DIALOG ASWAJA - SYIAH vs WAHABI tentang BID'AH HASANAH

Wednesday, 15 February 2012 01:15 administrator
Print PDF
Bookmark and Share

Aswaja : Hari ini 12 rabiul awwal sungguh aku sangat bahagia loh….

Syiah
: Emang lu kenape?, kemarin-kemarin kurang bahagia?

Aswaja : Kagak gitu bro, hari ini gua ngerayain hari maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Gua sangat gembira dengan hari lahirnya nabi

Syi’ah
: Kalau gua …..gua sangat sedih pas hari 10 Muharram lalu….hik hik hik…jadi nangis gua ngingatnya…hik

Aswaja : Emang kenapa lu nangis??!

Syi’ah
: Soalnya hari itu hari terbunuhnya Husain bin Ali bin Abi Tholib, kami kerukunan warga syi’ah memperingati hari tersebut dengan hari ratapan. Bahkan sebagian kami sampai memukulkan pedang di tubuh kami sehingga mengeluarkan darah.

Aswaja : Loh…lu lu kok pada ngeri buanget sih…sampai acara melukai tubuh segala. Emang itu disyari’atkan?, setahu ku aswaja tidak melakukannya


Syi’ah : Jelas sangat disyari’atkan…., bukankah kalian keluarga aswaja juga sangat cinta kepada Husain?, apakah kalian tidak bersedih dengan terbunuhnya Husain secara tragis pada tanggal 10 Muharrom?

Aswaja : Iya ….kami jelas sangat cinta pada Husain…tapikan acara seperti yang kalian lakukan itu tidak ada syari’atnya??

Syi’ah : Justru sangat disyari’atkan sebagai bentuk bela sungkawa dan turut berduka cita atas kematian Husain. Sekali lagi…kalau kalian mengaku cinta kepada Husain mestinya lu lu pade semuanya juga ikut berpartisipasi meramaikan acara kami. Kalau kalian tidak ikut berpartisipasi maka pengakuan kalian mencintai Husain hanyalah OMONG KOSONG BELAKA !!!!

Aswaja : Kok bisa begitu???, Kan Para sahabat tidak pernah melakukannya?, kan Nabi tidak pernah menganjurkannya??, kan tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sholeh terdahulu !!!

Syi’ah : Meskipun tidak pernah dicontohkan Nabi tapi kan yang penting baik?? Bisa menambah kecintaan kita kepada cucu Nabi yaitu Husain !!!. Loh kalian juga kenapa ngadain acara mauludan? Wong Nabi juga tidak pernah ngadain mauludan?

Aswaja : Memang sih…tapi kan itu baik sekali?, acara mauludan kan bisa menambahkan kecintaan kepada Nabi?

Syi’ah : Lah sama saja dengan kita-kita dong….wong kita juga ngadain acara ratapan pada 10 Muharrom kan juga menambahkan rasa cinta kepada Husain

Aswaja : Tapi cara kalian buruk, pake acara mukul-mukul badan segala?, sampai darah lagi?

Syi’ah : loh…buruk itu menurut lu…menurut gua sangat baik…justru dengan seperti itu semakin mendalam kecintaan kami kepada Husain…semakin kami merasakan derita yang dirasakan Husain dan keluarganya.

Loh kalian juga merayakan maulud Nabi, kan itu buruk, karena harus mengeluarkan biaya, kadang campur laki-laki perempuan, dll?

Aswaja : loh itu buruk menurut lu pade, tapi menurut kami justru itu sebagai indikasi dan barometer rasa kecintaan kepada kanjeng Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Syi’ah : Wah kita kagak usah ribut deh…kita ternyata sama loh….

Aswaja : Sama apaan?

Syi’ah : Banyak kesamaan kita :

-         Pertama : Acara mauludan dan acara ratapan 10 Muharam sama-sama tidak ada contohnya dari Nabi.

