Agar Persahabatan Tidak Menjadi Permusuhan

Sunday, 29 January 2012 21:41 administrator
Print PDF
Bookmark and Share

Sesungguhnya bukanlah perkara yang gampang untuk membuat relasi persahabatan karena Allah dengan seseorang. Relasi tersebut bukanlah barang yang bisa dibeli…akan tetapi itu adalah anugerah dari Allah dengan sebab usaha pendekatan karena iman.

Karenanya hendaknya kita berusaha untuk menjaga jalinan persahabatan. Yang perlu diingat adalah janganlah kita menganggap sahabat kita adalah malaikat yang tidak pernah bersalah, sehingga setiap kali ia berasalah lantas kita mencelanya. Sikap seperti ini adalah bentuk perenggangan bahkan bisa jadi pemutusan persahabatan, serta bentuk "kurang penghargaan" terhadap karunia relasi persahabatan tersebut yang merupakan anugerah Allah.

Basyaar bin Burod berkata :

إِذَا كُنْتَ فِي كُلِّ الْأُمُوْرِ مُعَاتِبًا .....  صَدِيْقَكَ لَمْ تَلْقَ الَّذِي لاَ تُعَاتِبُهُ

Jika Engkau pada setiap perkara selalu mencela sahabatmu…

Maka engkau tidak menemukan sahabat yang tidak kau cela


فَعِشْ وَاحِدًا أَوْ صِلْ أَخَاكَ فَإِنَّهُ ...... مُقَارِفُ ذَنْبٍ مَرَّةً وَمُجَانِبُهُ

Jika demikian maka hiduplah engkau sendirian…

Atau jalinlah persahabatan dengan saudaramu karena sesungguhnya ia terkadang melakukan kesalahan dan terkadang menjauhi kesalahan

(Lihat Taariikh Baghdaad 7/610, tahqiq Basyaar 'Awwaad)

Ia juga berkata :

وَمَنْ ذَا الَّذِي تُرْضِي سَجَايَاهُ كُلُّهَا ...... كَفَى بِالْمَرْءِ نُبْلاَ أَنْ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

Dan siapakah yang seluruh perangainya menyenangkan (orang lain)….??

Cukuplah seseorang dikatakan mulia jika aibnya masih terhitung

Yang lain berkata :

تُرِيْدُ صَاحِبًا لاَ عَيْبَ فِيْهِ ..... فَهَلِ الْعُوْدُ يَفُوْحُ بِلاَ دُخَانِ؟

Engkau ingin memiliki seorang sahabat yang tidak ada kesalahannya sama sekali??

Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya??


Hendaknya kita bersabar dengan kesalahan sahabat kita dengan tetap berusaha menasehatinya….

Akhirnya….selamat menjalin persahabatan karena Allah, semoga Allah mencintaimu karena persahabatanmu tersebut.

 

