ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!

Monday, 13 February 2012 22:00 administrator
Print PDF
Bookmark and Share

ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!

(studi banding antara aqidah tokoh syi'ah :Al-Khumaini dan aqidah kaum sufi : At-Tijaani, Alwi Al-Maaliki, Habib Al-Jufri, dan Habib Munzir)


Sungguh kita menemukan permusuhan yang sangat sengit dari kaum syi'ah dan aswaja imitasi (baca : sufi) terhadap aswaja asli (baca : salafy atau yang dinamakan oleh kaum sufi sebagai wahabi). Seakan-akan musuh mereka hanyalah kaum wahabi. Ada apa gerangan antara Syi'ah dan Aswaja, kenapa sama-sama bersepakat memusuhi kaum wahabi..??!!

Rahasianya adalah adanya kesamaan antara dua kelompok ini, terutama dalam peribadatan kepada penghuni kuburan dan para wali !!!

Tidak heran jika SYI'AH & ASWAJA SUFI :

-         Sama-sama hobi meninggikan kuburan…??!!

-         Sama-sama hobi beribadah di kuburan…??!!

-         Sama-sama hobi meminta dan beristighotsah kepada penghuni kuburan..??!!

-         Sama-sama hobi mencari barokah dari pasir yang ada dikuburan para wali??

-         Sama-sama berlindung dibalik topeng "cinta kepada Ahlul Bait…", atau "Demi menghormati Ahlul Bait", seakan-akan kecintaan kepada Ahlul Bait dan kesyirikan adalah dua perkara yang saling melazimkan !!!


Entah…apakah kaum aswaja sufi yang ikut-ikutan taqlid buta kepada kaum syi'ah??, ataukah sebaliknya??!!

Seharusnya kepanjangan ASWAJA (Ahlus Sunnah…. = Pelaku sunnah….) menunjukkan tidak mungkinnya bersatu atau bersepakat antara Aswaja dan Syi'ah, karena syi'ah adalah lawan dari sunnah. Akan tetapi kenyataan yang terjadi justru Aswaja dekat dengan Syi'ah dan sama-sama memusuhi wahabi. Rahasianya… karena Aswaja ternyata tidak menjalankan sunnah-sunnah Nabi, bahkan ibadah-ibadah yang mereka lakukan adalah kreasi-kreasi ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

Bukankah sunnah adalah perkara-perkara yang disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?, lantas kenapa Aswaja doyan mepraktekan kreasi-kreasi ibadah yang sama sekali tidak pernah dikerjakan oleh Nabi??...Bahkan aswaja menjadikan ibadah-ibadah hasil kreasi tersebut sebagai tolak ukur kecintaan kepada Nabi??, bahkan memusuhi orang-orang yang berpegang teguh dan tidak mau beribadah kecuali dengan sunnah Nabi??!!

Karenanya bagaimana mungkin aswaja bisa membantah syi'ah jika mereka sendiri menjauhkan diri dari sunnah??!!

Terlebih lagi ternyata…..kesyirikan yang diperjuangkan oleh kaum syi'ah sama dengan kesyirikan yang diperjuangkan oleh sebagian kaum aswaja sufiyah.



KESYIRIKAN MENURUT AL-KHUMAINI…

Kesyirikan adalah menyerahkan ibadah kepada selain Allah (Silahkan kembali baca http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/128-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-7-qperkataan-abu-salafy-berdoa-kepada-selain-allah-tidak-mengapa-selama-tidak-syirik-dalam-tauhid-rububiyahq, juga tentang hakekat kesyirikan kafir Quraisy di http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab)      

Adapun Kesyirikan menurut Al-Khumaini hanyalah jika seseorang meyakini adanya Rob (Tuhan/Pencipta) selain Allah, adapun jika seseorang sujud dan berdoa kepada makhluk –selama tanpa disertai keyakinan bahwa makhluk tersebut adalah Rob Pencipta- maka hal ini bukanlah kesyirikan !!!

Atas dasar definisi kesyirikan ala Al-Khumaini ini maka melazimkan bahwa kaum musyrikin Quraisy dahulu tidaklah terjatuh dalam kesyirikan, karena mereka mengakui bahwasanya Pencipta hanya satu yaitu Allah. (lihat kembali http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/82-persangkaan-abu-salafy-al-majhuul-bahwasanya-kaum-musyrikin-arab-tidak-mengakui-rububiyyah-allah)



Perhatikanlah pernyataan-pernyataan Al-Khumaini berikut ini :



PERTAMA : Meminta kepada makhluk bukanlah kesyirikan selama meyakini bahwa makhluk tersebut bukanlah Tuhan Pencipta, akan tetapi telah diberi kekuatan oleh Allah

"Karenanya jika seseorang meminta kepada seseorang selain Allah suatu amal yang penting baik amalan kecil dengan menjadikan orang tersebut sebagai Rob maka ia adalah seorang musyrik berdasarkan hukum akal dan Al-Qur'an. Adapaun jika ia meminta kepadanya dengan dasar bahwa Rob Pencipta alam telah memberikan kepadanya kekuatan dan ia butuh kepada Allah serta tidak independent dalam amalan ini maka ini bukanlah amal ketuhanan, dan meminta dipenuhinya hajat darinya tatkala itu bukanlah keysirikan" (Kasyful Asroor hal 54-55)



KEDUA : Meminta kepada mayat bukanlah kesyirikan. Bahkan meminta kepada BATU bukanlah kesyirikan!!!

Al-Khumainy berkata :

"Bisa jadi dikatakan bahwasanya kesyirikan adalah meminta mayat-mayat untuk menunaikan hajat, karena mayat tidak memberi manfaat dan mudhorot, baik mayat seorang nabi maupun seorang imam, karena mayat-mayat seperti benda-benda mati.