-         Kedua : Acara perayaan ini sama-sama dibangun karena rasa cinta kepada Nabi atau kepada Husain.

-         Ketiga : acara ini sama-sama mendatangkan kebaikan, meskipun kebaikannya sih bersifat relatif. Yang penting sih baik menurut masing-masing yang merayakannya.

Aswaja : Betul betul betul…tapi….tuh orang-orang wahabi ngatain acara-acara kita ini acara bid’ah??

Syi’ah
: Biarin aja mereka-mereka kaum wahabi…toh bid’ah kita kan bid’ah hasanah

Aswaja : Betul…betul…betul…ternyata kita sepakat dalam perkara yang sangat penting, yaitu semua perkara yang kita anggap baik (meskipun dianggap jelek oleh orang/pihak) lain, serta meskipun tidak pernah dilakukan dan dianjurkan oleh Nabi maka itu adalah bid’ah hasanah sangat dianjurkan.



WAHABI : Wahai akhi aswaja…tidakkah lu tahu bahwasanya mauludan itu mengakibatkan banyak kemudhorotan??!, diantaranya :

-         Pertama : Tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masih diperselisihkan, akan tetapi hampir merupakan kesepakatan para ulama bahwasanya Nabi meninggal pada tanggal 12 Rabi'ul awwal. Oleh karenanya pada hekekatnya perayaan dan bersenang-senang pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal merupakan perayaan dan bersenang-senang dengan kematian Nabi

-         Kedua : Acara perayaan kelahiran Nabi pada hakekatnya tasyabbuh (meniru-niru) perayaan hari kelahiran Nabi Isa yang dilakukan oleh kaum Nashrani. Padahal Nabi bersabda مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut"

-         Ketiga : Kelaziman dari diperbolehkannya merayakan hari kelahiran Nabi adalah diperbolehkan pula merayakan hari kelahiran Nabi-Nabi yang lain, diantaranya merayakan hari kelahiran Nabi Isa. Jika perkaranya demikian maka sangat dianjurkan bahkan disunnahkan bagi kaum muslimin untuk turut merayakan hari natal bersama kaum Nashrani

-         Keempat : Bukankah dalam perayaan maulid Nabi terkadang terdapat kemungkaran, seperti ikhtilat antara para wanita dan lelaki?, bahkan di sebagian Negara dilaksanakan acara joget dengan menggunakan music?, bahkan juga dalam sebagian acara maulid ada nilai khurofatnya dimana sebagian orang meyakini bahwa Nabi ikut hadir dalam acara tersebut, sehingga ada acara berdiri menyambut kedatangan Nabi. Bahkan dalam sebagian acara maulid dilantunkan syai'ir-sya'ir pujian kepada Nabi yang terkadang berlebih-lebihan dan mengandung unsur kesyirikan

-         Kelima : Acara perayaan maulid Nabi ini dijadikan sarana oleh para pelaku maksiat untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada Nabi. Sehingga tidak jarang acara perayaan maulid Nabi didukung oleh para artis –yang suka membuka aurot mereka-, dan juga dihadiri oleh para pelaku maksiat. Karena mereka menemukan sarana untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada Nabi yang sesuai dengan selera mereka. Akhirnya sunnah-sunnah Nabi yang asli yang prakteknya merupakan bukti kecintaan yang hakiki kepada Nabipun ditinggalkan oleh mereka. Jika diadakan perayaan maulid Nabi di malam hari maka pada pagi harinya tatkala sholat subuh maka mesjidpun sepi. Hal ini mirip dengan perayaan isroo mi'rooj yang dilakukan dalam rangka mengingat kembali hikmah dari isroo mi'rooj Nabi adalah untuk menerima perintah sholat lima waktu. Akan tetapi kenyataannya betapa banyak orang yang melaksanakan perayaan isroo' mi'rooj yang tidak mengagungkan sholat lima waktu, bahkan tidak sholat sama sekali. Demikian juga perayaan nuzuulul qur'an adalah untuk memperingati hari turunnya Al-Qur'aan akan tetapi kenyataannya betapa banyak orang yang semangat melakukan acara nuzulul qur'an ternyata tidak perhatian dengan Al-Qur'an, tidak berusaha menghapal Al-Qur'an, bahkan yang dihafalkan adalah lagu-lagu dan musik-musik yang merupakan seruling syaitan

