24 03:17
coba ustadz baca juga karomah-karomah si habib d****l ini yang disebarkan oleh pengikutnya,.bener-bener mengerikan ,.

Mudah- mudahan ALLAH menguatkan hati dan iman kita diatas manhaj yang hak ini..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ridwan 2011-09-24 06:09
lagi2 orang yang tidak bersanad ngoceh.....
COPAS.....Copy...Paste ....

Pada ngiri pada Hb Munzir.....
BUSSUUKKKKK....
Wahai Allah....
Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik ini menjadi saksi akan fitnah terhadap hb Munzir....
Muliakanlah hb mMunzir dn jama'ahnya Ya Allah.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# blogkopilink 2011-12-18 22:08
aamiiin.........
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ridwan 2011-09-24 06:17
lagi2 orang yang tidak bersanad ngoceh....
COPAS....Jurus Copy Paste....

PAda ngiri....
BUSSSOKKKKKKKKK ...

WAhai Allah...
Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik inni menjadi saksi akan fitnah mereka terhadap Hb. Munzir...
Muliakanlah Hb Munzir dan jama'ahnya...
Yaa Allah...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# roy 2011-09-24 06:18
Man Kadzdzaba alayya muta'ammidan fal yatabawwa' maq'adahu minan nar.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ridwan 2011-09-24 06:26
padahal,....
Tahukah kau anak muda?????
ketika kamu mencelanya, memfitnahnya, menjekkannya dll....
beliau mendo'akan kau sekalian dg segala kebaikan....
beliau sangat menyayangi antum sekalian....

ucapan beliau:
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# akromuzzaman 2011-09-25 04:48
dengan senang hati akan ana tunjukkan kitabnya langsung, silahkan antum main ke toko buku walisongo, toko yang bukan pendukung salafi, di bagian kitab kuning, di rak 3 atau 4 dari bawah, jika antum berdiri menghadap rak itu antum menghadap ke arah timur, ada kitab yang di susun secara menyamping, dan tertulis al majmuu ( dengan bahasa arab), buka kitab ke 5, jilid ke 5, itu juz ke 5, buka kitab jana'iz, bab atta'ziyatu wal baka' alal mayyiti, di sana di halaman 275-300an cari kata2 ini
قال المصنف رحمه الله تعالى : ويكره أن يبنى على القبر مسجدا ، لما روى أبو مرثد الغنوى رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى أن يصلى إليه وقال : لا تتخذوا قبري وثنا ، فإنما هلك بنو إسرائيل لأنهم اتخذوا قبور أنبيائهم مساجدقال الشافعي رحمه الله : وأكره أن يعظم مخلوق حتى يجعل قبره مسجدا مخافة
الفتنة عليه ، وعلى من بعده من الناس

- الشرح : حديث أبي مرثد رواه مسلم مختصرا قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها وثبت معناه عن جماعة من الصحابة فعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : قاتل الله اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساج
رواه البخاري ومسلم رحمهما الله وعن ابن عباس وعائشة رضي الله عنهما قالا : لما نزل برسول الله صلى الله عليه وسلم طفق يطرح خميصة له على وجهه ، فإذا اغتم بها كشفها عن وجهه قال وهو كذلك : لعنة الله على اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد يحذر ما صنعوا رواه البخاري ومسلم ، وأبو مرثد بفتح الميم والثاء المثلثة واسمه كناز بفتح الكاف وتشديد النون وآخره زاي ابن حصين ، ويقال ابن الحصين الغنوي بفتح الغين المعجمة والنون توفي بالشام سنة ثنتي عشرة ، وقيل : سنة إحدى وهو ابن ست وستين سنة ، وحضر هو وابنه مرثد بدرا . واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على كراهة بناء مسجد على القبر سواء كان الميت مشهورا بالصلاح أو غيره ، لعموم الأحاديث ، قال الشافعي والأصحاب : وتكره الصلاة إلى القبور ، سواء كان الميت صالحا أو غيره قال الحافظ أبو موسى : قال الإمام أبو الحسن الزعفراني رحمه الله : ولا يصلى إلى قبره ، ولا عنده تبركا به واعظاما له للأحاديث ، والله أعلم
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aaa 2012-02-16 20:09
Hai akhirzaman (akromuzaman), loe nyantri di sekolah pemerintah ya, blagu bener kaya udah jadi mutjahidz mutlaq aja, kalau berani langsung protes ke habib munzir ya, itu cm fitnah aja jadinya ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2011-10-05 14:10
Quoting ridwan:
ucapan beliau:
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah....


Seram sekali. Inilah salah satu kesesatan dan kerusakan sufi. Allahul Musta'an. Datuknya -Shallallahu alaihi wasallam- saja sangat mewanti2 umatnya agar jgn sampai tersentuh api neraka barang seujung rambutpun, ini malah rela masuk neraka sementara jama'ahnya di surga, walah walaaah. Sadarlah wahai pak habib, jgn kau biarkan bisikan2 syaiton menutup hatimu. Apakah pak habib kira siksa neraka akan menjadi ringan hanya karena pak habib keturunan Rasulullah??????? Ya Allah Ya Ghofur, ampunilah kalimat2 habib Munzir ini, berilah beliau hidayah agar kembali pada sunnah dan meninggalkan jalan sufi ya Allah.

Wahai teman2 yg ana sayangi, tolonglah dicermati kalimat2 tersebut dengan hati dan pikiran yg jernih, jgn dengan bungkus fanatik buta.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# gan gan 2011-10-05 20:35
Quoting ridwan:
ucapan beliau:
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah....


Astagfirullah ...
mas, cobalah berfikir logis.
Anda rela masuk neraka, sementara setiap hari masih berdo'a "rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqina adzaabannar"
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# faisal 2011-11-11 21:16
Allah tidak mempersulit hambanya untuk beribadah, Allah tidak membebankan kepada hambanya mencari keturunan Rasulullah sebagai pedoman beribadah, itu sangat sulit sekali, zaman sekarang buyut kita aja sudah sulit mencari silsilahnya sampai ke kita, apalagi di zaman Rasulullah yang sudah berabad-abad lamanya sampai waktu sekarang ini, masya Allah, yang menjadi pedoman hanyalah Al-Qur’an dan sunnah, apalagi ada yang menganjurkan beribadah kekuburan, wahai kawan jangan mengambil resiko beribadah yang masih sangat diperdebatkan apalagi antara sunnah (yang katanya sunnah meminta2 kekuburan) dengan kemusrikan, masih banyak amalan yang benar2 sunnah yang diakui semua ulama seperti tahajjud, puasa sunnah, mengaji dirumah, apa kita udah sanggup mengerjakan itu, jangan2 yang wajib aja tidak dikerjakan. Ini pengalaman saya pribadi, saya kemarin itu sering beli Majalah Alkisah, masa ada habib yang mau membuat sebuah kitab dia bermimpi dulu, dia katanya di telepon sama Imam Syafi’i dan Nabi Muhammad SAW, terus menanam pohon bisa langsung berbuah katanya dan banyak lagi yang lain, itu pada edisi no. 2 Tahun IX 24 Januari-6 Februari 2011, masya Allah, apakah kita dibebankan oleh Allah untuk mempercayainya ? Didalam AlQuran Allah sering menegaskan bagi “orang yang berpikir” berarti hanya orang2 yg berpikir saja yang bisa menjalani agama ini dengan baik, kalau udah minta kekuburan berari orang yang tidak berpikiran.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ibnu gazali 2011-09-24 09:29
@ Ridwan : lagi2 orang yang tidak bersanad ngoceh.....
COPAS.....Copy...Paste ....

Pada ngiri pada Hb Munzir.....
BUSSUUKKKKK....
Wahai Allah....
Jadikanlah tiap2 huruf yang diketik ini menjadi saksi akan fitnah terhadap hb Munzir....
Muliakanlah hb mMunzir dn jama'ahnya Ya Allah.....

Maaf mas ; antum tahu dari mana tulisan diatas copas (copy paste ) ??? jangan cuman ngoceh,.kalo antum ingin membela habib antum, yang ilmiah dong jangan cuman bisa bilang "NGIRI ,BUSUKK " itu namanya antum emosian dan fanatik buta,.didalam islam dilarang loh mas fanatik buta kecuali kepada Rasulullah.

oh ya ucapan si habib yang antum nukil diatas
"aku masuk neraka dan mereka di surga (Habib rela), tapi jika aku di surga, tidak satupun nama2 mereka akan aku lupakan.... Ya Alllah...YA Allah...."
bener2 sebuah kata kesombongan dan amat sangat mengerikan ,.ana aja bergidik mendengarnya,.coba antum telaah lagi mas ridwan kata-katanya dengan akal yang sehat dan pikiran yang jernih,..insya ALLAH antum akan menyadari hal tersebut.

-Allahul Musta'an -
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Syaddad Baladraf 2011-09-24 09:31
@Ridwan: Silahkan antum berikan sanggahan diatas bukti dan dalil apabila antum memang fans berat si habib.
bagian mana dari artikel ini yang tidak sesuai dgn si habib, kalaupun sanggahan antum itu diatas bukti yang kuat dan dalil yg shohih, maka saya pribadi bahkan Ust. Firandapun akan membenarkan si habib juga apabila dalil dan bukti antum paparkan juga.

Hadaakallahu wa iyyaanaa..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# taufik 2011-10-05 15:30
ya silakan anda mau omong apa tentang habib munzir nanti anda akan tanggung sendiri akibat tulisan anda di hadapan alloh...pembenaranmu atau fitnahanmu ga penting..kalutu keyakinanmu ya sudah km jalani aja...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Andy 2011-09-24 09:54
To : Ridwan dan para pecinta Habib

Coba deh kalian baca bismillah atau istighfar dahulu, lalu baca lagi pelan2 tulisan ust Firanda di atas... jelas banget akhi buktinya begitu kongkrit..!!

Antum bisa langsung cek ke kitab aslinya yang dirujuk Ust Firanda, dan bisa menentukan siapa yang dusta dan siapa yang keliru??? Ustadz Firanda ataukah habib Munzir yg dusta??!!

kalau kalian masih keras kepala dan tidak mampu merujuk ke kitab2nya, caranya mudah : Tinggal print aja artikel ini, lalu kasih habib untuk membacanya dan mengulasnya dengan JUJUR dan AMANAH. Lalu silahkan bantah dengan ilmiyah...!!! It's Very Simple...!!!

Jadi, tidak perlu menghujat Ustadz Firanda dengan kata2 yg "nggak penting" dan "nggak esensi". Langsung To The Point tunjukkan aja di mana buktinya kalau antum yg benar..

*Semoga Allah ta'ala menjaga dan merahmati ustadz Firanda Andirja beserta keluarganya... Barakallahu fiik ya ustadz.. :)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ade Malsasa Akbar 2012-02-25 17:35
Betul, Mas Andy! Semoga Anda dirahmati oleh Allah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhammad Riyadi 2011-09-24 15:58
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Salam kesejahteraan dan kenahagiaan untuk kalian semua..
Untuk orang2 yg mengatakan Habib Munzir berdusta,,, Sungguh engkau yg berdusta,,,
Ziarah kubur itu sunnah,,,,melem butkan hati dan mengingatkan kematian, Masjid Nabawiy di Madinah pun dibangun berdampingan dengan makam Rasulullah SAW, bahkan Ka'bah yg Mulia dihiasi dengan Kiswah yg nilainya -+2Milyar sungguh indah juga jika makam2 dan kuburan para Awlia Allah dihiasi bagai kamar pengantin,,,unt uk memuliakannya,, , jadi jika kalian mendustakan kalimat dan perkataan Habib Munzir sungguh engkau yg telah berdusta dan berbohong serta memfitnah,,, Allohumma sholi ala Sayidina Muhammad saw...

Coomment... FB: Muhammad Riyadi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Si doel 2011-09-24 16:31
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Emang ini lagi membicarakan ziarah kubur Mas? Baca dulu baek baek...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhammad Riyadi 2011-09-24 21:11
kiyas akhi,,,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# a 2011-09-25 10:32
sepertinya anda tidak membaca artikel diatas dengan baik.

coba perhatikan kalimat asli yg dikutip ust firanda dr kitabnya langsung dan perkataan habib yg diklaim beliau adalah perkataan imam syafii.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Si doel 2011-09-25 11:59
Kiyas itu apa Mas ?

Bagian mana dari tulisan diatas yg menolak ziarah kubur? Sepertinya Mas lagi emosi deh .... He he he ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pembela sunnah 2011-09-24 19:32
jazakallahu qoir,,yaa ustad,,barakall ahu fik..ternyata pembela habib munzir,,bicaran ya masih bagusan anak sd..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rafiq 2011-09-24 19:33
Dari analisa yang saya lakukan terhadap tulisan diatas jelaslah sudah terlihat Si Penulis hanya orang yang asal-asalan dan gerasa gerusu dalam menghakimi sesuatu.

dua Qoul yg anda anggap saling bertentangan itu tidak bertentangan sama sekali, kita harus jeli memahami tipu muslihat si penulis ini, menuduh Habib Munzir berdusta ternyata dialah yang pendusta itu,

Penulis, anda ingin sekali menjatuhkan Habib mundzir?? menganggap qoul pertama telah di nasakh / dianggap salah dengan qoul yg kedua. padahal tidak sama sekali

Makanya, kalau belajar itu jangan hanya sama buku dan kitab saja, perlu belajar juga berguru kepada pemegang Sanad Imam Syafi'i, kalau anda bingung terhadap kitab anda bisa merujuk kepada sang Guru tsb, supaya tidak keliru pemahaman anda,,

Anda kalau ingin sesat sesat sendiri saja jangan mempengaruhi orang lain dengan pemahaman anda yang dangkal yang hanya belajar dari kitab.

Sungguh, Sanad keguruan jauh lebih kuat untuk di pegang dan di percayai ketimbang hanya dengan kitab dan buku..

ulasan anda kalau dibaca sangat lucu, he he he
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ridwan 2011-09-24 21:59
.....?????
dalil??? ini bukan diskusi...
ini fitnah....

terkadang alangkah baiknya jika kita inging mendalami ilmu, tidak skedar punya atau membaca kitab saja....
terkadang seorang pengarang kitab menghukumi hukum yang beda atas tiap2 permasalahn sesuai keadaan juga.....
kita seharusnya tidak mengambil sepotong2...

itulah fungsinya sanad keguruan....
gurunya menerangkan masalah lin dgn keadaan ini, trus muridnya menerangkan kepada muridnya, dst..... sampai kpd kita.,..
dan hamba yakin yang nulis artikel ini sanad ilmunya terputus,,,,
coba tanya!!!! bener???????
semoga yang lainnya berhati jernih,,,, ok!!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Si doel 2011-09-25 12:09
Bener tuh Mas, harusnya habib munzir juga harus menulis lengkap lengkap, jangan kepotong potong... Harus amanah gitu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# taufik 2011-10-05 14:30
betul yg nulis ini saya yakin ga punya sanad bener...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ghuroba 2011-10-28 19:58
Quoting taufik:
betul yg nulis ini saya yakin ga punya sanad bener...