Jawaban atas persangkaan ini :

Pertama : Kalian tidak menjelaskan kepada kami makna kesyirikan dan kekufuran hingga kalian menganggap semua yang kami inginkan merupakan kesyirikan–berdasarkan pendapat kalian-. Dan setelah jelas bahwasanya kesyirikan adalah meminta sesuatu kepada seseorang selain Allah atas dasar ia adalah Rob (Tuhan/Pencipta), adapun selain ini maka bukanlah kesyirikan. Tidak ada perbedaan dalam hal ini antara yang hidup dan yang mati. Bahkan meminta dipenuhi hajat dari batu dan tanah maka bukanlah kesyirikan, meskipun hal ini adalah perbuatan yang sia-sia dan batil" (Kasyful Asroor hal 56)

Subhaanallah…meminta kepada batu bukanlah kesyirikan ?? inilah hakekat agama syi'ah !!!



KETIGA : Ruh seseorang setelah mati maka semakin hebat dan semakin diberi kekuatan oleh Allah dan semakin tinggi kedudukannya.

Al-Khumaini berkata "

"Kami meminta bantuan dari ruh-ruh para nabi dan ruh-ruh para imam yang suci yang telah dianugerahi qudroh (kemampuan/kekuatan) oleh Allah. Dan telah ditetapkan dengan dalil-dalil yang qot'i (pasti) serta dalil-dalil akal yang jelas dalam falsafat yang tinggi bahwasanya ruh itu tetap ada setelah kematian dan kemampuan ruh-ruh untuk meliputi alam ini secara sempurna setelah kematian lebih tinggi. Dan para ahli filsafat meyakini mustahil rusaknya ruh, dan hal ini merupakan perkara filsafat yang –sejak awal munculnya filsafat- jelas diterima oleh para ulama serta para pembesar ahli filsafat sebelum Islam dan sesudah Islam. Kemudian perkara ini jelas diterima oleh seluruh agama, baik kaum yahudi, kaum nasrani, maupun kaum muslimin, dan mereka menganggap perkara ini merupakan doruuri dan badihi (perkara pokok/mendasar/yang harus ada) dalam agama mereka" (Kasyful Asroor hal 56)

Lihatlah bagaimana aqidah Khumaini, untuk melegalkan kesyirikan meminta kepada mayat-mayat. Justru ia meyakini bahwa setelah kematian mayat-mayat lebih hebat karena telah diberi kemampuan oleh Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia, bahkan untuk meliputi alam secara sempurna???

Dalilnya apa ..??!! tidak satu ayatpun…apalagi hadits…, yang ada hanyalah keyakinan kaum ahli filsafat yunani yang tidak beragama, bukan yahudi dan juga bukan nasoro. Itulah landasan pijakan Khumaini !!!

Bandingkanlah aqidah Al-Khumaini ini dengan aqidah kaum sufi. Dimana sebagian kaum sufi melegalkan untuk berdoa kepada wali (bahkan kepada wali yang sudah meninggal) dengan dalih bahwasanya wali telah diberi kekuasaan dengan izin Allah. Seorang tokoh sufi besar yang bernama At-Tijaani memperkuat keyakinan ini.  Berkata penulis kitab Jawaahirul Ma'aani fi Faydi Sayyidi Abil 'Abaas At-Tiijaani (Ali Al-Faasi) :

Adapun perkataan penanya : Apa makna perkataan Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaani radhiallahu 'anhu : "Dan perintahku dengan perintah Allah, jika aku berkata kun (jadi) makan  (yakun) terjadilah" …dan juga perkataan sebagian mereka : "Wahai angin tenanglah terhadap mereka dengan izinku" dan perkataan-perkataan para pembesar yang lain radhiallahu 'anhum yang semisal ini, maka berkata (At-Tijaani) radhiallahu 'anhu : "Maknanya adalah Allah memberikan kepada mereka Khilaafah Al-'Udzma (kerajaan besar) dan Allah menjadikan mereka khalifah atas kerajaan Allah dengan penyerahan kekuasaan secara umum, agar mereka bisa melakukan di kerajaan Allah apa saja yang mereka kehendaki. Dan Allah memberikan mereka kuasa kalimat "kun", kapan saja mereka berkata kepada sesuatu "kun" (jadilah) maka terjadilah tatkala itu" (Jawaahirul Ma'aani wa Buluug Al-Amaani 2/62)
Hal ini juga dikatakan oleh tojoh sufi zaman kita yang bernama Habib Ali Al-Jufri, ia berkata bahwasanya wali bisa menciptakan bayi di rahim seorang wanita tanpa seorang ayah dengan izin Allah (silahkan lihat http://www.youtube.com/watch?v=kDPMBJ7kvfI)

Bandingkan pula aqidah Al-Khumaini ini dengan tokoh sufi zaman sekarang yang sangat digandrungi oleh aswaja Indonesia. Yaitu Muhammad Alwi Al-Maliki, ia berkata di kitabnya mafaahiim yajibu an tushohhah :

فَالْمُتَصَرِّفُ فِي الْكَوْنِ هُوَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَلاَ يَمْلِكُ أَحَدٌ شَيْئاً إِلاَّ إِذَا مَلَّكَهُ اللهُ ذَلِكَ وَأَذِنَ لَهُ فِي التَّصَرُّفِ فِيْهِ

"Maka yang mengatur di alam semeseta adalah Allah subhaanahu wa ta'aala, dan tidak seorangpun memiliki sesuatupun kecuali jika Allah menjadikannya memilikinya dan mengizinkannya untuk mengaturnya"
Ia juga berkata tentang kondisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam setelah wafatnya Nabi :