-         Keenam : Kelaziman dari dibolehkannya perayaan maulid Nabi maka berarti dibolehkan juga perayaan-perayaan yang lain seperti perayaan isroo' mi'rooj, perayaan nuzuulul qur'aan dan yang lainnya. Dan hal ini tentu akan membuka peluang untuk merayakan acara-acara yang lain, seperti perayaan hari perang badr, acara memperingati hari perang Uhud, perang Khondaq, acara memperingati Hijrohnya Nabi, acara memperingati hari Fathu Mekah, acara memperingati hari dibangunnya mesjid Quba, dan acara-acara peringatan yang lainnya. Hal ini tentu akan sangat menyibukkan kaum muslimin. (lihat kembali : http://firanda.com/index.php/artikel/manhaj/92-semua-bidah-adalah-kesesatan)

Adapun anda akhi syi’ah tahukah anda bahwa perbuatan anda meratapi hari kematian Husain itu mengandung kemudhorotan, diantaranya :

-         Pertama : Hal ini bertentangan dengan al-quran dan hadits-hadits Nabi yang memerintahkan kita untuk bersabar tatkala menghadapi musibah dan menyerahkan semuanya kepada Allah.

-         Kedua : Juga bertentangan dengan hadits-hadits yang melarang merobek-robek baju dan menampar-nampar pipi tatkala terjadi musibah

-         Ketiga : Acara seperti ini bertentangan dengan sunnah Nabi yang menganjurkan kita untuk berpuasa pada tanggal 10 muharrom

-         Keempat : Metode seperti ini menjadikan kaum non muslim semakin benci dan antipati kepada Islam jika Islam modelnya seperti ini



Syi’ah & Aswaja (kompak) : Waaah itu buruk menurut kamu wahai bang wahabi…menurut kami kerukunan warga aswaja mauludan itu baik dan menurut syi’ah acara 10 muharrom itu baik

Wahabi : Kalau begitu yang menjadikan patokan untuk menentukan baik buruknya perkara siapa dong?. Bukankah aswaja memandang acara memukul-mukul tubuh pada 10 muharrom itu merupakan perkara yang buruk.

Syi’ah
: Yaaa… masing-masing berjalan menurut perasaannya !!!

Wahabi : Kalau tidak ada yang menjadi patokan untuk menentukan kebaikan maka seluruh kelompok sesat dalam barisan kaum muslimin harus kita terima, karena setiap kelompok memandang baik bid’ah yang mereka ada-adakan. Thoriqoh At-Tijaaniyah, memandang thoriqoh merekalah yang terbaik…, toriqoh As-Syadziliyah Al-Qoodiriyah yang beribadah sambil joget juga memandang bid'ah mereka yang terbaik? (lihat : http://www.youtube.com/watch?v=E0nKMIHA0kA&feature=player_embedded), wihdatul wujud memandang aqidah merekalah yang terbaik…, bahkan Ahmadiah memandang bid’ah mereka di atas kebaikan.

Terus kaum wahabi yang kalian anggap sesat juga memandang apa yang mereka dakwahkan (mengembalikan kaum muslimin kepada pemahaman para sahabat) adalah yang terbaik. Jika masing berhak menentukan penilaian baik maka semua kelompok dan sekte agama adalah baik. Padahal kelompok-kelompok tersebut saling berseteru. Maka membenarkan semua bid'ah hasanah mereka melazimkan berkumpulnya dua hal yang saling bertentangan…. Seperti berkumpulnya timur dan barat, utara dan selatan !!.