Universitas Islam madinah bro, gimane bisa dikatakan sanadnya gak jelas ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# saliq 2011-09-25 00:00
assalamualaikum ...
ustadz firanda,apakah anda takut dan pengecut untuk menemui habib munzir...???
demi alloh...demi rosululloh...beliau hamaba alloh yang amanah..

hentikan fitnahmu atau alloh yang akan menghentikanmu..

wassalamualaiku m warohmatullohi wabarokatuh

ttd
PENCINTA HABAIB
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Bang Doel 2011-09-25 01:10
terima kasih ustad atas pelurusan ilmunya yang berdasarkan dalil dan dasar yang kuat semoga bermanfaat bagi seluruh umat Islam amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# beDoel 2011-09-25 01:21
terima kasih ustad munzir yang telah mengingatkan semua kebenaran semoga bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin yang Allah kasih hidayah amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# firanda iblis 2011-09-25 04:02
hehehhehehehehe he.................firanda",ampe kiamatpun omongan low w kaga bakal percaya, statement low ora danta,,,,,,,,fi randa kaloga produk yahudi kaloga wahabi,hati" ame firanda:FIRANDA ADA SINGKATANNYA FIRaun ANjing DAjjal,,,,,,,,, ,qiqiqiqiqiqiqi qiqiqiqiqiq, hati" ame ni makhluk
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ghuroba 2011-10-28 20:06
Quoting firanda iblis:
hehehhehehehehe he.................firanda",ampe kiamatpun omongan low w kaga bakal percaya, statement low ora danta,,,,,,,,fi randa kaloga produk yahudi kaloga wahabi,hati" ame firanda:FIRANDA ADA SINGKATANNYA FIRaun ANjing DAjjal,,,,,,,,, ,qiqiqiqiqiqiqi qiqiqiqiqiq, hati" ame ni makhluk

Istighfar mas. Jangan malu-maluin Habib Munzir, masak emosinya ampe segitunya. Doain aja moga Habib Munzir diberi taufiq oleh Allah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pencari Kebenaran 2011-12-21 16:00
Quoting firanda iblis:
hehehhehehehehe he.................firanda",ampe kiamatpun omongan low w kaga bakal percaya, statement low ora danta,,,,,,,,fi randa kaloga produk yahudi kaloga wahabi,hati" ame firanda:FIRANDA ADA SINGKATANNYA FIRaun ANjing DAjjal,,,,,,,,, ,qiqiqiqiqiqiqi qiqiqiqiqiq, hati" ame ni makhluk

Quoting firanda iblis:
hehehhehehehehe he.................firanda",ampe kiamatpun omongan low w kaga bakal percaya, statement low ora danta,,,,,,,,fi randa kaloga produk yahudi kaloga wahabi,hati" ame firanda:FIRANDA ADA SINGKATANNYA FIRaun ANjing DAjjal,,,,,,,,, ,qiqiqiqiqiqiqi qiqiqiqiqiq, hati" ame ni makhluk


SIMPLE....Jelaslah mana akhlak yg harus ana ikuti...pecinta nabi صلى الله عليه وسلم‎
tentu tidak berakhlak seperti ini. Alhamdulillah telah Engkau berikan petunjuk kepadaku ya Allah mana yang harus aku ikuti. Amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# moch.yusuf75@ymail.com 2011-09-25 04:09
hehehehehe,,,,, ,,,,,firanda; fir aun, an jing da jjal,,,,,,,,,jg n dengerin ni dajja berwujud firaun bermuka anjing, hohohohohohohoh ohohohoh
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Maaya 2011-09-25 12:21
Contoh akhlak murid habib munzir
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhammad Iqbal Biya 2011-10-05 13:48
Taqlid Buta
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# puji 2011-10-19 23:00
Lembutkan hati kami untuk menerima kebenaran ya Allah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# noname 2011-12-14 18:22
Quoting :
hehehehehe,,,,, ,,,,,firanda; fir aun, an jing da jjal,,,,,,,,,jg n dengerin ni dajja berwujud firaun bermuka anjing, hohohohohohohoh ohohohoh

ternyata yg katanya punya sanad, begini nih omongannya? katanya ahu hadits? bisanya cuma ngutuk. cemen lah....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Marwan HK 2011-12-16 20:58
Quoting noname:
Quoting :
hehehehehe,,,,, ,,,,,firanda; fir aun, an jing da jjal,,,,,,,,,jg n dengerin ni dajja berwujud firaun bermuka anjing, hohohohohohohoh ohohohoh

ternyata yg katanya punya sanad, begini nih omongannya? katanya ahu hadits? bisanya cuma ngutuk. cemen lah....

Omongan 1 ama omongon 2. sebetulnya sama2 ngutuk..yang 1 to the point..yang 2 pake bahsa ilmiah...tapi sama2 menghina mahluk Alloh...cuma yang lebih parah yang ke 2 karena menghina seorang ulama...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2011-12-17 22:57
Quoting Marwan HK:
Quoting noname:
Quoting :
hehehehehe,,,,, ,,,,,firanda; fir aun, an jing da jjal,,,,,,,,,jg n dengerin ni dajja berwujud firaun bermuka anjing, hohohohohohohoh ohohohoh

ternyata yg katanya punya sanad, begini nih omongannya? katanya ahu hadits? bisanya cuma ngutuk. cemen lah....

Omongan 1 ama omongon 2. sebetulnya sama2 ngutuk..yang 1 to the point..yang 2 pake bahsa ilmiah...tapi sama2 menghina mahluk Alloh...cuma yang lebih parah yang ke 2 karena menghina seorang ulama...


Omongan ke 2 timbul karena adanya omongan ke 1, jadi harusnya omongan ke 1 lah yg anda kritisi....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu sarah 2012-05-03 17:40
Quoting :
hehehehehe,,,,, ,,,,,firanda; fir aun, an jing da jjal,,,,,,,,,jg n dengerin ni dajja berwujud firaun bermuka anjing, hohohohohohohoh ohohohoh


semoga Allah melipatgandakan pahala ustadz Firanda dengan cobaan makian2 org2 ini.

Wahai yg mencela ustadz, bertaubatlah dan meminta maaflah kepada ustadz. Takutlah kepada Allah. Takutlah ketika pahalamu mengalir ke ustadz Firanda krn engkau mencelanya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# is 2011-09-25 06:36
mudah-mudahan Allah memberikan hidayah pd saudaraku yg masih keras hatinya. tidak mudah memberi pemahaman baru yg jelas ilmiah kpd orang2 yg sudah taqlik total. Kita kembalikan pd diri kita, siapa kita dulu. saudaraku yg merasa tersinggung, coba pahami, baca dg baik, chek dg kitab aslinya. jika benar kenapa malu mengakui, jika salah sanggah dg ilmiah pula. jika awam lebih baik diam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# is 2011-09-25 06:59
mudah-2 an Allah SWT memberikan hidayah pd saudara kita yg masih keras hatinya. Memang tidak mudah merubah keyakinan seseorang yg di landasi taqlik total. kita kembalikan pada diri kita, siapa kita dulu. Saudaraku yg tersinggung dg artikel ini....! coba antum baca dg baik, di pahami, chek dg kitab aslinya, jika benar mengapa harus malu mengakuinya. jika nggak puas sanggah dg ilmu, jika awam lebih baik diam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# akhi 2011-09-25 12:14
Semoga Allah memberi hidayah pada akhi yg masih taklid buta pada habib. Tanpa mau membuka kitab2 para ulama dan hanya mencukupkan perkataan dr sang habib.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# roy 2011-09-28 09:04
awas banyak santet zaman sekarang. ana cuman mengingatkan aja
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rudi Elprian 2011-09-28 15:48
semoga Allah Subahanahu wata'ala memberi petunjuk kepada Habib Mundzir
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# is 2011-09-28 16:43
Barakallah fiik. mudah-2an ustd di mudahkan untuk menjelaskan subhat-subhat yg ada di agama ini.Mudah-2 an Allah سبحانه و تعالى‎ memberikan hidayah bagi yg belum paham baik dr kalangan ulama maupun kaum awam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# musuhnya musuh islam 2011-09-29 23:08
semoga firanda diberi akal
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# noname 2011-12-14 18:19
Quoting musuhnya musuh islam:
semoga firanda diberi akal

mas kl ngebantah, tlg pake hujjah yg jelas. ini mah frustasi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# dufal 2011-09-30 20:47
assalamu a'laikum.ustad,mohon ijin share artikel nya..barakallahu fiik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-10-02 21:02
masih banyak orang2 seperti Habib Mundzir Al Musawa yang diikuti kekeliruannya oleh sebagian besar saudara muslim kita. mohon bantahannya juga pada mereka ya Ustadz!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Muaz 2011-10-03 04:50
Semoga Alloh membalas dengan kebaikan ,atas usaha ustadz dalam menjelaskan yang haq.saya mohon izin share.Jazakallohu khair,Baarakall ohufik
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# salman al baaly 2011-10-03 19:48
semoga tulisan ini tidak menjadikan salah paham bagi saudara2 yg pro kepada habib munzir, ketahuilah bahwa saya yakin ustad firanda yg mempunyai ilmu tidak akan membenci saudara seimannya.
hanya saja, ana keberatan dengan kalimat "Dari sini tampak TIPU MUSLIHAT Habib Munzir dari beberapa sisi"
krn belum tentu habib sengaja mengadakan "tipu muslihat" trhadap umat.
mohon maaf jika tidak berkenan..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2011-10-05 19:13
kalau menurut saya, mudah-mudah keluru, ini merupakan kesengajaan, kalau tidak di sengaja maka pengikut-pengikutnya akan kabur seperti kyai Afroki dari kediri. memang kalau mau ingin terkenal harus mengikuti ibadah-ibadah yang ada dimasyarakat dan pakaian surban. kalau mau mengikuti rosulullah maka siap di cela diusir bahkan di sakiti seperti rosulullah dulu. saudara-saudara seiman dan seakidah siap-siaplah anda seperti rosulullah. saya juga punya pengalaman pernah rumah saya dilempar batu. tetapi jangan sampai mundur jangan sampai putus asa. yang penting kita belajar dan belajar
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aan 2011-10-05 01:09
Ya ALLOH jagalah Ust.Firanda dr kejahatan makhlukMu, berilah kmudahan dalam menjelaskan pd umat ini,dan berilah pd kami keistiqomahan di atas al haq,serta menangkanlah al haq, amiin..... Mudah2 orang yg fanatik buta dibukakan hatiny shg bisa menerima al haq,trutama sdr2 kita y komentar di atas berilah hidayh pd mrk ampunilah kami semua> amin.untk sdr ku yg bsumpah slain ALLOH, istighfarlah pd ALLOH.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ana Bikhoir 2011-10-05 01:56
Sangat bagus sekali tulisan ustadz ini. Aku jadi tertarik untuk mendalami islam. Terus terang aku ini sangat minim sekali dalam masalah agama. Aku baru saja belajar Islam. Aku usul, bagaimana kalau tulisan semacam ini semakin diperbanyak, agar orang-orang yang awam seperti aku bisa mendapatkan ilmu dari sumber-sumber yang terpercaya. Aku rasa, kritikan secara ilmiyah sudah lazim di kalangan umat islam. Dan, saya fikir, kritik yang dibawakan oleh Ustadz Firanda sangat bagus dan dapat dipertanggungja wabkan secara keilmuan, karena mengandung dasar-dasar dari ahlinya. Seperti kutipan-kutipan yang mengkritisi tulisan habib itu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abdulloh 2011-10-05 02:17
Assalamu'alaikum..

Barokallohu fiik ustad atas Sharenya..

Saya paham betul akan maksud dari web dan artikel ini dibuat.

Saya hanya mengingatkan kepada yang berkata tidak pantas dan tidak berpendidikan seperti yang ada di atas.

" Bukankah setiap Amal (semua perbuatan ataupun ucapan) akan dimintai pertanggung jawabannya? "

Mulailah mengenal agama sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah Azza wa-jalla melalui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Bagaimana caranya? Mari sama-sama kita belajar dan mengenali Agama kita dengan baik. Tuntutlah "ILMU", agar kita sama-sama selamat dunia dan Akhirat.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# eko dharma 2011-10-05 03:15
Untuk pencinta Habib, terus terang keliatannya kalian sudah trlalu cinta sama habib, itu habib gak akan nanggung dosa kalian, jadi cinta buta thp habib, kalian jadi buta mana yg benar dan mana yg salah, ky istilah yg gak enak jadi enak so berpikir tanpa ilmu itu taklid buta
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-10-05 03:45
bukan maksud menuduhnya berdusta, namun apakah pengakuannya tentang nasab dan sanad yang bersambung pada Rosululloh itu adalah benar?

orang yang mendakwa/mengklaim harus mendatangkan bukti
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2011-10-05 13:24
@akhi Ibnu Abi Irfan,

Na'am.
Andaikan memang benar sanad ilmunya bersambung hingga Rasulullah, apakah bisa dipastikan ke-tsiqohan guru2nya diatasnya itu??? Nah loh, sana belajar jarh wa ta'dil he he he
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# yadi_dao@yahoo.co.id 2011-10-05 14:20
Jelas ajhe ente benci Habib Munzir, Firanda...Orang ente wahabi seeh !!! Ane ngaji dari kecil ampe gede, sama Habib, Kiyai, dan ustadz (tidak kurang dr 10 orang guru) dan tak satupun berbeda pendapat tentang yg ente tulis di atas. Artinya Habib Munzir dan guru-guru ane yang lain, telah menyampaikan yang Haq...bukan penyesatan dan pendangkalan aqidah seperti ente...!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2011-10-05 19:27
@mas yadi, ustd udah menjelaskan kekeliruan pak habib, bukan menghujad pribadinya, sekarang tolong anda jelaskan yang mana tulisan ustd yang keliru. jangan taklid buta itu tidak baik itu namanya pembodohan diri, Allah itu memberikan otak pada manusia supaya berfikir. ingat lo mas nanti dihari kiamat anda akan dibangkitkan dalam keadaan buta. kalau anda tidak sadar, dan pak habib tidak bisa membatu mas. sebab amalan yang kita punya nanti sebagi saksi, bukan pak habib
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-10-08 00:51
yang bersepakat cuma 10 orang langsung antum anggap ijma' dan pasti benar??? sebagai sesama tholibul 'ilmi, ana sangat kasihan dengan cara antum menggali kebenaran
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# taufik 2011-10-05 14:21
semoga kau sadar dengan apa yang anda tuliskan tulisan anda bisa menyesatkan ribuan umat bahkan jutaan dan anda akan membayarnya kelak di aherat .nanti... sebaiknya anda belajar lg...supaya anda mengerti pengetahuan yg masih dangkal harus nya anda sadari... semoga alloh melaknat orang yg yg menyesatkan umat ..di dunia dan aherat ...amiin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# taufik 2011-10-05 14:26
hati hati saja kalian yang menyesat kan umat ilmu yg dangkal nggak mau belajar dan suka memfitnah ulama kalian akan mempertanggung jawabkannya kelak....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abdulloh 2011-10-06 04:05
Quoting taufik:
hati hati saja kalian yang menyesat kan umat ilmu yg dangkal nggak mau belajar dan suka memfitnah ulama kalian akan mempertanggung jawabkannya kelak....