فَإِنَّهُ حَيِّيُ الدَّارَيْنِ دَائِمُ الْعِنَايَةِ بِأُمَّتِهِ، مُتَصَرِّفٌ بِإِذْنِ اللهِ فِي شُؤُوْنِهَا خَبِيْرٌ بِأَحْوَالِهَا

"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hidup di dunia dan akhirat, senantiasa memperhatikan umatnya, mengatur urusan umatnya dengan izin Allah dan mengetahui keadaan umatnya"

Bandingkan pula aqidah Al-Khumaini dengan perkataan Habib Munzir berikut ini :

"Istighatsah adalah memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya, untuk sebagian kelompok muslimin hal ini langsung di vonis syirik, namun vonis mereka itu hanyalah karena kedangkalan pemahamannya terhadap syariah islam, pada hakekatnya memanggil nama seseorang untuk meminta pertolongannya adalah hal yg diperbolehkan selama ia seorang Muslim, Mukmin, Shalih dan diyakini mempunyai manzilah di sisi Allah swt, tak pula terikat ia masih hidup atau telah wafat, karena bila seseorang mengatakan ada perbedaan dalam kehidupan dan kematian atas manfaat dan mudharrat maka justru dirisaukan ia dalam kemusyrikan yang nyata, karena seluruh manfaat dan mudharrat berasal dari Allah swt, maka kehidupan dan kematian tak bisa membuat batas dari manfaat dan mudharrat kecuali dengan izin Allah swt, ketika seseorang berkata bahwa orang mati tak bisa memberi manfaat, dan orang hidup bisa memberi manfaat, maka ia dirisaukan telah jatuh dalam kekufuran karena menganggap kehidupan adalah sumber manfaat dan kematian adalah mustahilnya manfaat, padahal manfaat dan mudharrat itu dari Allah, dan kekuasaan Allah tidak bisa dibatasi dengan kehidupan atau kematian" (Kenalilah Aqidahmu 2 hal 75-76)



KEEMPAT : Meminta kesembuhan dari tanah bukanlah kesyirikan

Al-Khumaini berkata :

"Diantara pertanyaan mereka adalah, apakah meminta kesembuhan dari tanah merupakan keysirikan atau tidak?

Jawabannya telah jelas setelah memperhatikan makna syirik. Kesyirikan –sebagaimana yang kalian ketahui- adalah keyakinan bahwasanya seseorang adalah Rob (Tuhan/Pencipta) atau ia diibadahi atas dasar ia adalah Rob, atau meminta dipenuhinya hajat kepada seseorang atas dasar keyakinan bahwa ia independent dalam memberikan pengaruh…

Jika seseorang meminta kesembuhan dari tanah atau dari apapun dengan dasar ia adalah Rob atau Syarikat Allah atau Rob lain yang berlawanan dengan Allah yang independent dalam memberi pengaruh atau atas dasar keyakinan bahwasanya penghuni kuburan adalah Rob maka ini merupakan kesyirikan, bahkan kegilaan. Adapun jika karena meyakini bahwasanya Allah maha kuasa atas segala sesuatu dan telah menjadikan kesembuhan pada semangkuk pasir untuk memuliakan orang yang mati syahid yang telah mengorbankan kehidupannya untuk di jalan Allah, maka hal ini sama sekali tidak melazimkan adanya kesyirikan dan kekufuran" (Kasyful Asroor hal 65)



Karenanya kita tidak heran jika melihat kaum syi'ah berebutan mengambil pasir yang ada di kuburan ahlul bait di Baqii' di kota Madinah.

Khumaini berdalil sesukanya…, tidak ada seorangpun yang meragukan kekuasaan Allah. Jangankan pasir…bahkan jika Allah berkehendak tentunya Allah mampu menjadikan apapun sebagai obat –bahkan kotoran-!!. Akan tetapi mana dalilnya…?, mana ayatnya…?, mana haditsnya…?, mana amal perbuatan/perkataan sahabat…?, mana perbuatan tabi'in…?, mana perbuatan/perkataan 4 imam madzhab…?, yang menunjukkan bahwa Allah telah menjadikan pasir di kuburan orang sholeh sebagai obat??

Ternyata : aqidah ini juga tersebar di kalangan sebagian aswaja yang berebut-rebutan mengambili pasir dari kuburan Gus….!!!!



KELIMA : Aqidah Syia'h : meminta syafaat kepada mayat

Al-Khumaini berkata :

"Meminta syafaat kepada mayat adalah kesyirikan"

Jawabannya sebagaimana telah lalu secara terperinci bahwasanya para pemberi syafaat setelah meninggalkan dunia ini mereka bukanlah mayat. Bahkan –sebagaimana telah kami jelaskan- akan hidupnya ruh-ruh mereka dan abadinya ruh-ruh tersebut di alam serta meliputinya ruh-ruh tersebut terhadap alam ini merupakan perkara yang jelas diterima dalam filsafat kuno dan filsafat eropa ar-ruhiyah.

Kalaulah seandainya Nabi dan Imam setelah meninggal menjadi kayu dan batu dan benda mati lainnya –sebagaimana ungkapan mereka (*yaitu kaum wahabi)-, maka lantas kenapa meminta syafaat menjadi kesyirikan?, paling parah ini hanyalah merupakan perbuatan yang tidak ada faedahnya" (Kasyful Asroor hal 93)

Perhatikanlah para pembaca, Al-Khumaini menegaskan kembali bahwasanya meminta syafaat kepada kayu, batu, dan benda-benda mati bukanlah kesyirikan, akan tetapi hanya sekedar perbuatan yang tidak berfaedah. Hanya menjadi kesyirikan menurut Al-Khumaini jika meyakini bahwa batu tersebut adalah Rob/pencipta.