Bukankah Aswaja menganggap sikap syi'ah yang mengkafirkan para sahabat merupakan bid'ah yang buruk??!!

Aswaja : Yaa itu benar…mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan para sahabat adalah bid'ah yang buruk dan tercela..

Syi'ah
: Tunggu dulu akhi aswaja…itu sih menurutmu, adapun menurut kami kerukunan warga Syi'ah maka mengkafirkan para sahabat merupakan bid'ah hasanah, karena mengkafirkan para sahabat Nabi merupakan bentuk pembelaan dan kecintaan kepada Ahlul Bait, pembelaan kepada Ali bin Abi Tholib dan keturunannya yang berhak memegang tampuk kepemimpinan. Hanya saja Abu Bakar dan Umar tamak dan rakus terhadap kepemimpinan dan telah berkhianat terhadap washiat Rasulullah !!!.

Syi'ah : akhi aswaja…saya harap anda menghormati pendapat dan aqidah kami kerukunan warga syi'ah yang mengkafirkan para sahabat. Bukankah para pimpinan kalian juga toleransi dengan aqidah kami ini??. Jangankan toleransi terhadap kami warga syi'ah…bukankah para pemimpin kalian juga toleransi terhadap kaum nasharani yang merayakan hari kelahiran Tuhan mereka??, jangan lupa ini akhi aswaja !!!

Aswaja : iya..iyaa..betul..betul…hampir-hampir aku terhasut oleh tipuan si bang wahabi !!! salam sejahtera wahai akhi syi'ah.

Wahabi : Akhi aswaja…jangan lupa mereka warga syi'ah juga memiliki perayaan-perayaan yang lain, mereka juga merayakan hari meninggalnya ibu kita Aisyah radhiallahu 'anhaa dengan menyatakan bahwa Aisyah seorang pezina…Aisyah masuk neraka…?? (lihat : http://www.youtube.com/watch?v=yRyqscRd6aY&feature=related), apakah engkau tidak marah dengan sikap mereka itu??. Jangan lupa juga akhi aswaja…mereka kaum syiah juga merayakan hari meninggalnya Umar bin Al-Khottoob radhiallahu 'anhu, mereka gembira dengan wafatnya Umar, bahkan mereka memuja-muja Abu Lu'lu' yang telah membunuh Umar? (lihat : http://www.alserdaab.org/articles.aspx?article_no=732), apakah engkau sebagai anggota kerukunan warga aswaja masih menghormati pendapat syi'ah??

Aswaja : Wah…gua bingung jadinya…

Syi'ah
: Akhi Aswaja…jangan kau terpedaya dengan igauan bang wahabi…, perayaan-perayaan tersebut menurut kami adalah bid'ah hasanah. Ingatlah kesamaan kita banyak…ingat kita harus toleransi…ingat bahwa wahabi adalah musuh kita bersama !!!!

Aswaja : Ya..ya.. akhi syi'ah..bagaimanapun kita sama…dan banyak samanya…terutama dalam masalah bid'ah hasanah…. Syukron atas peringatannya….kita harus bersepakat untuk memusuhi wahabi…sekali lagi kita harus bersepakat. Jangan sampai kita termakan hasutan para wahabi !!!

Wahabi : Yaa sudah kalau begitu….semoga Allah memberi hidayah kepada kalian suatu hari. Aaamiiin

 

Comments  

 
# Ibnu Marwan 2012-02-15 12:54
Lebih mudah dicerna dan dipahami penjelasan dengan model dialog seperti ini.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2012-02-15 13:13
He he he
Ana jadi senyum2 sendiri baca artikel ini. Bid'ah hasanah...hmmm bid'ah yg baik "menurut mereka", bukan menurut syari'at.