Ilmu yang dangkal adalah ilmu yang tidak punya dasar...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2011-10-06 10:34
Buat Pencinta Habib,

Bawakan saja bantahan yang jitu dari Habib Munzir dan teamnya (jangan asal bantah), supaya Ust. Firanda bisa bertobat dari kesalahannya.

Kalau cuma nulis-nulis komentar yang kesannya emosi doang, ini sih gak mencerminkan Akhlaq nya Nabi yang penuh kasih sayang.

ayo tunjukan akhlaq mulia Nabi pada Wahabi/Salafi, biar Wahabi/Salafi bisa belajar pada kalian.

Ditunggu ya bantahannya, dan kalau memang Habib Munzir salah BUKAN SUATU AIB untuk BERTAUBAT DARI KESALAHAN.

Anggap aja, ini wujud sayang Ust. Firanda sama Habib Munzir...gak usah terlalu dikaitkan dengan yang Lebay-Lebay (berlebihan).
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Randy 2011-10-06 12:39
Menurutku Tulisan-tulisan semacam begini harus terus di ungkapkan.
Karena ini akan membuat semakin menjadi diskursus Intelektual. Orang akan semakin mau menuntut Ilmu lagi. Kecuali dah kena penyakit taqlid buta akan smkin tambah skitnya.
Jazakallah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sinqkonq 2011-10-06 13:33
Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sajadah 2011-10-08 18:37
waduuh...emang agama antum apa??
kalimat haq digunakan secara batil...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sinqkonq 2011-10-10 19:27
Quoting sajadah:
waduuh...emang agama antum apa??
kalimat haq digunakan secara batil...

hehehe.. antum tau dari mana bahwa itu yang batil?
emangnya ente Tuhan? kok udah bisa mengatakan mana yang hak mana yang batil
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-11-30 02:18
Alloh perintahkan pada Rosululloh untuk mengucapkan ucapan itu hanya kepada orang-orang kafir. kan sudah jelas di awal surat Al Kafirun, "Katakanlah, hai orang-orang kafir!". apakah antum menganggap kami (wahabiyun/salafiyun) itu kafir?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# yadi_dao@yahoo.co.id 2011-10-06 13:47
Firanda, gue mao tau elo neeh, elo lulusan pesantren mana ? yang kedua, tulisan yang elo buat ini...boleh searching di google ya ? atau liat dibuku yang sanad ke ilmuannya kagak jelas ?
Buat saudara-saudari yang Insya Allah dimuliakan oleh Allah, saya cuma ingatkan...kalo mo mengaji dan mengkaji islam yang luhur carilah Guru2/ustadz yang sanad keguruan yang bersambung dengan Rasulullah SAW! Jangan guru/ustadz yang belajar dari buku dan kagak jelas sanadnya...!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2011-10-06 14:22
Quoting .id:
Firanda, gue mao tau elo neeh, elo lulusan pesantren mana ? yang kedua, tulisan yang elo buat ini...boleh searching di google ya ? atau liat dibuku yang sanad ke ilmuannya kagak jelas ?
Buat saudara-saudari yang Insya Allah dimuliakan oleh Allah, saya cuma ingatkan...kalo mo mengaji dan mengkaji islam yang luhur carilah Guru2/ustadz yang sanad keguruan yang bersambung dengan Rasulullah SAW! Jangan guru/ustadz yang belajar dari buku dan kagak jelas sanadnya...!!!


Mas Yadi, daripada kelamaan nanya-nanya Ust. Firanda berguru dimana dan tetek bengek lainnya...mendingan print tulisan Ust. Firanda dan bawakan kepada Habib Munzir dan team nya,...kok kayaknya AIB banget kalau Habib Munzir dikritik sehingga nulisnya agak beraroma emosi, kan tulisan Ust. Firanda ini belum tentu benar dan juga belum tentu salah...makanya jawab/bantah aja dengan jitu

Bagi mas bro Habib Munzir gak Ma'shum kan ya?...kalau gak ma'shum ya biasa aja kali nanya + responnya ke Ust. Firanda.

tapi kalau memang sudah kebiasaan nulisnya dan biasa respon ke Wahabi/Salafi kayak gitu ya saya maklumin deh, kan kita bersaudara terikat kalimat Laa Ilaha Illallahu..

OK mas bro yadi, bisa dipahami ya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ghuroba 2011-10-28 19:54
Universitas Islam Madinah bro, mau S3. kalo ente belajar di mana, yadi...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# palugada 2011-11-29 20:20
Quoting .id:
Firanda, gue mao tau elo neeh, elo lulusan pesantren mana ? yang kedua, tulisan yang elo buat ini...boleh searching di google ya ? atau liat dibuku yang sanad ke ilmuannya kagak jelas ?
Buat saudara-saudari yang Insya Allah dimuliakan oleh Allah, saya cuma ingatkan...kalo mo mengaji dan mengkaji islam yang luhur carilah Guru2/ustadz yang sanad keguruan yang bersambung dengan Rasulullah SAW! Jangan guru/ustadz yang belajar dari buku dan kagak jelas sanadnya...!!!


gw bingung sama pendukung habib mundir, ini forum ilmiah,lo terima aja tantangannya bawa tulisan diatas bawa ke habib ente, kalo emang bisa jawab ilmiah publikasikan, kalo perlu pasang spanduk di belah tugu pancoran biar semua orang tau ,ngaku sanadnya sampai tapi kelaukan jauh, pake emosi lagi. sori gw bukan pendukung firanda, gw ga kenal firanda, tp kalo firanda kenal gw, gw ga tau.

ini bukan soal dukung dukungan kaya capres, btw ini ilmiah bro,... ilmoe.....jangan pakai taqlid perorangan, sdh basi.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# baginda 2011-10-06 15:06
akhi fidiin janga terjebak...hati-hati orang yahudi dan yang anti islam mengadu domba...bagi yang tidak suka tulisan ini hendaknya membantah dengan baik dan ilmiyah..bagi ikhwan yang lain..jng ikut2 emosi apalagi sampai mengeluarkan statment yang tdk benar..diam lebih baik dari pada bicara yang tidak benar (atau mengakibatkan tidak benar( ingat kita di forum on line jng sampi musuh2 islam berrepuk tangan...gunakan bahasan ilmiah..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# yadi_dao@yahoo.co.id 2011-10-06 17:31
RT@ Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku (By.Singkong)
Setuju !!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-11-30 02:16
ayat ini ada dalam surat Al Kafirun. Alloh perintahkan pada Nabi untuk mengucapkan ucapan ini hanya kepada orang-orang kafir. apakah antum menganggap kami (wahabiyun/salafiyun) adalah kafir?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# andree 2011-10-06 23:05
Astagfirulloh...

Terlihat jelas kebencian dan kedengkian di diri Bpk Firanda kpd Habib Munzir di dalam tulisannya. Mari kita lhat tulisannya yg diletakkan di awal : "

Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

Habib Munzir dikatakan sprti org yg suka melakukan tipu muslihat menurut ustad firanda. Astagfirulloh, sangat terlihat jelas ustad ini hanya ingin menebarkan kebencian dan fitnah, tdk ada niat baik dari dirinya. Ustad ini hanya menyebarkan kebencian pd ulama. Tidak bisa dipungkiri jika ustad firanda hanyalah antek2 Nasrani dan Yahudi. Dia tdk senang atas keberhasilan Habib Munzir yg tlah menyebabkan kebangkitan umat muslim. Dia juga tdk suka Habib Munzir yg tlah berhasil membawa orang2 kafir menjadi mualaf sprti dakwah yg dia lakukan di Irian Jaya, Jakarta, dan wilayah lainnya sampai ke luar negeri

Saya jadi teringat hadist shahih yg diriwayatkan Imam Bukhori yg berbunyi: "Akan muncul di akhir jaman, manusia muda yg lemah akalnya. Mreka membaca Qur'an tetapi hanya sampai kerongkongannya saja. Merka melesat sperti anak panah yg kluar dri busurnya. Mreka sibuk memerangi umat Islam tetapi membiarkan penyembah berhala berhala". Haidts ini sangat pas dgn Bp Firanda yg sibuk memerangi ulama.

Saya sudah cek bukunya Habib Munzir dan ternyata tdk ditemukan kata2 yg disebutkan oleh ustad Firanda.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2011-10-07 14:05
Quoting andree:
Saya sudah cek bukunya Habib Munzir dan ternyata tdk ditemukan kata2 yg disebutkan oleh ustad Firanda.

Buktinya mana mas?...tulisin aja disini, gampang kan?

Kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh Habib Munzir tidak lantas menyebabkan ia TIDAK BOLEH DIKRITIK kan?...atau menurut sampeyan dia Ma'shum?..

Kalau Habib Munzir tidak salah dalam menukil maka Ust. Firanda yang harus bertaubat, sedangkan kalau Habib Munzir yang salah dalam menukil maka beliau wajib bertaubat...gampang kan.

tapi kalau merasa Habib gak mungkin salah, Habib pasti bener alias Habib itu Ma'shum...yah mau gimana lagi kalau masih seneng tersandera dalam pemikiran seperti itu mudah-mudahan suatu waktu nanti bisa lebih baik....amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Andree 2011-10-08 00:50
Quoting Jamil:
Quoting andree:
Saya sudah cek bukunya Habib Munzir dan ternyata tdk ditemukan kata2 yg disebutkan oleh ustad Firanda.

Buktinya mana mas?...tulisin aja disini, gampang kan?


Memang ciri-ciri manusia yg tidak berahlak adl gemar mencaci maki para ulama. Apakah kalian sebelumnya sudah mengecek bukunya Habib Munzir apakah sesuai dgn apa yg ditulis firanda ?

Ini saya sertakan bukti nyata, silahkan antum lihat sendiri di link https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2116107181099&set=a.2116106261076.2106295.1198314275&type=1&theater

atau antum bisa download langsung dari websitenya di http://majelisrasulullah.org/media/meniti_kesempurnaan_iman.pdf

Habib Munzir berguru kepada seorang ulama besar yang mendapat gelar Alhafid dan Almusnid (yang hafal sekitar 100.000 ribu hadits berikut sanad dan matannya) selama empat tahun di Hadramauth, Yaman. Guru beliau Alhafid Almusnid Alalamah Alarif billah Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafids sudah termasyur di seluruh dunia. Ingat sabda Nabi Muhammad SAW: "Imam dan kelembutan ada di Yaman" (HR. Shohih Bukhari). Rasulullah SAW sudah mengetahui bahwa nanti akan timbul fitnah besar maka berpedomanlah pada ulama2 dari Yaman.

Banyak karomah dalam diri Habib Munzir yg menunjukkan bahwa beliau adl Wali Allah (yang benar jalannya). Saya sendiri sudah menyaksikan beberapa kali di Majeli Taklim beliau sering muncul lafad Allah di langit. Inilah salah satu karomah beliau sebagai seorang wali. Meskipun demikian beliau adalah orang yg tawadhu. Beliau selalu merendh dgn mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang pendosa. Lihatlah jawaban-jawaban beliau di forum tanya jawab websitenya : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34

Hentikanlah caci maki kalian kepada habib Munzir. Jangan sampai kalian mendapat azab dari Allah SWT seperti hadits berikut : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Allah subhanahu wata'ala berfirman: "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku kumandangkan perang terhadapnya" ( Shahih Al Bukhari )
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Zulkarnain El-Madury 2011-10-11 15:21
ana sering ngikuti pengajian habib Mundzir, benarkah dia murid seorang Muhaddist atau ngaku aja...nampak kebodohan habib munzir setiap kali menyampaikan masalah hadist, bahkan ada hadist nabi yang dibuat buat oleh habib munzir. Mengutip kisah hadist hadist nabi lebih banyak tambahannya bahkan bohongnya, setelah di cek sampai dirumah, ternyata habib memang sering berbohong...mau cerita Barsizah banyak salahnya, mana mungkin bisa disebut murid seorang muhaddist..........
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# andree 2011-10-06 23:15
Mari kita tunggu penjelasan dari Habibana Munzir. Jaga ahlak saudaraku. Nabi Muhammad SAW pasti sedih jika ummatnya mencaci maki para ulama
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ismail fahrudin 2011-10-07 01:53
ana 3 tahun pernah brada di kajian habib munzir stiap malam snin di pancoran jaksel tepatnya di masjid al-munawar slama tu ana dibutakan dngan solawatan2,dan air2 apabila habib bicara agama maka air tu berkah ana dlupun benci salafو tp ana jalani dngan mncari sumbernya dmana sang habib "kesesatannya" ternyata sangat bnyak akhi salah satunya habib munzir berkata berikan kpintaran ilmu lewat air2 ini" yg pasti ni bkan dalil ana punya ko biografi ttg habib yg sanadnya tdak ada sm sekali sampai ke ROSULULLOH,,, sampai NI bkan kbncian ana trhadap habib tp ini pngalaman ana.syukroooon
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# virgo 2011-10-10 03:02
wah pembohong besar ngoceh lagi ngaku ngaku lg ya sudah lah terserah km tuh km akan dapat balasanya dari alloh karna telah mencaci habib...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Muhibbin 2011-10-07 05:09
Salah satunya kitab yg dijadikan sumber sudah di tahrif, kalau ingin tahu kitab imam syafi'i otentik cari cetakan, yg bukan dari saudi dan turki.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2011-10-07 14:53
Quoting Muhibbin:
Salah satunya kitab yg dijadikan sumber sudah di tahrif, kalau ingin tahu kitab imam syafi'i otentik cari cetakan, yg bukan dari saudi dan turki.