Dari pernyataan Al-Khumaini ini jelas bagi kita bahwa meminta syafaat kepada mayat merupakan aqidah orang syi'ah…. Ternyata aqidah ini sangat laris di kalangan kaum sufi !!!



KEENAM : Berdoa kepada Nabi atau Imam agar Allah mengampuni dosa merupakan aqidah Syi'ah

Al-Khumaini berkata ;

"Jawabannya, sesungguhnya syafaat bukanlah amalan ilahiyah (ketuhanan), karena pada hakekatnya adalah berdoa kepada Nabi dan Imam agar Allah mengampuni dosa orang ini. Dan ini adalah perbuatan seorang hamba dan bukan perbuatan Allah" (Kasyful Asroor hal 93).

 

 

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 21-03-1433 H / 13 Februari 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com


Newer news items:
Older news items:

Comments  

 
# Yulian Purnama 2012-02-14 01:20
Tema ini kalau diangkat jadi tesis bagus Ustadz. Perlu penelitian mendalam mengapa, sejak kapan dan apa faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya kesamaan ini.

Mudah2an ada ustadz atau syaikh di sana yang menelaah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fairuz 2012-03-30 17:02
sudah ada koq, tp bhasa arab :) attashawwuf al mansya' wal mashadir karya syekh ihsan ilahy zhahir.. Quoting Yulian Purnama:
Tema ini kalau diangkat jadi tesis bagus Ustadz. Perlu penelitian mendalam mengapa, sejak kapan dan apa faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya kesamaan ini.

Mudah2an ada ustadz atau syaikh di sana yang menelaah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# fairuz 2012-03-30 17:04
Quoting Yulian Purnama:
Tema ini kalau diangkat jadi tesis bagus Ustadz. Perlu penelitian mendalam mengapa, sejak kapan dan apa faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya kesamaan ini.

Mudah2an ada ustadz atau syaikh di sana yang menelaah.

sudah ada kq, tp dlm bhs arb (attashawwuf almansya' wal mashadir krya syekh ihsan ilahy zhahir) kitab2 yg lain jg byj yg mngangkat pmbhasan ini :)
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# rando 2012-02-14 08:03
Semoga ustadz juga akan sempat buat ceramah untuk topik ini, semoga akan banyak manfaatnya.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# umu aulia 2012-02-14 14:22
sukron ustad atas penjelasan yang sangat bermanfaat ini.smg allah ta'ala menambah ilmu dan pemahaman ustad,agar lebih bermanfaat untuk saudara2 seiman.amien
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ahmad riyadi 2012-02-14 19:22
Jazakallahu khair ustdz..smg saudara seiman qt yg terjatuh dalam aqidah sufi dan syiah ini segara bertaubat.amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aink_abi 2012-02-15 15:42
smoga kalian mendapat hidayah, dan mau mengaji lebih dalam lagi. ilmu ulama itu bagaikan lautan, dan kalian hanya mengetahui pantai nya saja. jgn sembarangan bicara. ustad gila
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# aink_abi 2012-02-15 15:50
tidak kah kalian sadar???
ilmu ulama yg kalian cemoohkan itu bagaikan lautan, sedangkan ilmu kalian sebatas pantai. apa kalian tidak malu. wahai ustad gila. ngaji yg rajin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ridho 2012-02-15 20:41
Assalammu'alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

Kepada Saudaraku aink_abi semoga Allah memberkahi hidupmu dan memberikan hidayah-Nya kepada antum, amin.

Saudaraku mungkin antum sebelum ini nggak tau ucapan-ucapan Al-Khumaini atau Habib Munzir seperti itu. Jika demikian adanya, mestinya antum bersyukur kepada Allah yang telah menunjuki antum akan perkataan tokoh2 yang antum puji melalui tulisan Ustadz.

Saudaraku janganlah semangat buta yang ada dihati antum menutupi fakta yang ada. Sekiranya tulisan diatas salah atau antum ragu terhadap fakta yang ada, tentunya dapat antum koreksi melalui media ini. Ana sangat berterima kasih jika antum dapat meluruskan tulisan diatas jika salah, sehingga ana dapat memperbaiki persepsi ana terhadap "ulama-ulama" pujaan antum.

Saudaraku, Al-Khumaini & Habib Munzir pada intinya telah merendahkan Allah, dengan merampas "Hak Diibadahi" dan memberikan hak ini kepada makhluk-Nya. Seharusnya antum bersedih, marah, kecewa dan prihatin karenanya. Bukan celaan "Ustadz Gila" kepada Ust. Firanda. Inna Lilahi Wa Inna Ilahi Roji'un.

Saudaraku walau ilmu sebatas pantai dengan pemahaman Salafus Sholeh sudah cukup, dibanding ilmu seluas lautan dijadikan dalil pembenaran untuk merampas hak Allah.