Comments  

 
# pujoko abu shamil 2012-02-01 10:35
assalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuh......ustadz saya ingin sekali bertemu kembali dengan ustadz, untuk menumpahkan segala kekesalanku kepada para pembenci antum......ustadz, saya biasa ngaji bersama mereka dan seringnya bertemu dengan mereka, tetapi sungguh Allah menguatkan hati saya untuk tetap mencintai antum karenaNya.....dan kecemburuan saya muncul ketika saya mendengar fitnah berkumandang dalam sebuah majelis.....betapa saya sangat memahami bagaimana ustadz ingin sekali adanya islah itu, meskipun ustadz sering menjadi sasaran peluru tahzir mereka.......baru saja saya shok, ustadz...karena ketika saya baru semangat-semangatnya ngaji....tiba tiba.....muncul kata-kata " tiba-tiba ada pahlawan kesiangan mencoba menjadi penengah perselisihan dengan menerbitkan buku: hentikan pertikaian sudahi permusuhan".....hati saya menjadi panas.....dan saya berniat tidak ingin lagi ngaji bersama mereka....karena saya meresa masih bodoh, untuk menghadapi permasalahan itu.....BERBEDA KETIKA SAYA NGAJI BERSAMA USTADZ-USTADZ SELATAN (ustadz yang ditahzir) SAYA MERASA ADA KETENTRAMAN HATI, MATERI PENGAJIANNYA MENGUATKAN KEYAKINAN SAYA KEPADA SALAFY....meskipun saya juga memahami bahwa (USTADZ YANG DITAHZIR ADALAH MANUSIA JUGA YANG TAK LEPAS DARI SALAH)tetapi tempat pengajian itu jauh sakali....tetapi saya sudah bertekat untuk berhenti NGAJI BERSAMA MEREKA, meskipun saya harus vakum........SALAHKAH SAYA USTADZ????????........INI ADALAH KELUHAN DARI SEORANG AWAM KEPADA SANG GURU JAUH DINEGERI HARAMAIN, YANG DIA ADALAH MANUSIA BIASA YANG......KAPAN MENGISI DI JOGJA LAGI.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-02-01 10:57
tetapi saya sudah bertekat untuk berhenti NGAJI BERSAMA MEREKA (maksudnya berhenti dari tempat pengajian yang gemar mentahzir)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# orangbodoh 2012-02-06 04:40
saya pernah di hasut sama teman satu masjid yang baru selesai ngaji
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu_Abdillah 2012-02-24 18:46
Bismillah..
Alhamdulillah, saya dulu ngaji di MPR Jogja bersama Ustadz Afifi, Ustadz Aris, ustadz Abu 'isa dan yang selainnya. Teman-teman saya waktu itupun dari kalangan mad'u beliau.. Sekarang saya ngaji di Ustadz Ja'far shalih, Ustadz Muhammad as-Sewed, Ustadz 'Abdurahman Mubarak.. Dan Saya tetap mengambil ilmu melalui ustadz2 yang saya ikuti kajiannya dulu ketika di Jogja. Ndak ada masalah saya kira, ketika kita tahu kualitas diri kita masing-masing, tahu level kita dimana.. dan menempatkan diri sesuai tempatnya.. Ada orang-orang yang berhak ngomong masalah fitnah ini.. Jikalau kita ikut ngomong menukil sana-sini, apa faedahnya? Seperti Akh Pujoko abu Shamil misalnya, saya tahu perasaan antum yang sakit ketika mendengar Ustadz Firanda di kritik, sebagaimana apa yang saya rasakan.. Namun apakah perlu kita nukil semua yang kita dengar?.. Sehingga lebih tersebar mafsadatnya, apalagi bagi temen2 yang baru saja ngaji, trus mendengar komentar semisal komentar antum.. Biarkanlah para ustadz yang menyelesaikan, kita belajar saja ya.. Wallaahu a'lam..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:53
@ abu abdillah:
sebelumnya saya yang bodoh mengucapkan terima kasih atas nasehatnya jazakallahu khair.......walhamdulillah saudaraku masih berkenan ngaji bersama ustadz-ustadz yang ditahdzir meskipun antum telah ngaji bersama-sama ustadz-ustadz yang mentahdzir.....saya tentunya bukan sealim antum (afwan ini kejujuran saya) karena saya adalah orang yang baru saja ngaji bersama-sama ustadz salafy....dan alhadulillah ustadz firanda telah Allah hadirkan untuk mengenalkan saya kepada dakwah salafy......maka mungkin ini pembenaran saya ketika saya marah mendengar ustadz firanda menjadi bahan gurauan dalam sebuah taklim bersama seorang ustadz...yang rekamannya dapat didengarkan oleh semua pihak meskipun dia tidak ngaji salafy sekalipun, atau dia penentang dakwah salafy sekalipun
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:54
maaf dalam forum ini saya perlu mengklarifikasi terhadap perkataan antum, yang benar adalah:
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:55
1. bahwa saya tidak pernah sakit hati ketika ustadz firanda, toh tidak ada yang menganggap ustadz firanda terjaga dari kesalahan, tetapi apakah saya salah merasa sakit hati ketika ustadz firanda menjadi bahan gurauan seorang ustadz didepan para penuntut ilmu, dan saya rasa itu bukan kritik, tetapi mengarah kepada pencelaan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:55
2. mafsadah yang muncul bagi pemula salafy apabila mendengar apa yang saya sampaikan dari apa yang saya dengar tentang ustadz firanda.....maka jikalau semua mengetahui bahwa itu membawa mafsadah yang besar, mengapa celaan dengan penyematan gelar pahlawan kesiangan, nggedebrus, dsb kepada ustadz firanda itu sampai bisa tersebar di internet bahkan dilontarkan oleh orang-orang berilmu, sampai saya yang sebelumnya tidak mau tahu akhirnya telinga inipun memerah, dan saya adalah salah satu korban dari mafsadah tersebut.....kalau saya dituntut untuk menyembunyikan apa yang menimbulkan mafsadah tersebut maka bukankah para ustadz lebih wajib menjaganya, agar fitnah tersebut tidak sampai kepada para awam seperti saya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:57
3. saya sangat setuju dengan nasehat antum, "biarlah para ustadz yang menyelesaikanny a" tetapi kenapa dilapangan justru para ustadz menampilkan adegan adegan kurang menarik dihadapan para muqolid dan demi Allah saya mendengar sendiri guyonan-guyonan tersebut....bukankah jikalau itu permasalahan lingkup para ustadz, seharusnya tidak sampai tersebar kepada orang-orang yang baru mengenal ngaji seperti saya.....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:57
LALU APA PENDAPAT ANTUM TENTANG......KATA-KATA: NGGEDEBRUS, BIAR DIPANDANG WAH GELARNYA MA,PAHLAWAN KESIANGAN, KADZAB, DAJJAL yang kesemuanya disematkan untu ustadz firanda....APAKAH ITU YANG NAMANYA NASEHAT, KRITIK, TAHDZIR KARENA CINTA, kalau yang seperti itu pantas diucapkan oleh orang-orang yang berilmu, tentunya saya lebih pantas jikalau hanya ingin mengungkapakan kemarahan saya untuk membela ustadz dan guru saya meskipun saya belum pernah berbincang-bincang bersama beliau sekalipun
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-10 10:58
INILAH CURAHAN HATI SEORANG AWAM, YANG TIADA KUAT MENDENGAR HUJAN CELAAN KEPADA PARA USTADZ YANG DICINTAINYA KARENA ALLAH, SEMOGA SAYA MENDAPAT JAWABAN YANG MENENTRAMKAN SAYA
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-12 03:58
http://www.facebook.com/pujoko.delanggu
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pujoko abu shamil 2012-03-15 04:27
subhanallah mendapat nasehat dari facebook dari ikhwann yang menenteramkan hati saya......intinya.....pencelaan-pencelaan para pembenci kepada ustadz firanda tidak akan melunturkan keilmuan beliau selama beliau tetap istiqoman dalam kebenaran, Allah Maha Tahu diantara apa yang ada di hati manusia, walaupun dalam selipan yang paling dalam sekalipun
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Langganan Artikel

Masukkan email anda kemudian klik Daftar maka setiap ada artikel baru akan diinformasikan ke email anda:

Delivered by FeedBurner

Statistik