Cetakan siapa mas? Infonya dong, saya jg pengen tahu nih. Jgn bisanya cuma nyalahin saudi dan turki telah mentahrif kitab
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# # Uhibbuka 2011-10-07 12:57
Kelihatan mana yg diatas bimbingan para ulama & mana yg tidak. Bertaubatlah wahai saudaraku jama'ah habib mundzir', Alloh sayang kalian
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# roedhiy 2011-10-07 18:45
Alhamdulillah, masih ada orang yang perduli dengan kebenaran
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-10-08 01:08
afwan ustadz Firanda...ana juga jadi berpikir, apakah penggunaan kata "berdusta" atau "tipu muslihat" itu sudah sepantasnya digunakan untuk kasus Habib Mundzir ini. sepertinya bahasanya terlalu HEBOH gimana gitu. ana kuatir penggunaan kata yang HEBOH ini bukannya mendapatkan simpati dari Habib Mundzir sendiri ataupun fanatikusnya, malahan semakin membuat kekeraskepalaan mereka menjadi-jadi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hamba Allah yg bodoh 2011-10-08 05:40
Assalamualaikum ,

Saudara2 yg kumuliakan,

Saya orang awam yg bodoh punya sedikit saran.Sebagai orang2 muslim mungkin ada baiknya kita memperhatikan 3 hal sebelum memperdebatkan ttg KEBENARAN.

1.Niat
Yaitu NIAT mencari KEBENARAN. Jadikanlah forum semacam ini sebagai ajang utk ber sama2 MENCARI kebenaran. Tidaklah sama antara "berdiskusi" mencari kebenaran dengan "berdebat" ttg kebenaran. "Berdebat" hanya akan membawa kita untuk mati2an MEMPERTAHANKAN pendapat kita tanpa peduli salah atau benar. Sebaliknya jika kita berdiskusi mencari kebenaran dg Niat baik, Insha Allah kebenaran yg akan kita dapat (bukan masalah siapa yg menang berdebat). Ingat bhw kebenaran itu milik Allah, bukan milik kita. Sungguh banyak diantara kita yang merasa kebenaran itu ada dalam gengamannya. Manusia itu bisa salah meskipun dia habib atau ulama sekelas imam besar sekalipun. Jika dengan niat baik mencari kebenaran bersama2, tidak akan keluar diantara kita kata2 ANJING, PENDUSTA, DAJJAL, dll.

2. Doa
Alangkah indahnya bila sebelum berdiskusi kita berdo'a:" Ya Allah, Ya Tuhan kami, mohon tunjukkanlah kepada kami jalan yang se-benar2-nya melalui diskusi ini. Jalan yang benar menurut pengetahuanMU. Jadikanlah dalil terkuat yang kami temui nanti merupakan kebenaran yg Kau ridhoi, agar kami dapat merujuk kepadanya. Jika kelak yang kami pilih adalah benar, maka sesungguhnya itu datang dari MU ya Allah, tetapi jika salah, maka ampunilah kami, karena kami hanya manusia biasa yang hina dina & penuh keterbatasan. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Tahu & Maha Pemberi petunjuk. Amin."
Insha Allah doa ini akan menjadi "jawaban" jika di Yaumil akhir nanti kita diminta pertanggung jawaban atas pilihan kita terlepas itu Benar atau Tidak. Indah bukan? Banyak sekali lho orang2 yang "sombong" & merasa kebenaran ada di tangannya, bahkan bisa dengan mudahnya mentakfirkan orang lain, padahal kebenaran adl milik Allah.

3. Ikhtiar

Setelah Niat utk mencari kebenaran disertai Do'a barulah kita berikhtiar melalui diskusi2 spt ini. Silakan keluarkan semua dalil & argumentasi kita tapi dengan NIAT utk mencari KEBENARAN & utk merujuk kepadanya.

Mudah2 perkataan orang awam yg bodoh ini ada gunanya bagi kita semua.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hai-haii 2011-10-08 09:31
Kapan nich Si Habib menjawab "tuduhan" dari Ustadz Firanda?

kalau ada yang tahu, bagi-bagi infonya ya...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hai-haii 2011-10-08 09:34
Nunggu info jawaban dari Si Habib -Allah yahdiih-.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sofian hadi al-bataw 2011-10-08 14:00
Alhamdulillah ..
akhirnya, Allah menjelaskan penyimpangan habib mlalui prantara ust-firanda ..
pnjelasnnya yg sngt ilmiah ..
jazaakallohu khoiron, baarokallohu fiik ya ust ..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Jufri 2011-10-08 18:31
Assalamualaikum .. @ Andree : memang dalam format Adobe di temukan pada halaman 40-41 bukan 30. akan tetapi ana belum mengecek di buku "Habib" tersebut apakah sama letaknya. Jawabanya gampang kok, tinggal di rubah halaman 40 - 41 jadi tidak ada yang salah pada artikel di atas tersebut, hanyasaja keliru dalam menempatkan halaman, itupun jika di lihat dari Format Adobe. Sama atau tidaknya format adobe dengan penempatan halaman bukunya "habib" tidaklah mengurangi isi dari artikel tersebut. Wallahu'alam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-09 16:53
Assalamu`alaiku m
Ana punya usul gmana orang yang ingin membantah artikel al Ustadz Firanda Andirja (Calon Doktor Aqidah Universitas Islam Madinah) untuk ditulis terus ditampilkan di sini atau memakai website lain terus tampilkan alamat website tersebut supaya kita semua bertindak ilmiah. Ana tunggu ya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-09 16:55
Assalamu`alaiku m ustadz sebaiknya ustadz firnada turun tangan jangan sampai terjadinya debat kusir di website al ustadz.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2011-10-09 19:43
sebaiknya begitu, namun ana kira Ustadz Firanda juga memiliki kesibukan yang jauh lebih penting daripada menanggapi cacian dan hujatan yang tidak ilmiah. mungkin kalo ada bantahan yang agak BERBOBOT, baru Ustadz Firanda akan turun tangan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# virgo 2011-10-10 03:16
hala....sok sok..sok..sombong banget...firanda
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Yadi Dao 2011-10-10 15:47
Buat ngebantah Firanda gak usah pake Guru kami yang Mulia Habibana Munzir Al Musawa, cukup ane ajhe yang bodoh buat ngejawabnya...keluarin semua hadist dan dalil naqli yang boleh unggah di google atau boleh sadur dari kitab terbitan Abu-Abu sekalian....!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2011-10-10 17:52
Quoting Yadi Dao:
Buat ngebantah Firanda gak usah pake Guru kami yang Mulia Habibana Munzir Al Musawa, cukup ane ajhe yang bodoh buat ngejawabnya...keluarin semua hadist dan dalil naqli yang boleh unggah di google atau boleh sadur dari kitab terbitan Abu-Abu sekalian....!!!

Mas Yadi, antum itu cuma kebanyakan komentar bertele-tele doang ah.

masak udah gede kelakuannya kayak gitu, pernah belajar adab-adab kan sama Guru Mulia Habib Munzir?

Kalau belum ya minta diajarin aja dulu.

kalau emang niat ikhlas mewakili Habib Munzir..udah lah gak usah BERTELE-TELE, bantah aja artikel Ust. Firanda ini..gimana, bisa dong ya?, kan itu diatas nulis komentar kayaknya udah siap tuh...jangan cuma sekedar MAMERIN KESOMBONGAN ILMU YANG MINIMALIS ya...(Jangan istiqomah mempermalukan diri sendiri mas, gak baik buat kesehatan jiwa).

Ayo kamu bisa mas Yadi...!!!

"Ya Allah, berilah kemudahan pada mas Yadi menjawab artikel Ust. Firanda, agar kami para pengunjung blog ini senantiasa mendapat berkah dari Ilmu yang bermanfaat...amin"
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul Al Jawi 2011-10-10 18:13
Quoting Yadi Dao:
Buat ngebantah Firanda gak usah pake Guru kami yang Mulia Habibana Munzir Al Musawa, cukup ane ajhe yang bodoh buat ngejawabnya...keluarin semua hadist dan dalil naqli yang boleh unggah di google atau boleh sadur dari kitab terbitan Abu-Abu sekalian....!!!

Klo anda mau coba tampilkan segera tulisan karya asli anda ingin kami lihat ya(bukan karya concetan orang lain ya)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2011-10-11 08:12
beginilah kalau hawa nafsu yang didahulukan otak tak bermanfaat sama sekali tidak bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil. semua itu karena ditutupi oleh keterlaluan mengikuti gurunya. akhirnya sepatah katapun tak ada manfaatnya. yang ada kecelakaan pada dirinya sendiri. mudah-mudahan Allah membuka pintu hidayanya. tanpa pertolongan Allah kayaknya susah mau sadar seperti orang ini.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tholib 2011-10-10 17:36
Dari sebuah diskusi ilmiah kita dapat belajar banyak akan suatu hal. Karena itu sangat ditunggu tanggapan atau sanggahan ilmiah dari pihak habib dkk atas apa yg dijelaskan ustadz Firanda. Tidak sekedar menjual nasab/darah keturunan. Karena banyak terbukti cuma sekedar jual nama para leluhurnya, padahal ianya sudah bias (menyimpang) dari para pendahulunya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ahnaf 2011-10-10 17:44
semoga kita semua mampu meraih ilmu yang bermanfaat dari goresan tangan ust. Firanda..

Abu Ahnaf..
-kristalilmu.com-
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul Al Jawi 2011-10-10 18:08
Quoting virgo:
hala....sok sok..sok..sombong banget...firanda

Assalamu`alikum
Buat Virgo sorry bang,klo ustadz firanda itu memang sibuk abis beliau orang lagi sibuk belajar n mengajar di madinah apalagi dia lagi mempersiapkan gelar Doktor Aqidah(S3) di Universitas Islam Madinah apalagi beliau dpt beasiswa dari Univeritas atau pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut mas. Harap maklumi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# alwan 2011-10-10 19:50
ayo ms yadi aku dukung 100% untuk membuat bantahannya..
jangan mempermalukan diri, apalagi gurumu...
kalau ndak sanggup, segera lapor sama yang lebih senior...
"qulhanu burhanakum inkuntum shodiqiin..."
tunjukkan buktimu kalau kamu orang jujur
cayooo
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# alwan 2011-10-10 19:51
@ yadi dao
ayo ms yadi aku dukung 100% untuk membuat bantahannya..
jangan mempermalukan diri, apalagi gurumu...
kalau ndak sanggup, segera lapor sama yang lebih senior...
"qulhanu burhanakum inkuntum shodiqiin..."
tunjukkan buktimu kalau kamu orang jujur
cayooo
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# kang kaso 2011-10-10 20:28
Ust Firanda sudah ilmiah dalam membamtah Habib Munzir,tapi yang jadi masalah adalah bagi penggemar Habib adalah tidak mau tahu soal kebenaran,soaln ya sudah taqlid buta.mau bener mau salh kalo sudah datang dari habib pasti benar.Habibnya tidak boleh dikritik.padahal wahai manusi...."manusia siapaun bisa salah bisa benar baik Ulama maupun orang awam,keuali Alloh dan Rasululloh yang dijamin tidak pernah salah"Kalau yang datang dari manusia bisa di tolak bisa diterima.Makanya kata Ulama "kalo kita ingin tahu guru kita salah ngaji dengan guru lain"terima kasih ya...untuk penggemar berat habib atas komentarnya yang tidak ilmiah cuma dengan hawa nafsu belaka......
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ryo 2011-10-11 00:01
Assalamu'alaikum...
Bagi akhi2 yg gkspendapat dgn tulisan us.firanda, cobalah utk lebih berakhlak dlm myampaikan keberatan antum, jgn hy memaki2..bukankah teko hanya mengeluarkan air dr dalamnya, jd bila antum memaki2 hy akan menggambar siapa dan akhlak antum sebenarnya..akhi, belajar kebaikan sgt penting, tp kebaikan yg ddasarkan tnp dalil yg jelas atau diada2kan malah menuntun kdlm kesesatan. Kl tdk setuju dg tulisan ust.firanda silakan bantah dg dalil yg jelas..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wisnu 2011-10-11 04:28
untuk All Fans Habib
1.Kelihtan orng yng sombong telah dtng kebnrn kpdnya dia menolak,....smg Allh mengampuni dosa2 dan buka hidaya kpd mrka ats kebodhnya.
2.apakah Habib km mngjrkn Kt2 ktor?
3."Jangan mencaCi habib" padahal antum sendiri yg menacaci saudra antum sendiri dgn kt2 ksar...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-12 00:55
# Andree
Assalamu`alaiku m
Saya rasa yang benar kita bersikap adalah membantah tulisan Ustadz Andirja dengan ilmiah bukannya membela sang habib secara membabi buta. Ana teringat dengan ucapan Imam Syafi`i apabilah ada pendapatku yang bertentangan dengan hadits shahih maka benturkanlah ke tembok(gunakan hadits shahih). satu lagi saya dulu punya guru spiritual yang katanya bisa menemui Nabi Khaidir bahkan hebatnya lagi dia pernah membantu BIN(Badan Intelejen Negara) untuk menangkap teroris bahkan dulu Presiden Soeharto dan beberapa Presiden berikutnya pernah jadi pasiennya, jadi anda ucapkan pernah saya alami semua
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# AL FAQIR 2011-10-12 02:39
maha suci ALLAH curahkan lah kasing sayang mu untuk para guru kami habib munzir & ustaz firanda
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# kacong 2011-10-13 18:49
ya akhi pecinta habib,tolong baca dg jernih tulisan ustad firanda,kalau memang antum penuntut ilmu,jangan mambaca satu kitab,belajar kpd ustad yg lainnya,termasu k ustad yg kamu benci,dan tanyakan sesuatu,tentang apa saja,dan jangan lupa,tanyakan kitabnya,begitu caranya orng mencari ilmu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# selamat 2011-10-17 03:18
ass...
kepada ustadz firanda
adakah ustadz ingin bersilaturrohmi kepada habib mudzir....????
kami jama'ah majelis rosululloh sangat merindukan ustadz firanda.

wss.wr.wb.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tholib 2011-10-17 11:37
Alhamdulillah...semoga kerinduan jama'ah Majelis Rosululloh kepada ustadz firanda menjadikan antum mau mengkaji ulang secara ilmiah apa yg selama ini antum pelajari dari habib antum.
Dan bukan kerinduan untuk sekedar mau cium tangan sebagaimana yg biasa antum lakukan kpd habib kalian.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tholib 2011-10-17 12:14
Quoting selamat:
ass...
kepada ustadz firanda
adakah ustadz ingin bersilaturrohmi kepada habib mudzir....????
kami jama'ah majelis rosululloh sangat merindukan ustadz firanda.

wss.wr.wb.


kebetulan ada pengikut habib mundzir..ane mau titip tanya habib mundzir kapan mau berdiskusi ilmiah dengan ustadz firanda. Diskusi secara online juga gpp, insyaAlloh bisa mencerdaskan dan memperkokoh iman.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-18 01:48
Quoting Tholib:
Quoting selamat:
ass...
kepada ustadz firanda
adakah ustadz ingin bersilaturrohmi kepada habib mudzir....????
kami jama'ah majelis rosululloh sangat merindukan ustadz firanda.

wss.wr.wb.


kebetulan ada pengikut habib mundzir..ane mau titip tanya habib mundzir kapan mau berdiskusi ilmiah dengan ustadz firanda. Diskusi secara online juga gpp, insyaAlloh bisa mencerdaskan dan memperkokoh iman.