Wa Salammu'alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Tommi 2012-02-15 21:12
Ya kami paham kok klo menurut kalian kami hanya baru belajar ilmu dzohirnya saja, tidak spt org sufi yg mengklaim katanya ilmunya sudah sampai taraf hakekat ma'rifat. Dan sudah jamak pula ahlul hadits dari zaman ke zaman pun jg dibilang begitu oleh kalian, hanya ilmu dzohir, blm sampe ilmu hakekat. Na'udzubillah. Pdhl yg dinukil ustadz Firanda diatas jg dari ulama kalian sendiri, tak bisakah antum membantah tulisan ustadz dibanding antum hanya mengatai ustadz???
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Rafa 2012-02-16 00:57
klo ente rajin ngaji, knp mulut ente kluar ucapan kotor kya gitu?? ngaji sama siapa ya...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# anang dwicahyo 2012-02-15 19:10
sangat bagus dan semoga bermanfaat untuk menyadarkan saudara kita yang terkena sihirnya syiah.

to : aink_abi , kenapa antum sewot ??
bukankah ust firanda hanya menyampaikan perkataan ulama yang ilmunya bagaikan lautan itu ?
ayo bantahlah dengan ilmu , karena disini tempatnya menimba ilmu.

kalau cuma pandai mencaci , jangan2 antum termasuk didalamnya ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# faisal 2012-02-15 21:06
TO : aink_abi
Harusnya anda berterimakasih kepada ustadz firanda, karena telah mencarikan dan memperlihatkan kepada anda kitab-kitab syiah dan sufi yang menyimpang, mungkin selama ini anda malas membaca atau susah mendapatkan kitabnya, dengan adanya artikel ini anda mudah membacanya dan mudah-mudahan taubat sehingga akan terbebas dari ancaman kekal dineraka karena syirik, tapi kalau anda tidak juga bisa mencerna berarti anda harus periksa dulu ke rumah sakit jiwa....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# andre 2012-02-17 03:43
Jazakallah khayran Ustadzuna Abu Abdil Muhsin Firanda.

Apa yg Ustadz kemukakan sangat sangat cocok dgn apa kepikiran pada saya sendiri. Ketika mendengar ucapan2 ulama Sufi itu, terutama di Youtube, saya melihat kecendrungan mereka kepada Syi'ah.

Dan artikel ini mengkonfirmasi hal ini.

Saya setuju dengan Akhi Yulian Purnama, mgkn Asaatidz atau ikhwan kita yg kompeten bisa melakukan research sebab kesamaan dan fenomena ini. Apakah ulama2 Sufi itu Syi'i tapi taqiyyah atau yg lain.

Allahu a'lam.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# zzz 2012-02-19 04:04
eh ustadz google, anda menyangkut pautkan dgn guru saya habib munzir..
apakah yg anda ketik ada habib munzir nya brkata...??
d atas anda cuma tulis Al-Khumaini berkata..
dasar zionis yahudi..
pesan saya walaupun situ menulis ap tentang guru saya tp kami ahli sunnah wal jamaah tdak akan berpengaruh dgn anda ingat itu..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2012-02-19 11:13
Quoting zzz:
eh ustadz google, anda menyangkut pautkan dgn guru saya habib munzir..
apakah yg anda ketik ada habib munzir nya brkata...??
d atas anda cuma tulis Al-Khumaini berkata..
dasar zionis yahudi..
pesan saya walaupun situ menulis ap tentang guru saya tp kami ahli sunnah wal jamaah tdak akan berpengaruh dgn anda ingat itu..


Terima kasih atas komentarnya mas zzz

saran saya kalau mau komentar lagi, usahakan yang lebih bermutu dan bermanfaat buat diri anda dan para pembaca, misalnya anda bantah isi dari artikel yang dibuat misalnya anda tulis, Fitnah dan Dusta besar bahwasanya kumpulan Sufi Aswaja, Majelis nya Habib Munzir dll melakukan ritual Maulid karena sekarang Maulid sudah tidak dilaksanakan lagi dll.

demikian juga yang Syi'ah, membantah bahwa ritual gebuk-gebukin badan atau menyayat-nyayat tubuh dengan pedang/pisau sudah tidak dilaksanakan lagi.

kalau komentar isinya cuma ngedumel kayak anak kecil gak dikasih jajan, sayang sekali, apa cuma segitu aja kemampuannya?...kalau gak mampu ya lebih baik perbanyak belajar yang betul, jangan perbanyak ngedumel.

-----------

Untuk teman-teman yang pro Ust. Firanda, usul saya kalau ada komentar kontra yang isinya cuma ngedumel/ngegrendeng dari saudara kita yang membawa-bawa nama Habib dan sejenis nya, sebaiknya ditanggapi santai aja..jangan diseriusin.

kita gak tau yang komentar itu beneran pengagumnya Habib atau bukan.

Bisa saja itu kader SYIAH SESAT yang bawa-bawa nama Habib untuk memanaskan komentar.

karena kalau dari Sufi Aswaja/penggemar Habib kan suka diajari sopan santun, lemah lembut dari ajaran Tasawuf serta Akhlak Nabi.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# admin page 2012-02-21 21:19
Perbanyak menulis topik aswaja dan tasawuf ustadz, insya Allah kami share. Jazakallah khoir.
http://id-id.facebook.com/pages/ANTI-virus-tasawuf-tasawuf-bukan-Islam-/171428386246739
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wahabi mengaku sufi 2012-03-02 20:26
ternyata firanda ini bukan hanya pinter memutarbalikkan fakta tapi pinter juga fitnah..

aswaja tidak sama dengan syi'ah..
jangan anda sama-samakan.. saya aswaja menolak dengan keras tulisan ini..
saya menolak anda menyamakan aswaja dengan syi'ah..

tapi yang pasti itu WAHABI dan SYI'AH itu sama.. yaitu Sama-sama SESAT dan MENYESATKAN.. membodohi orang-orang dengan alasan ilmiah yang bodoh...


ingat saudaraku... jangan kau menafsirkan ayat-ayat Allah dengan kehendakmu.. barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu maka ia berdosa, jika salah ia berdosa dan jika benar ia pun tetap berdosa juga, karena ia tidak benar-benar mengetahuinya dengan sungguh..

dan siap-siaplah anda mengambil tempat di neraka..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu ABi Irfan 2012-03-03 19:16
bukti sudah terpampang jelas mas. lihat ketua "ASWAJA" alias ketua umum PBNU, Prof. Said Aqil yang selalu membela Syi'ah. lihat juga sikap MUI Madura yang notabene orang "ASWAJA" juga membela Syi'ah.