Syukron ustadz Firanda.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# umu aulia 2012-02-15 16:09
bahasanya nyantai tapi mengena(tersamp aikan maksud dan tujuan nya).syukron ustadz..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ridho 2012-02-15 16:28
Setiap kebohongan harus ditutupi dengan kebohongan yang lain.

Begitu pula halnya dengan bid'ah, sekecil apapun setelah dimulai, maka akan diikuti dengan bid'ah-bid'ah yang lain semakin besar hingga muaranya kesyirikan.

"Ya Allah Tuhan kami, lindungilah kami dari amalan yang berangkat dari kejahilan kami".
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ummu sakinah 2012-02-15 18:50
Alhamdulillah gaya penulisannya mudah dipahami dan tepat ke intinya insyaAllah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# anang dwicahyo 2012-02-15 19:02
semoga terbaca oleh orang yang bersangkutan dan bermanfaat....

sukron ustad, mudah dicerna
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Heri Hermansyah 2012-02-16 14:38
izin copas!
sukron ya akhi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Assidawy 2012-02-16 14:39
bagus ustad, semoga allah terus memberi inspirasi dalam dakwah ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rika wahyuni 2012-02-16 19:27
sybhanawllah............ smga yang belum mendapat hidayah. dibukakan mata hatinya, kembali ke jalan ahlul sunnah waljamaaah, mengikuti para sahabat, aamiin, afwan kalo ada huruf2 yang kurang
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Naban akbar 2012-02-16 21:11
Aswaja mksudnya sufi..? Ya ustadz. Bkannya
Wahabi jg aswaja.?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Fajar Jiyan 2012-02-16 21:15
Assalamu'alaikum... Ana Ijin Copas.. Syukron..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Lukman Hakim 2012-02-17 14:45
Alhamdulillah. Sungguh menarik dialognya. Apa Ustad sering dialog dengan orang Syiah. Bagaimana ana yang awam kalo berdialog dengan mereka?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# naufal abdurRozzaak 2012-02-17 18:43
bang wahabi emang sabar, dikeroyok sama syiah dan aswaja juga die kalem aje (it's strong hujjah)...sukron ya ustadz
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# sandhi 2012-02-17 20:51
Ha...ha...ha... Gua bener2 ketawa sampai cekikkan bacanya. Bener-bener bahasa yang ringan dan logis...!!! Insya Allah ana print & dibagi2in. Siip ustadz!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ukassah 2012-02-17 21:59
Tulisan ustad Firanda selalu ditunggu tunggu, karena ilmiah, mohon diperbanyak tulisan tentang fitnah ustad..!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aldi jogja 2012-02-18 04:24
Bagus bagus, jangan putus asa mendakwahi mereka... kaum aswaja dan yg sejenisnya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ThirdYakhmadi 2012-02-18 09:17
MasyaAllah bagus banget :D Tapi sayangnya aswaja dan syiah bisa jadi nggak baca artikel ini, yang baca cuma dari kalangan yang sama.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2012-02-19 01:50
Kata siapa akhi? Coba tengok artikel2nya ustadz Firanda yg lain terutama yg lg membahas mengenai abu salafy dan habib Munzir, niscaya antum akan mengerti bahwa banyak jg yg membaca artikel2 beliau dari kalangan aswaja.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wanto 2012-02-19 01:27
Naudzubillah.... Ckckck... Walallahi.. Laknatullah atas km wahai orang yg mengaku firanda...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# ibnu abdulmuthalib 2012-02-19 13:23
subhanallaah..mumtaz yaa ustadz.
Jazaakallaahu khairan.
Semoga Allah memberkahi ilmu antum dan menjaga antum sekeluarga..dan semoga Allah memudahkan urusan antum.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# antonim 2012-02-20 19:15
Bismillah, antum Anto..itu hanya sekedar dialog perumpamaan yg dibuat sekedar untuk mudah dimengerti, kamu hanya perlu mengkaji lebih dalam lagi tentang ilmu pada dirimu, tidak tahu apa kamu syiah? Aswaja? atau wahabi?? sebenarnya yang di namakan aswaja itu adalah wahabi, tetapi aswaja yang benar2 bersih dari BID'AH seperti perkataan ulama LAU KAANA KHAIRAN LASABAQUUNA ILAIHI("Kalau sekiranya perbuatan itu baik tentulah para shahabat telah mendahului kita mengamalkannya") cam kan itu, assallamu'alaikum
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wanti 2012-02-23 11:53
hati2 hai Wanto....jangan2 laknat Allah diturunkan kepadamu......
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wanto winta winti 2012-04-10 23:16
Quoting wanto:
Naudzubillah.... Ckckck... Walallahi.. Laknatullah atas km wahai orang yg mengaku firanda...