Quoting Tholib:
Quoting selamat:
ass...
kepada ustadz firanda
adakah ustadz ingin bersilaturrohmi kepada habib mudzir....????
kami jama'ah majelis rosululloh sangat merindukan ustadz firanda.

wss.wr.wb.


kebetulan ada pengikut habib mundzir..ane mau titip tanya habib mundzir kapan mau berdiskusi ilmiah dengan ustadz firanda. Diskusi secara online juga gpp, insyaAlloh bisa mencerdaskan dan memperkokoh iman.

KLO Quoting selamat:
ass...
kepada ustadz firanda
adakah ustadz ingin bersilaturrohmi kepada habib mudzir....????
kami jama'ah majelis rosululloh sangat merindukan ustadz firanda.

wss.wr.wb.

1.KLO BOLEH USUL DIADAKAN ACARA DISKUSI ILMIAH,DENGAN SYARAT HARUS SOPAN DAN TAKA ADA TERTAWA SELAMA ACARA DISKUSI SUPAYA TAK ADA TERSINGGUNG?
2.ANA USULKAN JUGA KLO BISA DATANGKAN PARA MASAYAIKH DARI ARAB SAUDI?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tholib 2011-10-18 03:44
Setuju untuk diskusi ilmiah.
Diskusi secara langsung atau lewat media online juga tidak masalah.
Untuk mendatangkan para masyaikh dari arab saudi sepertinya belum diperlukan. Cukup ustadz firanda dan habib munzir saja. Apakah habib munzir punya kapasitas keilmiahan atau tidak. Soalnya selama ini habib munzir tidak bisa merespon secara ilmiah apa yg sudah ditulis ustadz firanda tentang pendapat2 habib mundzir yg ternyata menyimpang itu.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# selamat 2011-10-18 01:52
@THOLIB
السلم عليكم ورحمة الله وبركاته
apakah akhi mewakili dari ustadz firanda...??? link ini (http://artikelislami.wordpress.com/) yang bisa menghubungkan beliau habib mudzir dan ustadz firanda berdiskusi...
semoga bisa menjadi sebab hidayah....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tholib 2011-10-20 01:14
Quoting selamat:
@THOLIB
السلم عليكم ورحمة الله وبركاته
apakah akhi mewakili dari ustadz firanda...??? link ini (http://artikelislami.wordpress.com/) yang bisa menghubungkan beliau habib mudzir dan ustadz firanda berdiskusi...
semoga bisa menjadi sebab hidayah....


عليكم السلم ورحمةالله وبركاته

Disini saya tidak mewakili ustadz firanda. saya pikir jika seseorang bersikap terbuka kiranya ia bisa belajar dari suatu diskusi ilmiah yg argumentatif.

Adapun link yg anda sampaikan sama sekali tidak menjawab tulisan ustadz firanda tentang "Habib Munzir Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii".

Saya sudah membacanya. Tidak ada kebohongan yg disampaikan ustadz firanda dlm tulisan tersebut. Dan msh dlm kerangka ilmiah. Yg ada adalah kritik atas sandaran yg dipakai oleh ustadz firanda.

Berbeda dengan KEBOHONGAN habib mundzir yg mengatakan Imam Syafii mengatakan 'A' padahal Imam Syafii tidak pernah mengatakan 'A'.

----
Berikut ringkasan kritik yg saya baca;

-Al-Imam Al-Auzaa’i (wafat 157 H) >> masalah di sanad
-Qutaibah bin Sa’iid (150-240 H) >> masalah di sanad
-Ibnu Qutaibah (213 H- 276 H) >> dianggap mujassim
-Utsmaan bin Sa’iid Ad-Daarimi (wafat 280 H) >> dianggap mujassim musyabih
Zakariyaa As-Saaji (wafat tahun 307 H) >> dianggap Mujassim yg bermadzhab Hanbali
-Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (223 H-311 H) >> dianggap Mujassim
-Al-Imam Ibnu Baththoh (304 H-387 H) >> dianggap pemalsu hadits
-Imam Abu Umar At-Tholamanki Al Andalusi (339-429H) >> Imam Adz-Dzahabi tidak sejalan dengannya.
-Syaikhul Islam Abu Utsman Ash Shabuni (372 – 449H) >> Status Hujjah salah alamat! (??)
-Imam Abu Nashr As-Sijzi (meninggal 444 H) >> dianggap muharif hadits.
-Imam Abu Nu’aim -Pengarang Kitab al Hilyah-(336-430 H) >> Kitab al-I’tiqod karya Abu Nu`aim Al-ashfahani tidak ada wujudnya, ini merupakan kitab Majhul.
-Imam Abu Zur’ah Ar Raazi (meninggal tahun 264H) Imam Abu Hatim (meninggal tahun 277H) >> ada 2 rawi yg majhul.
-Imam Ibnu Abdil Bar (meninggal tahun 463H) >> hadits ahad riwayatnya untuk masalah 'aqidah ditolak.
-Imam Abul Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah dalam kitabnya Risaalah ila Ahli Ats-Tsagr >> Ulama Asy’ariyah meragukan keaslian kitab.(???)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdullah salafy 2011-10-21 00:34
Alhamdulillah telah diklarifikasi oleh ustadz Abul Jauzaa' yang menunjukan dungunya Ahmad Syaahid yang memaksa agar ustadz Firanda dicap pendusta. akan tetapi Alhamdulillah pembela kebenaran dan pembela aqidah ahlus sunnah bukan hanya ustadz Firanda saja, masih terlalu banyak pembela kebenaran. silahkan lihat www.abul-jauzaa.blogspot.com/2011/10/beberapa-catatan-tentang-ijmaa.html
Kalau ternyata ustadz Firanda toh salah dalam menyebutkan riwayat dari para ulama, karena ada rawi yang lemah itu sudah dicap oleh Ahmad Syahid sebagai pendusta murokkab (pendusta kuadrat) maka cap apakah yang akan dicap oleh AHmad Syahid kepada Habib Munzir yang menyebutkan hadits palsu dari Nabi.., berdalil dengan riwayat palsu dari Ibnu Abbaas..., berdusta atas nama Imam Syafii dan Ibnu Hajar??? apakah akan dicap oleh Ahmad Syahid bahwa Habib Munzir pendusta super kuadrat??!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-21 13:13
Assalamu`alaiku m
Ustadz Firanda,ada sebuah usulan dari seorang muslim kenapa ustadz firanda untuk berdiskusi langsung dengan pihak Habib Minzir kan ada sekretariat majelis yang dipimpin mereka dan kenapa tidak tabayun dulu? Sekian pesan dari seorang teman yang menyampaikan kepada ustadz melalui saya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Daleel 2011-10-21 14:38
Tulisan Ustadz Firanda itu merupakan bantahan untuk buku Meniti Kesempurnaan Iman yg ditulis oleh habib mundzir. Jadi kalo harus ditabayun berita dari buku itu, berarti habib mundzir itu fasik ya.
Sebaiknya habib mundzir yg memberi penjelasan untuk bukunya itu. Bukan Ustadz Firanda yg harus datang ke sekretariat majelis habib mundzir.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:28
Ana akan tampilkan pembiciraan antara ana dg ustadz firanda di fb ana:
Fahrul Aprianto Prayudi Ustadz Firanda knapa gak ngajak tabayun,abis ad protes ama antum kok gak tabayun dulu ke sekretariat mereka Majelis Rasulullah SAW di Jakarta tuh padahal kata si pemrotes Imam Abu hanifah aj di tabayunkan dulu
Kemarin jam 11:16 · Suka
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:30
Firanda Andirja kalau terdengar kabar bahwasanya habib munzir membolehkan istighotsah keapda mayat maka itu perlu tabayyun, akan tetapi jika pernyataan tersebut sudah jelas ditulis oleh beliau dan bahkan sudah disebarkan maka tidak perlu tabayyun tinggal dibantah saja. karena tabayyun adalah pada perkara-perakara yang tidak jelas
Kemarin jam 11:32 · SukaTidak Suka · 5 orang
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:29
#
Fahrul Aprianto Prayudi Ustadz Firanda knapa gak ngajak tabayun,abis ad protes ama antum kok gak tabayun dulu ke sekretariat mereka Majelis Rasulullah SAW di Jakarta tuh padahal kata si pemrotes Imam Abu hanifah aj di tabayunkan dulu
Kemarin jam 11:16 · SukaTidak Suka
#

* Tandai Sebagai Spam
* Laporkan Sebagai Penyalahgunaan...

Firanda Andirja kenapa waktu Habib Munzir membantah syaikh Bin Baaz tidak tabayyun dulu..minimal kepada murid2 syaikh Bin Baaz atau kepada para murid dari murid beliau??
Kemarin jam 11:28 · SukaTidak Suka · 5 orangTommi Marsetio, Andi Priyatno dan 3 orang lainnya menyukai ini.
#
Fahrul Aprianto Prayudi Wah ana malah gak tau ustadz soal itu cuma mereka minta ustadz buaat semacam sebuah tabayun dulu ap lagi ustadz suka ke indonesia kata mereka ustadz maaf ana cuma nyampein apa mereka omongin
Kemarin jam 11:30 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja dan para ulama tatkala membantah mereka tidak tabayyun dulu jika perkara yang dibantah jelas sesat. mereka tabayyun jika ada kabar yang diragukan dari seseorang...adapun tulisan Kenalilah akidahmu dan juga meniti kesempurnaan iman maka itu tidak perlu ditabayyun...sudah jelas isinya dan tidak diragukan. seharusnya Habib Munzir tidak asal membantah syaikh Bin baaz dan tidak asal menulis jika tidak berhati-hati
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdullah salafy 2011-10-21 16:30
Tabayyun itu hanya perlu pada perkara-perkara yang meragukan yang disandarkan kepada seseorang. misalnya ada seseorang yang menuduh Habib Munzir mengatakan demikian dan demikian, maka hal ini perlu ditabayyun karena berita datang tidak dari Habib Munzir langsung. Bentuk tabayyun bisa dengan bertanya langsung kepada Habib Munzir atau mengecek pernyataan-pernyataan Habib Munzir dalam buku-buku beliau,
Adapun apa yang terdapat dalam buku Meniti Kesempurnaan Iman dan Kenalilah Akidahmu maka jika itu memang karya Habib Munzir maka tidak perlu ditabayyun lagi. perlu tabayyun jika masih diragukan apakah buku-buku tersebut yang banyak kesesatan dan kengawurannya benar2 karya Habib Munzir atau bukan??
Kedua : Habib Munzir sendiri tatkala membantah syaikh Bin Baaz sama sekali tidak tabayyun kepada syaikh, atau jika tidak memungkinkan (karena syaikh sudah meninggal) maka bertabayyunlah kepada murid-murid syaikh yang begitu banyak di Arab Saudi.
Atau jika memang tidak memungkinkan juga maka silahkan bertabayyun kepada ustadz-ustadz Indonesia yang telah berguru kepada murid-murid syaikh Bin Baaz, dan jumlah mereka sangatlah banyak.
ketiga : Para ulama ahlus sunnah tatkala membantah orang-orang yang menyelisihi maka mereka tidak tabayyun terlebih dahulu jika ternyata kesalahan-kesalahan tersebut telah tersebar apalagi dalam bentuk buku.
Keempat : Jika setiap kesalahan yang tersebar itu perlu tabayyun dulu maka seharusnya kita harus tabayyun dulu kepada ulama syiah dan juga ulama ahmadiyah juga ulama wahabi tatkala kita ingin membantah mereka
kelima ; Apakah Habib Munzir dan juga orang-orang yang semodelnya jika membantah pemikiran wahabi selalu bertabayyun dulu??
Intinya tabayyun ini hanya pada berita-berita yang tidak jelas karena disampaikan oleh orang ketiga,... adapun apa yang telah jelas merupakan pernyataan Habib Munzir dalam buku-bukunya yang telah sengaja ia sebarkan maka hanya tinggal dikritika saja oleh ustadz firanda. sekarang tinggal tugas habib munzir menanggapi kritikan firanda jika memang krtikan tersebut ngawur,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:33
Ana akan tampilkan pembicaraan ana dg ustadz firanda karna ad teman ana protes maka ana sampaikan aspirasi teman ana ini silakan simak.
#
Fahrul Aprianto Prayudi Ustadz Firanda knapa gak ngajak tabayun,abis ad protes ama antum kok gak tabayun dulu ke sekretariat mereka Majelis Rasulullah SAW di Jakarta tuh padahal kata si pemrotes Imam Abu hanifah aj di tabayunkan dulu
Kemarin jam 11:16 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja kenapa waktu Habib Munzir membantah syaikh Bin Baaz tidak tabayyun dulu..minimal kepada murid2 syaikh Bin Baaz atau kepada para murid dari murid beliau??
Kemarin jam 11:28 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat...
#
Fahrul Aprianto Prayudi Wah ana malah gak tau ustadz soal itu cuma mereka minta ustadz buaat semacam sebuah tabayun dulu ap lagi ustadz suka ke indonesia kata mereka ustadz maaf ana cuma nyampein apa mereka omongin
Kemarin jam 11:30 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja dan para ulama tatkala membantah mereka tidak tabayyun dulu jika perkara yang dibantah jelas sesat. mereka tabayyun jika ada kabar yang diragukan dari seseorang...adapun tulisan Kenalilah akidahmu dan juga meniti kesempurnaan iman maka itu tidak perlu ditabayyun...sudah jelas isinya dan tidak diragukan. seharusnya Habib Munzir tidak asal membantah syaikh Bin baaz dan tidak asal menulis jika tidak berhati-hati
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:34
Firanda Andirja kalau terdengar kabar bahwasanya habib munzir membolehkan istighotsah keapda mayat maka itu perlu tabayyun, akan tetapi jika pernyataan tersebut sudah jelas ditulis oleh beliau dan bahkan sudah disebarkan maka tidak perlu tabayyun tinggal dibantah saja. karena tabayyun adalah pada perkara-perakara yang tidak jelas
Kemarin jam 11:32 · SukaTidak Suka · 5 orang
Firanda Andirja kalau semua kesesatan butuh tabayyun maka seharusnya kita tabayun dulu kepada syia'ah, tabayyun dulu sama ahmadiyah. dst...wong mereka tatkala membantah ahlus sunnah tidak pernah tabayyun??. apakah ana harus tabayun misalahnya kepada habib munzir : "Wahai habib apakah benar anda membolehkan maulid?, apakah benar anda membolehkan istighotsah kepada mayat?, apakah benar anda mengatakan imam syafii mengatakan demikian dan demikian...?", tentunya tidak perlu..woang sudah jelas semua pernyataan beliau di buku-buku beliau. wallahu a'lam
Kemarin jam 11:35 · SukaTidak Suka · 5 orang
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:34
#
Firanda Andirja perkaranya mudah...jika apa yang ana katakan tidak benar... tinggal dibantaha saja. sebagaimana tatkala ana melihat bantahan beliau terhadap syaikh bin baaz ngawur maka ana membela syaikh bin baaz dan menjelaskan kengawuran habib munzir
Kemarin jam 11:36 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat...
#
Fahrul Aprianto Prayudi Tapi ada sedikit bantahan dari teman (pengikut sang habib) yaitu bukanny tawasul dg orang shalih ad perselesihan seperti ditulis farid nu`man jadi ap salah sang hbaib
Kemarin jam 11:37 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja kalau masalah bantahan itu masalah lain...intinya tidak perlu tabayun...ana rasa antum akh fahrul sudah paham
Kemarin jam 11:38 · SukaTidak Suka
#
Fahrul Aprianto Prayudi ya sih akh ana cuma mewakili aja aspirasi teman dari Majelis Rasulullah SAW. Maaf klo ada kekeliruan dan kesalahan yang ana perbuat
Kemarin jam 11:39 · SukaTidak Suka
#
Firanda Andirja antum tidak salah akhi...ana juga paham... hanya saja begitulah mereka, mereka berlindung dibalik topeng tabayyun untuk menutup kengawuran dan aib mereka
Kemarin jam 11:40 · SukaTidak Suka · 1 orang
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-22 20:38
Assalamu`alaiku m
Ana tampilkan dengan minta ijin kepada ustadz firanda. Tujuan ana tampilkan adalah juga jawaban bwt saudara Daleel . Ana gak bermaksud bwt tujuan jelek tapi malah kebaikan kita semua.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Hisyam AL barbaz 2011-10-24 22:38
Komaentar