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/25/17532/desak-fatwa-syiah-sesat-ulama-madura-sambangi-mui-pbnu-dpr-menag/

http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/01/28/17558/bela-syiah-tak-sesat-said-aqil-siradj-khianati-khittah-nu/
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nama saya fauzi 2012-03-04 01:47
Quoting wahabi mengaku sufi:
ternyata firanda ini bukan hanya pinter memutarbalikkan fakta tapi pinter juga fitnah..

aswaja tidak sama dengan syi'ah..
jangan anda sama-samakan.. saya aswaja menolak dengan keras tulisan ini..
saya menolak anda menyamakan aswaja dengan syi'ah..

tapi yang pasti itu WAHABI dan SYI'AH itu sama.. yaitu Sama-sama SESAT dan MENYESATKAN.. membodohi orang-orang dengan alasan ilmiah yang bodoh...


ingat saudaraku... jangan kau menafsirkan ayat-ayat Allah dengan kehendakmu.. barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu maka ia berdosa, jika salah ia berdosa dan jika benar ia pun tetap berdosa juga, karena ia tidak benar-benar mengetahuinya dengan sungguh..

dan siap-siaplah anda mengambil tempat di neraka..


Anda tau ga kalo orang-orang syiah ngaku aswaja mas..orang-orang sufi juga mengaku aswaja..orang fasik pun mengaku aswaja..bahkan golongan orang-orang yang ga punya golongan pun ngakunya aswaja..

ga tau!!!..cari tau lah..ntar ketinggalan..malu dah tuir..

kalo ga faham maksud tulisan diatas mbok ditanya dulu..biar ga asal tuduh | cela..

anda tau yang benar toh..
mbok tunjukkan kepada semua orang..
coba tafsir yang salah dan yang benar dari tulisan diatas yang mana ???..

Biar yang gelap jadi terang gitu lo..setuju..
kalo sampeyang cuma nyela doang..sampeyan lah yang bodoh dan bodoh sendiri..juga sesat dan menyesatkan orang banyak jadinya..okeh mass..

ayo..ayo kamu bisa..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Ibnu Abi Irfan 2012-03-06 05:39
dan lagian, bid'ah MAULUD NABI yang dipropagandakan oleh orang Sufi itu adalah kreasi orang Syi'ah Bani Fathimiyun.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# admin page 2012-02-21 21:15
Terus menulis ustadz. Artikel2 antum banyak di share di page anti tasawuf ini.
Perbanyak topik aswaja & tasawuf. Jazakallah khoir.
http://id-id.facebook.com/pages/ANTI-virus-tasawuf-tasawuf-bukan-Islam-/171428386246739
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Hisyam Al brebes 2012-02-23 23:04
JAzaakumullohu khoer tulisannya, semoga Alloh TA'ala menjaga ustadz dan keluarga, amin
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wongawam 2012-03-01 13:13
sufi pacarnya syiah
liat blog syiah
http://syiahali.wordpress.com/
paling atas blog ada tulisan

Syi'ah cinta Sunni terutama NU dan MUHAMMADiYAH
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nasibah 2012-03-04 21:19
rasul saw bersabda barangsiapa bertambah ilmunya tapi tdk bertambah hidayahnya melainkan ia akan jauh dr Allah Swt...

Jika motif antum dlm hal ini adl krn ghirah kpd allah dgn cara merealisir tauhid dan menyempurnakann ya...sungguh antum dlm kesesatan dan menyesatkan.,

syi'ah dan sunni jelas berbeda. Jgn memancing umat dgn cara seperti ini..koq rasanya tidak sebanding dgn ilmu yg dielu-elukan penggemar anda?

Semoga antum dilimpahi hidayah-Nya.,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2012-03-05 04:14
Quoting nasibah:
rasul saw bersabda barangsiapa bertambah ilmunya tapi tdk bertambah hidayahnya melainkan ia akan jauh dr Allah Swt...

Jika motif antum dlm hal ini adl krn ghirah kpd allah dgn cara merealisir tauhid dan menyempurnakann ya...sungguh antum dlm kesesatan dan menyesatkan.,

syi'ah dan sunni jelas berbeda. Jgn memancing umat dgn cara seperti ini..koq rasanya tidak sebanding dgn ilmu yg dielu-elukan penggemar anda?

Semoga antum dilimpahi hidayah-Nya.,


Mas nasibah, itu hadits riwayat siapa?..Hati-hati kalau menuliskan hadits, ingat-ingat pesan Nabi buat pendusta perkataan beliau.

Mas nasibah, usul saya lain kali kalau mau komentar itu sedikit lebih cerdas lah...artikelnya kan bahas Aswaja Sufi yang diduga niru-niru Syi'ah?...kenapa anda cuma komentar syi'ah dan suni?

Lagipula menurut saya contoh yang diberikan juga masih sesuai, atau gini deh..kebiasaan yang Kontra dengan tulisannya Ust. Firanda itu suka nulis yang berbelit-belit, ribet dan keruwetan lainnya..sekalinya nulis gak ribet ya cuma mampu ngomel gak karu-karuan.

Bantah lah tulisan Ust. Firanda dengan cerdas dan bukti nyata, misalnya..Aswaja Sufi TIDAK hobi meninggikan kuburan, TIDAK hobi beribadah di kuburan, TIDAK hobi meminta dan beristighotsah kepada penghuni kuburan, TIDAK hobi mencari barokah dari pasir yang ada dikuburan para wali, TIDAK berlindung dibalik topeng "cinta kepada Ahlul Bait…", atau "Demi menghormati Ahlul Bait", seakan-akan kecintaan kepada Ahlul Bait dan kesyirikan adalah dua perkara yang saling melazimkan !!!....