semoga hidayah ALLOH dibukakan untuk saudara-saudara kita yang masih keras hatinya,supaya menjadi pembela-pembela sunnah.amiin
Semoga Allah memberkahi ilmu antum dan menjaga antum sekeluarga..dan semoga Allah memudahkan urusan antum.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nur ali 2012-02-19 23:10
Assalamu'alaiku warohmatullohiw abarokatuh.....he he he..jadi senyum2 ndri neh ustadz,menambah wawasan sya yg minim ilmu ini,sangat bagus semoga bisa menyadarkan yg di maksud,,,he he he,,ijin copas ustadz trim's wassalam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rio 2012-02-20 01:32
To Wanto, mengapa Anda benar benar yakin hingga bersumpah dengan nama Alloh bahwa Alloh akan melaknat Ustadz Firanda? Apakah Anda punya hujjah yang bisa dipertanggungja wabkan atas laknat yang Anda Sampaikan? Semoga Alloh melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rafi arta 2012-02-20 13:50
Sepertinya dakwa via dialog seperti ini, perlu dikembangkan, tetapitetap hati2, wasalam
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Haki 2012-02-20 15:00
memahami agama jgn sebatas otak doang. mnurut agan skalian,
1. apa yg agan mksud dg bid'ah?
2. apa sj yg agan maksud dg bid'ah dlm agama?

Jawab dlu ya gan? Tks
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2012-02-22 01:02
ini mas haki saya beri alamat supaya membacanya sampai selesai sebab terdiri dari beberapa seri supaya ditelaah baik-baik mudah-mudahan diberi hidaya oleh Allah membaca artikel ini http://muslim.or.id/manhaj/ini-dalilnya-9-meluruskan-pemahaman-tentang-bid%E2%80%99ah.html
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# pittobani 2012-02-20 15:05
Ustd.Firanda,ana rindu dgn akhi,disini ana merasa terasing dan dikucilkan dengan aswaja sufi,ana jadinya hanya bisa diam dan berdo'a dalam keterasingan ini,sungguh akhi,ana merindukan orang2 macam akhi ini,dan ana ingin memeluk antum serta guru2 antum yg ahlul bait...:') sungguh ana yg miskin ilmu dan terasing merindukan orang2 shalih seperti akhi....subhanallah...airmata ini tak terbendung,sepe rti rasanya ana mempunyai saudara kandung nan jauh disana yg sangat ana rindukan...datanglah ke jakarta akhi...:')
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# edwin 2012-02-20 22:27
sip.........deh ustaz jazakallah
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# bryan 2012-02-21 18:55
dasar..wahabi....eehh ini tempatnya yaa ..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# mochrosi 2012-02-22 00:11
ahlan wasahlan saudara bryan. mudah-mudahan diberi wawasan yang menyejukkan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ismail 2012-02-22 11:04
Assalaamu'alaikum,
'afwan ustadz kalo keluar dari tema, ana suka sekali baca artikel2 antum tapi sayangnya sangat lambat loadingnya, mungkin karena banyaknya pengunjung..ana mengusulkan untuk menambahkan bandwith pada hosting web ini.Syukron Jazaakallahu khoiron..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# khandar 2012-02-23 15:34
ust... ana izin post ke blok ana yaaa
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ade Malsasa Akbar 2012-02-24 18:34
Bagus sekali, Ustaz! Sangat sesuai untuk kondisi kejiwaan mereka berdua (menurut saya). Semoga ALlah merahmati Pak Ustaz dan keluarga bapak.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wahabi 2012-02-25 01:19
apakah org2 ini (firanda dll) yg disebutkan dlm hadist Nabi SAW ??? sungguh betapa ngerinya aqidah dan pemahaman kalian !!! tanggunglah wahai kafir and dusta (firanda) dosa orang-orang yg telah kau hasud dan membohongi mereka serta kau yg memecah belah umat !!! La'natullah alaik...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2012-02-25 13:30
Quoting wahabi:
apakah org2 ini (firanda dll) yg disebutkan dlm hadist Nabi SAW ??? sungguh betapa ngerinya aqidah dan pemahaman kalian !!! tanggunglah wahai kafir and dusta (firanda) dosa orang-orang yg telah kau hasud dan membohongi mereka serta kau yg memecah belah umat !!! La'natullah alaik...