JAzakumullohu khoer ats artikelnya.
Ana izin shared ya ustazd.
Kelihatan mana yang pake dalil dan yang mengikuti hawa nafsu, andai benar semua mencari kebenaran maka insya Alloh dia akan mendapatkannya. murid 2 HAbib mundzir berdialog tak pantas dengan bahasa yang seronok layaknya orang yang ga punya ilmu, gumnakanlah bahasa2 yang religius, santun dan beretika, kalo ga bisa maka lebih baik DIAM
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Pak Ahmad 2011-10-25 05:00
Habib Munzir kok gak jawab-jawab ya ini artikel?? padahal udah lumayan lama!!
Saya jd teringat ada artikel yang katanya ditulis sang habib yang mengatakan bahwa Syaikh Albani seorang tong kosong.
Mudah-mudahan dengan sikap sang habib yang gak jawab2 artikel ust. firanda, SEMUA ORANG BISA SADAR SIAPA SEBENARNYA YANG TONG KOSONG !!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2011-10-26 01:15
Quoting Pak Ahmad:
Habib Munzir kok gak jawab-jawab ya ini artikel?? padahal udah lumayan lama!!
Saya jd teringat ada artikel yang katanya ditulis sang habib yang mengatakan bahwa Syaikh Albani seorang tong kosong.
Mudah-mudahan dengan sikap sang habib yang gak jawab2 artikel ust. firanda, SEMUA ORANG BISA SADAR SIAPA SEBENARNYA YANG TONG KOSONG !!

Quoting Pak Ahmad:
Habib Munzir kok gak jawab-jawab ya ini artikel?? padahal udah lumayan lama!!
Saya jd teringat ada artikel yang katanya ditulis sang habib yang mengatakan bahwa Syaikh Albani seorang tong kosong.
Mudah-mudahan dengan sikap sang habib yang gak jawab2 artikel ust. firanda, SEMUA ORANG BISA SADAR SIAPA SEBENARNYA YANG TONG KOSONG !!


Sangka baik saja pak, mungkin beliau sedang ada kesibukan yang lebih mendesak.

Semoga nantinya Habib bisa menjelaskan hal-hal yang dituliskan oleh Ust. Firanda.

Mari sama-sama kita sibukan diri kita untuk mencari ridho Allah.

Amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fahrul A.P. 2011-10-28 17:12
Quoting Jamil:
Quoting Pak Ahmad:
Habib Munzir kok gak jawab-jawab ya ini artikel?? padahal udah lumayan lama!!
Saya jd teringat ada artikel yang katanya ditulis sang habib yang mengatakan bahwa Syaikh Albani seorang tong kosong.
Mudah-mudahan dengan sikap sang habib yang gak jawab2 artikel ust. firanda, SEMUA ORANG BISA SADAR SIAPA SEBENARNYA YANG TONG KOSONG !!

Quoting Pak Ahmad:
Habib Munzir kok gak jawab-jawab ya ini artikel?? padahal udah lumayan lama!!
Saya jd teringat ada artikel yang katanya ditulis sang habib yang mengatakan bahwa Syaikh Albani seorang tong kosong.
Mudah-mudahan dengan sikap sang habib yang gak jawab2 artikel ust. firanda, SEMUA ORANG BISA SADAR SIAPA SEBENARNYA YANG TONG KOSONG !!


Sangka baik saja pak, mungkin beliau sedang ada kesibukan yang lebih mendesak.

Semoga nantinya Habib bisa menjelaskan hal-hal yang dituliskan oleh Ust. Firanda.

Mari sama-sama kita sibukan diri kita untuk mencari ridho Allah.

Amin


ASSALAMU`ALAIKU M
SEMOGA SANG HABIB BISA SEGERA MENJELASKANNYA/MEMBANTAH TULISAN SANG USTADZ FIRANDA APALAGI USTADZ FIRANDA SUDAH MEMPERSILAKANNY A. DAN ANA HARAP SEMUANYA MENJADZ ADAB DAN SOPAN SANTUN SERTA BERSIKAPLAH ILMIAH
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Butuh Pencerah 2011-10-29 18:30
Assalamu'alaikum...
Alangkah Elok nya Bila Ustadz Firanda Dalam Membantah Apa yang telah disampaikan oleh Habib Munzir baik melalui tulisan atau melalui lisan sang Habib langsung di sampaikan kepada Habib Munzir perihal caranya atas kesepakatan dari Ustadz Firanda dan Habib Munzir, tetapi tidak melalui artikel di web ini, agar hal ini tidak memicu perselisihan di antara sesama umat Islam sehingga terjadi salah faham yang nantinya akan timbul penyakit hati. Karena belum tentu yang mengolok-olok lebih baik dari yang diolok-olok, yang menyudutkan orang lebih baik dari yang disudutkan.
Ini saya sampaikan sebagai langkah tengah, agar dari para pro Ustadz Firanda dan Habib Munzir bertaklid buta.
Wassalam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ghuroba 2011-11-29 14:23
Quoting Butuh Pencerah:
Assalamu'alaikum...
Alangkah Elok nya Bila Ustadz Firanda Dalam Membantah Apa yang telah disampaikan oleh Habib Munzir baik melalui tulisan atau melalui lisan sang Habib langsung di sampaikan kepada Habib Munzir perihal caranya atas kesepakatan dari Ustadz Firanda dan Habib Munzir, tetapi tidak melalui artikel di web ini, agar hal ini tidak memicu perselisihan di antara sesama umat Islam sehingga terjadi salah faham yang nantinya akan timbul penyakit hati. Karena belum tentu yang mengolok-olok lebih baik dari yang diolok-olok, yang menyudutkan orang lebih baik dari yang disudutkan.
Ini saya sampaikan sebagai langkah tengah, agar dari para pro Ustadz Firanda dan Habib Munzir bertaklid buta.
Wassalam.

Pak, pernah baca majelisrasullul lah.org ? isinya juga menjelekkan - jelekkan golongan yang mereka anggap wahabi, dan ulama - ulamanya, kemudian di situ juga ada e-book karangan habib munzir yang bisa didownload. wajar kalau tulisan ustadz firanda juga disampaikan melalui internet.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sebut ara 2011-10-29 21:33
temen2 yg pada komen di sini. . .

kerjasama yu. . .

kita bikin aja "DIALOG ILMIAH ANTARA UST. FIRANDA DAN HABIB MUNDZIR"

ky ny itu bisa nemuin benang merah deh. . .

note :
1. please. .jgn ajak saya jd panitia. . masih pelajar. .belum banyak ilmunya. . ha. .ha. .
2. kalo mw komenin komentar saya, jgn pake kata2 yg gk ngenakin ya . .
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# santri darul mustofa 2011-11-27 08:55
Ane 4 tahun didarul mustofa, tarim, yaman. Yang ane pelajari disana, ratip hadad, maulid, baca solawat karangan habib sambil memainkan gendang, pagi, siang, sore, malem isinya begituan mulu, sesekali dibacakan ayat dn hadits yg tidak pernah disebutkan penafsir ayat dn hadist tsb. ane tdk pernah tau apa isi kitab agung al'um karangan imam assyafe'i, alhafid ibnu hajar, almuwatta imam malik dll, yang ana dpt cerita khurafat, agenda syirik tiap tahun tawasul kekuburan habib2 mubtadi.
Tolong jawab yg jujur para sufi-sufi, pernahkah anda mempelajari kitab tauhid imam assyafi'i..?????? wallahi..wallahi anda akan menangis, karna apa yg diajarkan imam assyafi'i berbeda dengan apa yg ada pada diri anda..
Barakallahufiku m
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Asyura 2011-12-01 12:44
Quoting santri darul mustofa:
Ane 4 tahun didarul mustofa, tarim, yaman. Yang ane pelajari disana, ratip hadad, maulid, baca solawat karangan habib sambil memainkan gendang, pagi, siang, sore, malem isinya begituan mulu, sesekali dibacakan ayat dn hadits yg tidak pernah disebutkan penafsir ayat dn hadist tsb. ane tdk pernah tau apa isi kitab agung al'um karangan imam assyafe'i, alhafid ibnu hajar, almuwatta imam malik dll, yang ana dpt cerita khurafat, agenda syirik tiap tahun tawasul kekuburan habib2 mubtadi.
Tolong jawab yg jujur para sufi-sufi, pernahkah anda mempelajari kitab tauhid imam assyafi'i..?????? wallahi..wallahi anda akan menangis, karna apa yg diajarkan imam assyafi'i berbeda dengan apa yg ada pada diri anda..
Barakallahufiku m

Oh ternyata di Darul Mustofa Yaman sama saja saja ya? kirain cuman di Indonesia aja'. Mungkin pengalaman antum selama di sana bisa share ke yang lain. Hingga bertemu ke manhaj yang haq Imam Assyafi'i sebenarnya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Andree 2012-01-03 22:21
Quoting Asyura:
Quoting santri darul mustofa:
Ane 4 tahun didarul mustofa, tarim, yaman. Yang ane pelajari disana, ratip hadad, maulid, baca solawat karangan habib sambil memainkan gendang, pagi, siang, sore, malem isinya begituan mulu, sesekali dibacakan ayat dn hadits yg tidak pernah disebutkan penafsir ayat dn hadist tsb. ane tdk pernah tau apa isi kitab agung al'um karangan imam assyafe'i, alhafid ibnu hajar, almuwatta imam malik dll, yang ana dpt cerita khurafat, agenda syirik tiap tahun tawasul kekuburan habib2 mubtadi.
Tolong jawab yg jujur para sufi-sufi, pernahkah anda mempelajari kitab tauhid imam assyafi'i..?????? wallahi..wallahi anda akan menangis, karna apa yg diajarkan imam assyafi'i berbeda dengan apa yg ada pada diri anda..
Barakallahufiku m

Oh ternyata di Darul Mustofa Yaman sama saja saja ya? kirain cuman di Indonesia aja'. Mungkin pengalaman antum selama di sana bisa share ke yang lain. Hingga bertemu ke manhaj yang haq Imam Assyafi'i sebenarnya



Bisa antum sebutkan nama lengkap antum dan angkatan keberapa ? ana tahu semua murid yang mondok di pesantren Darul Mustafa, Tarim

Saya paham betul dengan sepak terjang kaum wahabi yg selalu menyebarkan fitnah...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2012-01-04 02:13
al akh Andree

lebih esensial jika antum menanggapi "fitnah" di atas, apakah betul yang dikatakan al akh santri darul mustafa begini dan begini? daripada antum cuma menanyakan nama dan angkatan beliau, hal ini tidak perlu dibicarakan di website ini. kalau mau ngobrol masalah pribadi seperti itu silakan sms atau telfon saja.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Al Fayyadh 2011-12-01 15:31
Imam Malik : "Saya tidak mengeluarkan fatwa hingga 70 ahli ilmu mempersaksikan aku layak berfatwa"

ini menunjukkan seorang ulama/ahli ilmu memiliki guru yg byk sekali, Imam syafi'i memiliki guru di atas 60 org, Imam Bukhory memiliki 1000 lebih guru, belum lagi imam2 ahlul hadits lainnya.