Gimana, bisa kan?...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ridho 2012-03-05 04:56
Artikel diatas nggak menyinggung Sunni, tetapi Aswaja Sufi. Kira-kira "Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Ala Sufi", itu tu ... yang "Fans berat kuburan keramat" n "Suka tawassul kepada mayat".

Mohon maaf kalau tafsir ana salah, soalnya ana nggak punya Sanad Guru n belom dapet Ijazah dari Habib.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# RAWIN46 2012-03-05 19:39
Quoting nasibah:
rasul saw bersabda barangsiapa bertambah ilmunya tapi tdk bertambah hidayahnya melainkan ia akan jauh dr Allah Swt...

Jika motif antum dlm hal ini adl krn ghirah kpd allah dgn cara merealisir tauhid dan menyempurnakann ya...sungguh antum dlm kesesatan dan menyesatkan.,

syi'ah dan sunni jelas berbeda. Jgn memancing umat dgn cara seperti ini..koq rasanya tidak sebanding dgn ilmu yg dielu-elukan penggemar anda?

Semoga antum dilimpahi hidayah-Nya.,


ASSALAMU`ALAIKU M
AKHI NISBAH SEBAIKNYA ANDA RENUNGKAN NASEHAT SAUDARA JAMIL...YA..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# muhammad abuabdillah 2012-03-05 06:26
Ust ana mau saran, bagaimana kalau model font dan ukurannya diganti dengan yang lebih baik, karena model font yang ust pakai terlalu kaku, dan agak membosankan, dan dari ukuran font terlalu kecil, ana mau menyarankan pakai model font "Trebuchet MS",Verdana,Arial, Helvetica,sans-serif" sedangkan ukurannya 13px, saya rasa ini akan bisa membuat mata lebih enak baca artikel disini.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Haki 2012-03-06 05:19
Yo wajar ASWAJA membela Syiah, kan dua2nya sm2 bersyahadat. (pake hati bro...), pahami dalil2 yg bro pelajari..

Msalah keduanya punya perbedaan prinsip soal sahabat Nabi, itu soal lain bro. gak masuk ke dlm akidah.

Piss Ma meeen...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Abu Ridho 2012-03-06 09:38
TO: Haki

Al-Qur'an dan Hadits sampai kepada kita melalui pengajaran sahabat. Nah kalau para sahabat telah kafir menurut pemahaman Syiah, maka kitapun dapat warisan ajaran kafir.

Jadi pemahaman "cara dan sikap beragama" yang berlandaskan pemahaman salaf (sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in) adalah soal lain dan gak masuk dalam akidah menurut "pemahaman antum" ?!!.

Antum pake dalil dari mana Bro Haki ?, sebelum komen belajar dulu dong jangan asal bunyi aja.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# wongawam 2012-03-09 05:34
HAKI : Yo wajar ASWAJA membela Syiah, kan dua2nya sm2 bersyahadat.

hahaha sama ya , jadi anda membela syiah yang mengkafirkan para sahabat dan menuhankan para imam ,hahaha selamat mengkafirkan para sahabat dan menuhankan manusia ..... baca bro atau dengar kitab kitabnya orang syiah , ngartos.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu uwais 2012-03-10 16:04
@ haki, memang antm pernah tau lafaz syahadat org syiah, sama ga dgn kita..knapa antm sbg seorg sunni ngajak mubahalah sama kita yg jelas2 sunni,...kalo mubahalah tu sharusnya ma orng syiah...
DIMANA KECINTAANMU THD SAUDARA SE MUSLIM ..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# nasibah 2012-03-21 18:30
hehehheee...nyantai za mas jamil

hadits tsb rujuk pd kitab bidayatul hidayah karangan hujjatul islam wa barakatul anam al imam abu hamid muhammad bin muhammad bin muhammad al ghazali attusiy (imam ghazali)

perlu kalian pahami faham syiah dan aswaja jelas beda mas..dilihat dr sumber hukum islamnya aja sudah jelas..klo syiah mengambil pendapat imam yg mereka yakini sbg hukum islam smntra aswaja membatasi sumber hukum islam pd alqur'an,hadits,ijma',qiyas,atsar.

Mengenai kesamaan berdo'a dikuburan,tawas sul,tabarruk,is tighatsah,ataup un meninggikan kuburan, dn mslah khilafiyah lainnya tentunya sdh ad dalil2nya, mka seyogyanya tdk serta merta menjadikan aswaja itu sama dgn syi'ah hnya krn persamaan tsb..apaah kalian lebih tau drpada keyakinan mereka? Urusan syiah yg membenci shahabat itu masalah lain

Kalau mslah pengagungan nabi muhammad saw, saya rasa bkn hal yg ghuluw (melebih2kan). Mereka yg menganggap bhwa berdiri, mencium tangan, mengagungkan nabi muhammad saw dgn sebutan sayyidina ataw mawlana serta berdiri dihadapan beliau dlm ziarah dgn penuh adab,ketenangan ,ketundukan sbg hal yg ghuluw yg membawa seseorang pd kemusyrikan mka pd hakikatnya anggapan demikian keluar dr sebuah kebodohan. Allah swt sendiri telah mengagungkan rasul-Nya dlm alqur'an dgn bentuk pengagungan yg paling tinggi, mk dr itu wajib ats qta utk mengagungkan org yg diagungkan oleh Allah swt

bagaimana dgn kedudukan nabiyallah adam as, yg mana Allah swt memerintahkan para malaikat utk sujud kepada nabiyallah Adam as sbgai bentuk pengagungan dan pemuliaan..
Kalau malaikat saja mengagungkan org yg diagungkan oleh Allah, lalu bagaimana dgn qta umat nabi muhammad saw? Apkah ckup shalwat kalian utk nabi saw hnya dlm shalat saja? Segitu pelitkah kalian utk mengucapkan shalawat?