Astaghfirullah...sudah kehabisan hujjah akhirnya ujung2nya melaknat ustad Firanda dan kami. Sungguh ana takut jika sembarangan melaknat, maka laknat itu akan berbalik kepada yg melontarkannya. Allahul Musta'an.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aa 2012-03-07 14:49
lihatlah tutur bahasanya kasar sekali , orang orang akan menilai sendiri siapa yang baik.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ade Malsasa Akbar 2012-02-25 17:31
Anda tunjukkan dulu dong kecintaan Anda kepada Nabi Muhammad dengan menuliskan shalawat kepada beliau "shallallahu 'alaihi wasallam" secara lengkap bukannya disingkat begitu. Kan ya lebih sopan...

Apa Anda berani memastikan Pak Ustaz Firanda -rahimahullah- kafir tanpa dalil? Subhanallah, Imam Syafi'i yang secerdas itu pun tidak bisa sembarangan mengkafirkan orang. Apa Anda merasa lebih cerdas dari ulama-ulama Islam?

Mana kebohongan Bapak Ustaz Firanda yang Anda maksud? Tunjukkan! Biar Anda sendiri dan kami tahu kalau Anda salah.

Oke, mana hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang Anda maksudkan? Tunjukkanlah dahulu kepada kami.Benarkah maksud hadits itu adalah orang seperti Bapak Ustaz Firanda? Kalau salah, apa Anda berani ditimpa balik kata-kata laknat dan takfir yang Anda berikan?

Justru pemahaman seperti dalam kata-kata Anda itu yang memecah belah umat. Mana dalilnya? Kita tidak bisa mengkafirkan orang tanpa dalil. Ada dalil pun tidak bisa sembarangan. Demikian yang saya ketahui.

Bersabarlah, wahai Saudaraku. Semoga kita diberi hidayah oleh Allah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# faisal 2012-02-25 18:24
Hadis yang mana bos, baru bangun tidur kali ya, cuci muka dulu donk. Daripada kamu ga jelas disini mendingan pasang baliho dan umbul-umbul di jalan sana, nanti saudara yang satunya (syiah) sibuk undang sana undang sini dalam rangka bertaqiyah dengan slogan persatuan ummat tapi nanti ujung2nya berharap dan meminta-minta pengakuan dari ahlussunnah bahwa mereka tidak sesat. Tapi saya berharap apa yang banyak diberitakan di beberapa stasiun televisi maupun media cetak ttg habib cabul tersebut tidak benar adanya, bayangkan kalau benar, mulai dari meminta2 dikuburan, mut'ah (pelacuran) ditambah lagi sodomi atau pencabulan, masya Allah apa ga bencana nanti Indonesia ini.... Bb.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abugaza 2012-02-25 22:21
Assalaamu'alaikum

Artikel yg sangat bagus. Tapi afwan ada sdikit pertanyaan, khusus utk syiah apa perlu antum pake kata "akhi syiah". Bukankah mrk tlah mngkafirkan sahabat, merubah alquran dsb sehingga sngat jauh dr dinul islam. Shingga ulama2 ahlu sunnah menhukumi mrka dg kafir? Wallahu a'lam..