Lalu bagaimana dg Habib Mundzir yg mengatakan hanya belajar kepada Habib Umar Al Musnid. ini artinya hanya berguru kepada 1 orang...?

Sufyan Ats Tsauri : "Aku tdk mengetahui amalan di muka bumi ini yang lebih afdhal daripada menuntut ilmu hadits bagi orang yang menghendaki dengannya wajah Allah SWT" (Atsar Shahih, diriwayatkan Al-Baghawy)

Ibnul Mubarak : "Aku tidak mengetahui sesuatu yang paling afdhal dari menuntut ilmu hadits bagi orang yang menginginkan (keridhoan)Alla h SWT" (Al-Baghawy : Shahih)

Qutaibah bin Said : "Apabila kamu menjumpai seseorang mencintai ahli hadits, ketahuilah sesungguhnya ia berada di atas sunnah. Barangsiapa menyelisihi hal ini, ketahuilah bahwa ia seorang ahli bid'ah" (Khatib Al-Baghdady : Sanad Atsar Shahih)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu lapar 2011-12-16 03:45
Assalamu'alaikum

Sahabatku semua ini kami Copas jawaban atas ustadz Firanda, dari KH. Ibn Mas'ud.

setelah bertebaran ytulisan ustadz karbitan yaitu Firanda Andirja yg menyinggung Habib Munzir ehhh ternyata kena batunya oleh santri berikut tulisann bantahan yg tak dapat di bantah firanda SETELAH SY KROSCEK APA YG ADA DI KITAB ASLINYA DARI WEB YG HEBOH TSB. http://fir...anda.com/index.php/artikel/bantahan/183-habib-munzir-berdusta-atas-nama-imam-as-syafii,

MAKA INILAH KALIMAT YG TERTULIS DALAM KITAB AL-UMM (ABU ABDULLOH MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI’I) باب ما يكون بعد الدفن وأحب أن لا يزاد في القبر تراب من غيره وليس بأن يكون فيه تراب من غيره بأس إذا زيد فيه تراب من غيره ارتفع جدا وإنما أحب أن يشخص على وجه الأرض شبرا أو نحوه وأحب أن لا يبنى ولا يجصص فإن ذلك يشبه الزينة والخيلاء وليس الموت موضع واحد منهما ولم أر قبول المهاجرين والأنصار مجصصة

MA’AF, KENAPA KALIMAT DIATAS TDK DILANJUTKAN DENGAN KALIMAT BERIKUTNYA, ADA MAKSUD APA NIH ? INI LANJUTAN KALIMATNYA SBB: قال الراوي عن طاوس إن رسول الله نهى أن تبنى القبول أو تجصص قال الشافعي وقد رأيت من الولاة من يهدم بمكة ما يبنى فيها فلم أر الفقهاء يعيبون ذلك فإن كانت القبور في الأرض يملكها الموتى في حياتهم أو ورثتهم بعدهم لم يهدم شيء أن يبنى منها وإنما يهدم أن هدم ما لا يملكه أحد فهدمه لئلا يحجر على الناس موضع القبر فلا يدفن فيه أحد
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu lapar 2011-12-16 03:45
Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri. INILAH LANJUTAN KALIMAT YG DITIADAKAN OLEH PENULIS YG TDK BERTANGGUNGJAWA B Berkata seorang rawi Thawus, ‘Sesungguhnya Rasulullah melarang membangun tempat penerimaan (kubur) atau dikapur (di cat).” Imam Syafi’i berkata, ‘Aku telah melihat dari gubernur yg menghancurkan (membongkar) kuburan yg dibangun di Makkah dan tidak melihat para ulama mereka mencela (mengkritik) hal itu. Dan apabila adanya kuburan-kuburan itu di tanah yg dimiliki oleh almarhum semasa hidup mereka atau ahli warisnya setelah kematian mereka, maka tdk ada suatu bangunan pun yg dihancurkan. Dan sesungguhnya penghancuran (pembongkaran makam) itu apabila (tanah pemakaman) tidak ada seorang pun yg memilikinya. Penghancuran (pembongkaran) itu dilakukan agar supaya tak seorang pun dikuburkan di dalamnya karena bkn tempat penguburan (umum).’ (Al-Umm Imam Syafi’i bab. Apa yg ada setelah pemakaman). KITA SEMUA HARUS CERMAT DAN HARUS MENGKROSCEK KRITIKAN DARI SIAPA PUN, DGN KITAB ASLINYA DAN JGN TERJEBAK DGN PROPAGANDA YG INGIN MEMECAHBELAH DAN MEMBENARKAN ARGUMENNYA SENDIRI WAHAI SOBAT FILLAH. Wallohu A’lam bish-ShowabLihat Selengkapnya Oleh : Ibnu Mas'ud


Tolong dipelejarain lagi, dan hati-hati dengan ustadz Firanda
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu zainab 2011-12-16 05:00
BANTAHAN :
Akhi Abu Lapar...(semoga Allah mengenyangkan perutmu)..., bantahan terhadap perkataan KH Ibnu Mas'ud tersebut dari banyak sisi :
PERTAMA: Ustadz Firanda tidak melanjutkan perkataan Imam Syafii karena memang tidak begitu diperlukan, dan tujuan tulisan ustadz firanda adalah untuk menunjukan kebohongan Habib Munzir, dan sudah sangat jelas seperti matahari di siang bolong kedustaan Habib Munzir...apakah engkau ragu??!!

KEDUA: Justru pada lanjutan perkataan Imam Syafii itu semakin mendukung pemahaman yang benar. karena Imam Syafii bertutur bahwa di zaman beliau (sekitar abad ke dua) ternyata para umaro (penguasa) membongkar kuburan-kuburan yang tinggi. ini menunjukan bagusnya aqidah para penguasa tatkala itu

KETIGA: Imam Syafii juga menyatakan bahwa perbuatan para penguasa tersbut tidak diingkari oleh para fuqohaa', yang menunjukan pada waktu itu para ulama setuju dengan pembongkaran tersebut

KEEMPAT:Yang tidak dihancurkan adalah pekuburan pribadi...karena hal itu berkaitan dengan kempemilikian seseoarng. dan Imam Syafii sama sekali tidak mendukung ditinggikannya kuburan, camkan hal ini. Adapun pekuburan umum maka kuburan-kuburan yang tinggi dihancurkan, karena kuburan yang tinggi dan lebar akan makan tempat, sehingga menyempitkan areal pekuburan

KELIMA: Sudah sangat jelas dalam penukilan perkataan Imam Syafii sebelumnya bahwa Imam Syafii benci ditinggikan kuburan karena kawatir fitnah. jadi ada 2 sebab yang disebutkan oleh Imam Syafii yang membuat beliau benci, pertama kawatir fitnah, yang kedua agar areal pekuburan tidak menjadi sempit

KEENAM: apa yang dipahami oleh ustadz Firanda itulah yang dipahami oleh Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Haitami, apakah si KH Ibnu Mas'ud lebih paham dari mereka?? SILHKAN BACA KEMBALI http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/187-imam-as-syafii-imam-an-nawawi-dan-imam-ibnu-hajr-al-haitamiy-pengikut-wahabi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu zainab 2011-12-16 05:02
KETUJUH: Lihatlah ternyata KH Ibnu Mas'ud juga salah nerjemah. perhatikan terjemahan beliau :((Penghancuran (pembongkaran) itu dilakukan agar supaya tak seorang pun dikuburkan di dalamnya karena bkn tempat penguburan (umum))
Padahal teks arabnya adalah sbb :
وَإِنَّمَا يُهْدَمُ أن هُدِمَ ما لَا يَمْلِكُهُ أَحَدٌ فَهَدْمُهُ لِئَلَّا يُحْجَرَ على الناس مَوْضِعُ الْقَبْرِ فَلَا يُدْفَنُ فيه أَحَدٌ
Pembongkaran itu dilakukan pada tanah yang tidak dimiliki oleh seorangpun (*yaitu pekuburan umum), agar manusia (*masyarakat) tidak terhalangi dari tempat/areal kuburan sehingga tidak seorangpun yang bisa dikubur di situ"
Inilah terjemahan yang tepat, sehingga maksudnya kalau terlalu tinggi dan luas kuburannya dipekuburan umum menjadikan seakan-akan seprti areal pekuburan pribadi, sehingga orang lain tidak bisa dikubur disitu. sungguh sayang KH Ibnu Mas'ud tidak bisa menerjemahkan dengan baik...lantas sudah berkoar-koar menuduh ustadz Firanda berdusta.
Saya rasa lain kali admin tidak perlu menampilkan komentar-komentar seperti ini yang menunjukan kejahilan orang seperti Ibnu Mas'ud. kita para pengunjung web masih sangat menunggu jawaban As-Syaikh Habib Munzir untuk menunjukan dia bukan pendusta !!!
EHH MALAH KH IBNU MAS'UD YANG KENA BATUNYA KETAHUAN TIDAK TAHU BAHASA ARAB YANG BAIK...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# M. Jundi Rasyaid 2011-12-17 02:10
Kami juga sedang membutuhkan jawaban, apa betul bagi orang yang belajar tahsin Qur'an (Makhorijul huruf dan shifatul huruf)tidak kepada ustad yang sanadnya tidak nyambung/sampai kepada Rasulullah dianggap tidak ada pahalanya / tidak diterima bacaannya ? Mohon jawaban yang ilmitah. Jazklh.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Maaya 2011-12-17 10:37
Coba lihat sanadnya Habib Munzir:
http://dedox0297.multiply.com/journal/item/85/sanad_keguru_al-habib_munzir_

Jalurnya dari Ali kw, yang kita tahu hadits dari Ali sangat sedikit. Terus di dalam sanadnya tidak ada salah satu dari Imam mazhab, Imam hadits, dll. Kenapa cuma punya recehan sanad dari Mekkah & Madinah kok berani ngasih sanad kitab2 para Imam yang dia nggak punya sanadnya? Dan lebih lancang lagi, mengatakan orang2 yang berguru di Mekkah dan Madinah, pusatnya sanad, malah nggak punya sanad? Lebih parah lagi, kok banyak umat Islam yang tertipu dengan jurus manqul ala LDII?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Andree 2012-01-03 22:35
Quoting Abu Maaya:
Coba lihat sanadnya Habib Munzir:
http://dedox0297.multiply.com/journal/item/85/sanad_keguru_al-habib_munzir_

Jalurnya dari Ali kw, yang kita tahu hadits dari Ali sangat sedikit. Terus di dalam sanadnya tidak ada salah satu dari Imam mazhab, Imam hadits, dll. Kenapa cuma punya recehan sanad dari Mekkah & Madinah kok berani ngasih sanad kitab2 para Imam yang dia nggak punya sanadnya? Dan lebih lancang lagi, mengatakan orang2 yang berguru di Mekkah dan Madinah, pusatnya sanad, malah nggak punya sanad? Lebih parah lagi, kok banyak umat Islam yang tertipu dengan jurus manqul ala LDII?


Bagaimana dengan Albani yang anda bangga-banggakan. APakah dia punya sanad satu saja yg bersambung hingga ke Rasulullah SAW ?. Albani TIDAK MEMPUNYAI SANAD SAMA SEKALI. DIA HANYA BELAJR SENDIRI DI PERUSTAKAAN TANPA ADA GURU. SUNGGUH MENYEDIHKAN KALIAN YANG SUKA MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN.

HABIB MUNZIR (ULAMA ASWAJA) TELAH MENGISLAMKAN ORANG KAFIR TETAPI KALIAN PAWARA WAHABI KERJANYA MENGKAFIRKAN ORANG ISLAM. NAUDZU BILLAH. SEMOGA KALIAN DAPAT HIDAYAH DARI ALLAH SWT SEGERA AGAR TIDAK MENDAPATKAN AZAB DARI ALLAH SWT
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hamidy 2011-12-22 02:46
yang gampang di bikin susah..eh..malah lari kesana kemari komen fans si habib.
tinggal bantah aja trus bikin tulisan klo emang si habib tersebut tidak sesuai seperti yang dituduhkan yaitu berdusta...
atau ada fans si habib di sini (yang bahkan berani mengkafirkan saudaranya sesama muslim dengan membawakan ayat "lakum dinukum wa liyadin") yang punya ilmu "bersanad" yang bisa bantu dia untuk bantah dan bikin tulisan..??!
DITUNGGU !!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Andree 2012-01-03 22:27
Saya akan laporkan website ini ke bagian cyber crime karena telah menghina dan menghujat ulama... Website ini bersifat provokasi dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan ummat
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# bulkybiya 2012-01-04 13:15
Frustasi gak bisa membantah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2012-01-04 13:57
Quoting Andree:
Saya akan laporkan website ini ke bagian cyber crime karena telah menghina dan menghujat ulama... Website ini bersifat provokasi dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan ummat


Wah bagus itu,

titip laporan boleh ya biar sekalian, tolong laporkan juga perbuatan Habib Munzir yang sudah memfitnah Syaikh As-Sudays-Imam Masjidil Haram tanpa bukti.

Fitnah beliau tersebut memprovokasi dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan umat.

Anda Berani!!!