Lalu bgmna dgn ka'bah,hajar aswad,maqam nabiyallah Ibrahim as yg kesemuanya adl batu.tapi allah justru memerintahkan qta utk mengagungkannya ..thawaf di baitullah (ka'bah),mencium hajar aswad,shalat dibelakang maqam nabiyallah ibrahim as,berdiri berdoa di dpn pintu ka'bah dan di multazam..
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# Jamil 2012-03-22 03:26
Mengenai hadits yang ada di kitab Bidayatul Hidayah-AlGhazali itu SHAHIH, DHA'IF atau bagaimana?

kan yang saya tanyakan status hadits tersebut.

Mas, kayaknya antum lagi gak konsen nih, gak ada tuh tulisan dari artikel Ust. Firanda diatas yang bahas berdiri, mencium tangan, mengagungkan nabi muhammad saw dgn sebutan sayyidina ataw mawlana serta berdiri dihadapan beliau dlm ziarah dgn penuh adab,ketenangan ,ketundukan sbg hal yg ghuluw yg membawa seseorang pd kemusyrikan mka pd hakikatnya anggapan demikian keluar dr sebuah kebodohan.

Contoh pengagungan kepada Nabi yang paling TOP itu yang dilakukan oleh Shahabat, coba lihat dari Khulafaur Rasyidin, ada gak yang melakukan pengagungan secara LEBAY (berlebihan) kepada Nabi.

apalagi sampai ada yang menganggap Ruh Nabi Gentayangan, hadir saat dibacakan Ratib dll sehingga jama'ah berdiri menyambut kedatangan Nabi, sungguh keyaqinan yang jauh dari amaliyah Shahabat.

Menghormati Ka'bah, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim secukupnya saja seperti yang dicontohkan Nabi.

dalam suatu riwayat diceritakan Sayidina Umar bin Khatab berkata: “Memang aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya. Jika bukan karena aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, aku tentu tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari 1597 dan Muslim 1270)

Tuh, lihat Tauhid nya Shahabat, menganggap selain Allah kecil, yang hebat hanya Allah saja...Laa Ilaha Illallah Muhammad Rosulullah.

kalau Nabi Muhammad dianggap berjasa luar biasa, maka berterima kasih/bersyukur lah pada Allah, tanpa kekuasaan dan kehendak Allah Nabi tidak memiliki apa-apa.

Allah utus para Nabi-Nabi kepada seluruh manusia untuk mengenalkan manusia pada Kekuasaan Allah, Kehebatan Allah, Kehendak Allah dll, bukan untuk mengenalkan kekuasaan Nabi, kehebatan Nabi, Kehendak Nabi dll

Laa Ilaha Illallah Muhammad Rosulullah...

O iya, mohon jangan berprasangka bahwa salafiyun itu pelit dalam sholawat atau sholawatnya cuma dalam sholat aja, salafiyun itu baca sholawatnya sebatas yang diajarkan Nabi, gak hobi mengamalkan Sholawat Nariyah, Sa'adah, Khitab dll

Insya Allah salafiyun yang bener itu yang rajin bertasbih, tahlil, tahmid, atkbir, sholawat dll
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# schuma 2012-03-22 06:35
bro nasbah menulis sebagai berikut:
Lalu bgmna dgn ka'bah,hajar aswad,maqam nabiyallah Ibrahim as yg kesemuanya adl batu.tapi allah justru memerintahkan qta utk mengagungkannya ..thawaf di baitullah (ka'bah),mencium hajar aswad,shalat dibelakang maqam nabiyallah ibrahim as,berdiri berdoa di dpn pintu ka'bah dan di multazam..

mohon diberikan dasar hukumnya, hadist atau ayat qur'an yang mendukung tulisan anda, mohon kiranya di balas, saya mau menela-ah lebih dalam, terima kasih...

-salam persaudaraan-
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
# abu yussuf 2012-04-30 08:36
Quoting schuma:
bro nasbah menulis sebagai berikut:
Lalu bgmna dgn ka'bah,hajar aswad,maqam nabiyallah Ibrahim as yg kesemuanya adl batu.tapi allah justru memerintahkan qta utk mengagungkannya ..thawaf di baitullah (ka'bah),mencium hajar aswad,shalat dibelakang maqam nabiyallah ibrahim as,berdiri berdoa di dpn pintu ka'bah dan di multazam..

mohon diberikan dasar hukumnya, hadist atau ayat qur'an yang mendukung tulisan anda, mohon kiranya di balas, saya mau menela-ah lebih dalam, terima kasih...

-salam persaudaraan-


Assalamu'alaykum..

itu sudah di jawab sama akhi Jamil :)

“Memang aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat mendatangkan manfaat atau bahaya. Jika bukan karena aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, aku tentu tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari 1597 dan Muslim 1270)

yang di lakukan shahabat-radliyallahu'anhum- semata-mata hanya mengikuti apa yang dilakukan Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam-

tidak lebih..

sekarang gimana kalo yang di cium batu nisan / kuburan wali, kuburan ulama, kuburan imam, atau kuburan yang lain .. ?

tentu anda tahu jawabannya.. ;)
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Langganan Artikel

Masukkan email anda kemudian klik Daftar maka setiap ada artikel baru akan diinformasikan ke email anda:

Delivered by FeedBurner

Statistik