Syukran
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ummu Habibah 2012-02-26 12:17
Assalamualaikum

izin copas , Jazakallahu khairan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# A.Ibrohim 2012-02-26 21:02
Kalau ASWAJA palsu bisa toleransi dengan syi'ah walaupun menyakitinya seperti pengkafiran sahabat dan umul mukminin, mestinya meeka juga "TOLERANSI" terhadap aqidah Ahlussunnah walaupun mereka menyebut Wahabi, kalau mereka berkata "Wahabi karena tidak mau toleransi terhadap bid'ah hasanah" bukankah syi'ah juga tidak mau toleransi dengan pengkafirannya para sahabat dan umul mukminin, manakah yang lebih berat dari toeransi tersebut pengkafiran terhadap pembawa kebenaran yang mereka yakini dan ini mengharuskan tidak benarnya keyakinan aswaja selama ini, atau di bid'ahkanya???? karena Ahlussunnah mengajak agar mengikuti pemahaman dari pembawa2 kebenaran yaitu para sahabat.tentulah jika mereka berakal memilih toleransi terhadap Ahlussunah di banding kepada syi'ah yang menyiramkan racun sampai ke akar2nya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nama saya fauzi 2012-02-28 14:47
Assalamualaikum Warahmatullah.

Jempol dua dah..
Btw., yang sepilis pada kemana tuh..kok ga ada yang turut serta..

Jazakallahu khairan.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# muhamad imam 2012-02-29 03:59
assalamu'alaikum

mohon izin untuk copas ustadz..

@Abugaza; mumkin maksud ustadz Firanda dlm rangka 'alal qodri 'uqulihim..!?!?

jazaakalloh bikhoir
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# A.Ghoffar al banjary 2012-03-03 17:28
assalamu'alaikum
subhanalloh, semoga ustadz selalu diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga dpt terus menyampaikan nasehat yg berharga ini kepada ummat.....rasanya rindu ana terobati ketika membaca tulisan ustdz, pertemuan singkat di muka masjid Nabawi akhir th.2007...jazaakallohu khairan
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# indonesia 2012-03-06 09:51
hehehehe dialog yang dapat dipahami oleh orang awam yaa seperti saya... ya mudah2an saya mengerti mana pemikiran syiah, pemikiran aswaja dan pemikiran Wahabi..

syukron ustad
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Muhammad Raka 2012-03-13 18:41
Subahanallahu.......syukran Jazakallahu khairan...sangat gamblang dan sangat jelas mana yang didasari oleh ilmu subahanallahu......cara menjabarkan yang jenius menurut ane ....semoga ALLAH aza wajalla menjaga antum sekeluarga amin ya ALLAH amin.......
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abuqois 2012-04-28 06:34
Jazakallahu khoir ya Ust Firanda, semoga engkau selalu tidak ada bosan-bosannya memberikan pencerahan kepada kita semua umat Islam, dengan cara2 yang terbaik sehingga mudah bagi kita untuk mencernanya, barakallahu fikum.

Abu Qois
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jundullah 2012-05-12 11:27
Mantap... Izin share Ustadz... Barakallahu Fiyk...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# bunaris 2012-05-14 18:45
Assalaamu'alaikum
izin copas ustadz
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Langganan Artikel

Masukkan email anda kemudian klik Daftar maka setiap ada artikel baru akan diinformasikan ke email anda:

Delivered by FeedBurner

Statistik