Saya NUDUH anda gak Berani!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abdun 2012-01-04 10:09
Pernyataan Syaikh Al-Albani bahwa ia memiliki sanad yang bersambung.
قلت: وهذا الحديث من المسلسلات المشهورة المروية بالمحبة، وقد أجازني بروايته الشيخ الفاضل راغب الطباخ رحمه الله...
Aku katakan (Syaikh Al-Albani): Hadist ini salah satu dari musalsal yang popular yang diriwayatkan dengan kecintaan, dan Syaikh yang mulia Raghib Ath-Thabbakh rahimahullah telah memberikan kepadaku Ijazah dengan riwayat yang ia miliki...
وقد بين بطلان هذه الفرية شيخي في الإجازة الشيخ راغب الطباخ...
Dan Syaikhku yang telah memberikanku Ijazah Syaikh Raghib Ath-Thabbakh sudah menjelaskan kebathilan firyah/dusta perkara ini...
Telah berlalu pernyataan dari Syaikh Al-Albani bahwa ia memiliki sanad yang bersambung melalui Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabbakh.
Berikut pernyataan yang menguatkan bahwa beliau benar-benar memiliki Ijazah tersebut:
Buka buku Hayatu Al-Albani Hal. 65 dan diperkuat dengan buku Rad’ul Jaani Al-Muta’adi ‘Alal Al-Baani Hal. 33 sebagaimana diperkuat dengan pernyataan beberapa murid dari Syaikh Al-Albani semisal Syaikh Saliim Al-Hilaali . Semua buku tersebut menegaskan bahwa Syaikh Al-Albani mendapatkan sanad yang bersambung kepada para Ulama melalui Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabbakh atas kehendak dari Syaikh Raghib bukan permintaan dari Syaikh Al-Albani. Adapun sanad tersebut tersambung kepada berbagai Ulama sebagaimana termuat dalam kitab Al-Anwar Al-Jaliyah fi mukhtasharil Atsbaat Al-Halabiyah dimana buku ini merupakan ringkasan dari tiga buku:
1. Kifayatur Rawi was Sami’ karya Syaikh Yusuf Al-Hanafi
2. Inalatuth Thalibin karya Syaikh Abdul Kariim Al-Halabi
3. Manarul Is’ad karya Syaikh Abdurrahman Al-Hanbali Al-Halabi
Dengan demikian jelas bahwa Syaikh Al-Albani memilki sanad yang bersambung sampai kepada para Ulama.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# oom 2012-01-04 11:37
saya bersyukur dpt membaca artikel2 ustad firanda yg memberi pencerahan tentang islam.
orang awam seperti saya selalu menunggu ilmu ustad baik tulisan disitus ini atau dakwahnya. semoga banyak orang yg ngerti islam lewat situs ini
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Djalil 2012-01-05 20:02
Ana tambahin sanad Syaikh Utsaimin yang bersambung sampai Rasulullah melalui sahabat Umar bin Khattab

http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=517
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fajar 2012-01-18 18:20
alhamdulillah semakin jelas kesesatan habib munzir, kini aku semakin mantap mana yang harus ku ikuti,! bongkar terus ustad firanda kebohongan habib munzir biar seluruh warga indonesia tahu!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hamba Allah 2012-01-20 12:46
Semakin hari umat ini semakin akan tahu kebobrokan habib munzir yang sering berdusta dan berkata seenaknya, Alhamdulillah kini aku jadi tau siapa Habib Munzir itu sebenarnya,,,,, semoga umat islam indonesia juga mengerti akan hal ini, Amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ridho 2012-02-17 13:42
Habib lagi, habib lagi...

* Habib yang di Pancoran sering berdusta atas nama ulama.
* Habib yang di Solo, beramal tanpa ilmu bikin buku dengan judul "Mana dalilnya ?" yang intinya menanyakan dalil yang melarang amalan tersebut.
* Habib yang berinisial "H" dilaporin ke Polisi karena kasus pelecehan.

Secara umum Habaib di Nusantara berpaham Sufi dan umumnya pula mengaku ilmu mereka bersanad tanpa putus sampai ke Rasulallah صلى الله عليه وسلم. Ciri-ciri ajaran mereka sebagai berikut :

1. Fans berat kuburan "Orang Sholeh".
2. Tawassul kepada mayat
3. Istighoosah kepada mayat
4. Mengamalkan ajaran yang tidak bersumber dari Rasulallah sementara pengakuan mereka "Ilmu harus bersanad" dan lain-lain.

Para Habib Sufi Yang Terhormat atau Kroni-kroninya tolong dong bantu ana jawab pertanyaan ini :

Apakah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم diutus Allah untuk menyampaikan Ajaran Sufi ?

Wassalam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Hasybie Alfaqir 2012-03-05 12:55
Tanda-tanda Ahlul Ahwa' dan Ahlul Bid'ah
Ada beberapa tanda yang nampak pada mereka dan mudah dikrtahui untuk mengenal mereka. Allah Ta'ala telah mengabarkan tentang mereka dalam kitab-Nya, sebagai mana Rasulullah SAW telah mengabarkan tentang mereka dalam sunahnya. Yang demikian itu sebagai peringatan bagi umat dari mereka dan melarang menempuh jalan mereka. Disini akan saya uraikan diantara tand...a2 mereka adalah :

1. Jahil terhadap tujuan umum syari'at Islam.
2. Berselisih, berpecah belah dan meninggalkan jama'ah.
3. Suka berbantah2an dan bermusuhan.
4. Mengikuti hawa nafsu.
5. Mendahulukan akal dari pada nash.
6. Tidak mengerti as-Sunnah.
7. Tenggelam dan berlarut2 dalam mendalami ayat2 yg mutasyabihat ( ayat2 yang masih samar maknanya).
8. Menentang as-Sunnah dengan al-Quran.
9. Berlebihan dalam mengagungkan tokoh2 tertentu.
10.Berlebihan dalam ibadah.
11.Menyerupai orang kafir.
12. Melontarkan gelar2 yg tidak layak/buruk kepada Ahlul Sunnah dan membenci mereka.
13. Membenci dan memusuhi orang2 yang membawakan sabda2 Nabi Muhammad SAW serta menghina mereka.
14. Mengkafirkan orang2 yang menyelisihi mereka tanpa dalil.
15. Meminta pertolongan kepada penguasa untuk menghabisi orang2 yang membawa kebenaran.

Ahlul Sunnah wal Jama'ah berpandangan bahwa pokok2 bid'ah itu ada 4 firqah, yaitu Rawafidh (Syi'ah), Khawarij, Qadariyah dan Murji'ah. Dari situlah kemudian berkembang diri setiap golongan menjadi beberapa kelompok sehingga genap menjadi 72 golongan seperti yang telah di sabdakan Nabi Muhammad SAW. Ketahuilah Islam itu bukan dilihat dari berap banyak jamaahnya/pengikutnya, Islam yang sesungguhnya yang mengikuti Al'Quran dan hadits dan mengikuti Sunnah2 Rasulullah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ridho aja 2012-03-14 20:23
pertanyaan ga berbobot....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu salma 2012-03-12 08:04
kita liat aja mas ...kalau habib membantah pasti bukan pada sasaranya karena tujuan dawah mereka bukan menyampaikan kebenaran tapi mencari pengikut sebanyak2nya,sa yangnya pengikut2nya ini gak ilmiah,gak mau cek& ricek,kebenaran dalili2 habib. orang bikin skripsi aja referensi bukunya harus jelas, mslh agama manggut2 aja, ilmiah dikit dong? jangan pinter2 bodo
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# jetli imin 2012-03-14 13:05
bismillah, barokallohufikk um... marilah kita sebagai tholib, benar2 mencari al haq, pertanyaanya: dari segi mana kita menilai sebuah kebenaran itu untuk menjadi sebuah tolak ukur? kita umat siapa? dan ana yakin semua umat islam di dunia pasti mengaku umat nabi muhammad rosulullohu sholallohu 'alaihi wasallam, apakah ada yang mengingkari? lalu siapa lagi yang paling patut kita contoh, selain beliau? adapun para shahabat mereka semua mencontoh nabi sholallohu 'alaihi wasallam, bagaimana dengan kita? yang sudah terlalu jauh dengan masa kenabian beliau sholallohu 'alaihi wasallam,siapa yang harus kita panuti dalam merujuk kepada pemahaman dan ajaran nabi sholallohu'alaihi wasallam? tentunya mereka para salafush sholeh bukan? kenapa ? karena mereka yang selalu memegang kuat sunnah2 nabi sholallohu 'alaihi wasallam, bukan begitu? bukan berdasarkan pemahaman akal kita sendiri begitu saja, apalagi dengan taqlid sprti itu, ahlussunnah selalu menimbang suatu perkara berdasarkan alqur'an dan assunnah dgn bimbingan para salaful ummah, bukan akal sendiri apalagi taqlid.
untuk para pengikut habib, tolonglah buka hati2 kalian, mari kita merenung sejenak, berfikir jernih, tanpa ada pembelaan atau kefanatikan terhadap satu pihak tertentu, kita telusuri mana yang lebih sesuai dgn pemahaman salaful ummah, pemahaman ahlusunnah wal jama'ah, pemahaman yg slalu disandarkan kpd alqur'an dan assunnah.
para ahlussunnah tidak pernah menutupi diri terhadap ilmu2 yg datang dari alloh ta'ala melalui nabinya sholallohu 'alaihi wasallam, mereka selalu terbuka untuk menerima ajaran2 yang shohih yang sesuai dgn syariat islam ini, adapun yang tdk sesuai syariat berdasarkan pemahaman salaful ummah, maka ia tertolak, adapun pengingkaran atau pembantahannya bersandarkan dalil alquran dan alhadist yg bisa dipertanggung jawabkan dunia akhirat. tidak menggunakan ego sesaat, tidak menggunakan hawa nafsu, apalagi menggunakan ketaqlid-an, semua tidak memungkiri kan, kalo smua itu ingin menjadi ahlussunnah wal jamaah, yaitu golongan yang selamat?
... wallohu a'lam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# hamba ALLAH 2012-03-26 06:00
assalamu'alaikum.

saya setuju dengan ulasa antum & saya pun tak setuju dengan menjadikan makam sebagai masjid

namun yang saya tanyakan :
1. apa benar itu perkataan dr Habib Munzir?
2. kapan beliau mengatakannya?
3. Tolong tampilkan link/videonya.
4. pernahkan antum mengkonfirmasik an hal ini kpd Habib Munzir terlebih dahulu secara langsung kepada Habib, tanpa perantara siapapun.
krn bisa jadi benar itu adalah ucapan dr Habib Munzir, bisa jadi bukan.
bisa jadi itu perkataan Habib Munzir, namun antum kurang paham dengan maksudnya sedangkan antum tidak mengkonfirmasik an langsung ke Habib
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Bram 2012-03-26 07:51
Quoting hamba ALLAH:
assalamu'alaikum.

saya setuju dengan ulasa antum & saya pun tak setuju dengan menjadikan makam sebagai masjid

namun yang saya tanyakan :
1. apa benar itu perkataan dr Habib Munzir?
2. kapan beliau mengatakannya?
3. Tolong tampilkan link/videonya.
4. pernahkan antum mengkonfirmasik an hal ini kpd Habib Munzir terlebih dahulu secara langsung kepada Habib, tanpa perantara siapapun.
krn bisa jadi benar itu adalah ucapan dr Habib Munzir, bisa jadi bukan.
bisa jadi itu perkataan Habib Munzir, namun antum kurang paham dengan maksudnya sedangkan antum tidak mengkonfirmasik an langsung ke Habib


mas Hamba Allah, saya sekedar nulis aja nih, bukan admin dan bukan Ust. Firanda.

1. Ya benar lah, kan itu data dari bukunya Habib Munzir, bukannya bukunya Pak Bondan
2. Nukilan dari Buku, ya sejak Buku nya di cetak
3. Beli aja bukunya Habib Munzir gak usah pakai link video dll...gak usah repot, datang aja ke Markaznya Habib Munzir di Pancoran, OK
4. Kalau Ust. Firanda dianggap kurang paham dengan tulisan Habib Munzir, maka dijelaskan/bantah saja ketidak pahaman Ust. Firanda akan tulisan nya Habib Munzir, supaya Ust. Firanda bisa bertaubat.

gampang kan.

O iya, 4 pertanyaan antum ini kalau dibalikan kepada Habib Munzir yang mencela Syaikh Al-Sudais-Imam Masjidil Haram bagus juga nih?...tapi apakah anda berani bertanya 4 hal tersebut pada Habib Munzir?

Kalau sudah dan dijawab oleh Habib Munzir mohon di copas ke sini ya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abdul Hafizh 2012-03-26 10:43
Quoting hamba ALLAH:
assalamu'alaikum.

saya setuju dengan ulasa antum & saya pun tak setuju dengan menjadikan makam sebagai masjid

namun yang saya tanyakan :
1. apa benar itu perkataan dr Habib Munzir?
2. kapan beliau mengatakannya?
3. Tolong tampilkan link/videonya.
4. pernahkan antum mengkonfirmasik an hal ini kpd Habib Munzir terlebih dahulu secara langsung kepada Habib, tanpa perantara siapapun.
krn bisa jadi benar itu adalah ucapan dr Habib Munzir, bisa jadi bukan.
bisa jadi itu perkataan Habib Munzir, namun antum kurang paham dengan maksudnya sedangkan antum tidak mengkonfirmasik an langsung ke Habib


Wa'alaikumsalah warahmatullahi wabarakatuh...

Ana bantu jawab...

1,2 dan 3)Bukankah di artikel di atas telah diberitahu bahwa perkataan habib munzir itu di ambil dari kitabnya habib munzir sendiri

"Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 30)"

4) Untuk no 4 kita tunggu saja jawaban dari Ustadz Firanda, tapi kalau menurut ana pribadi, masalah konfirmasi tidaklah perlu karena telah dengan jelas perkataan itu terdapat dalam kitabnya habib munzir sendiri, dan berarti habib munzir telah menyadari perkataannya itu...

Wallahua'lam...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Amal 2012-04-14 14:27
Mari kita jaga adab baik itu comment atau sharing ilmu, jauhi prasangka dan khususkan niat mengingatkan saudara semuslim kita demi ridho ALLAH subhanahu wa ta'ala, barakALLAH...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# haryono 2012-05-12 15:08
Masya Allah...terjawab sudah keraguan dihatiku akan habib munzir, selama ini saya mempengaruhi saudara2 saya, anak istri saya untuk ngaji ikut dalam majelis habib, saya udah 2 tahun ikut ngaji habib, dan saya tidak pernah melihat sebuah penjelasan yang segamblang ustad firanda, jauh lebih ilmiyah dibanding habib munzir,PERSAKSI KANLAH PARA PEMBACA!!! MULAI DETIK INI SAYA DAN KELUARGA SAYA TIDAK AKAN DUDUK DI MAJELIS PENIPU HABIB MUNZIR!!! SAYA BERTAUBAT!!! sebenarnya saya sudah curiga sejak dulu, karena saya dulu nyantri di magelang,saya tau benar matan kitab itu bahkan sebagiannya saya hafal, dan benar2 diluar dugaan ternyata seorang habib keturunan rosul,menyalahi dan memelencengkan kitab imam syafi'i!!! KETERLALUAN!!!! APA KAN'AN PUTRA NUH SELAMAT HABIB??? jangan bangga dengan gelar habib, nyesel saya ikut habib,ASTAGHFIR ULLOHALADZIIM
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Langganan Artikel

Masukkan email anda kemudian klik Daftar maka setiap ada artikel baru akan diinformasikan ke email anda:

Delivered by FeedBurner

Statistik